Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
3 (Revisi)


__ADS_3

Setelah membersihkan nasi yang berserakan, nathan memutuskan untuk mencuci piring di belakang. Tetapi niatnya di urungkan ketika seseorang mengetuk pintu.


Dengan cepat nathan melihat siapa yang datang melalu celah di pintu. Setelah memastikan siapa yang datang nathan pun membukakan pintu.


Ceklek


Tampaklah seorang wanita cantik nan misterius seumuran dengan ayahnya. Nathan sudah tidak heran lagi dengan wanita itu karena dia akan datang setiap hari untuk mengantarkan makanan untuk keluarga kecil Adnan.


"Nganter makanan lagi ya bi?" tanya nathan to the point.


Wanita itu menampakkan deretan giginya sambil menyodorkan sebuah kotak makanan yang cukup besar. "Iya karena ini tugas bibi dari ibu mu" ucapnya seraya pergi meninggalkan nathan.


"Bi nathan mau tanya tentang ibu nathan , bibi tunggu dulu" teriak nathan memanggil-manggil wanita itu.


Wanita itu berbalik dan mengelus-elus kepala nathan dengan penuh kasih sayang. "Ibumu akan kembali jika ia telah mendapatkan kekuasaan. Semoga kau terus di lindungi oleh tuhan" ucap wanita itu seraya pergi meninggalkan nathan.


Nathan menghela nafas kasar dan masuk ke dalam dengan kotak makan di tangan kecilnya.


"Dek" panggil nathan kepada tari.


Namun yang dipanggil-panggil tak menunjukkan batang hidungnya membuat nathan menghela nafas.


Nathan menyimpan kotak makan itu di meja dan mengambil separuh untuk di bagikan kepada Ratna (pengasuh nathan dan tari atau orang tua bi surti).


Namun baru saja nathan akan keluar tiba-tiba adnan terbangun. "Kamu mau kemana nat?" tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Mau ke rumah nenek ratna" ucap nathan seraya memperlihatkan piring yang ia bawa.


Dengan antusias adnan berdiri dan ikut dengan nathan. Sesampainya di depan pintu nathan langsung menyuruh sang ayah mengetuk pintu.


Adnan yang awalnya takut di marahi bi surti pun berusaha untuk mengumpulkan keberaniannya.


Dan baru saja akan di ketuk bi surti sudah keluar dari rumahnya.


"Mau apa lagi kalian?" tanya bi surti to the point.


"Nganterin makanan buat nenek ratna" ucap nathan dengan nada dingin nya.


Bi surti hanya menatap sekilas dan pergi dari sana. Nathan yang melihat kepergiannya hanya acuh dan memilih untuk masuk dan menengok sang nenek tercinta.


......................


Di kamar tari


"Halo ini gambal na cudah celecai om, udah ditilim uga. Janan lupa tlanpelin bayalan na" ucap tari di sambungan telpon.


"Wah bagus hasilnya. Saya akan memberikan bonus cukup besar untukmu dik" ucap klien tari.

__ADS_1


"Telimatacih cenang belbicnic denan mu" ujar tari seraya menutup saluran telponnya. (terimakasih senang berbisnis denganmu)


Dan tak berselang lama sebuah notifikasi di tab milik tari pun muncul. Di sana tertulis bahwa transfer 2 juta dari klien tari sudah masuk ke akun rekening nya yang di buat oleh sang abang.


Tari bertepuk tangan sambil melompat-lompat karena sangking senangnya.


"Cemoga ini bisa bantu abang" gumam tari berharap.


Tari keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur. Ia mengambil segelas air putih dan meneguknya hingga tandas.


"Uh telnyata telja itu bitin hauc" ucap tari seraya duduk di lantai. (uh ternyata kerja itu bikin haus).


"Makanya rajin nabung dan hemat biar ga harus kerja terus" ujar nathan yang baru saja kembali dari rumah ratna bersama adnan.


"Ndapapa cape ang penting bica bantu abang" ucap tari seraya memeluk sang abang dan sang ayah sekaligus. Tentu saja pelukan itu di balas oleh mereka.


"Eh de sekarang jam berapa?" tanya nathan yang teringat bahwa ia telah menyewa detektif untuk membantunya mencari sang ibu.


"Nda tahu" jawab tari seadanya sambil menarik tangan sang ayah ke ruang depan.


Nathan yang di tinggal oleh tari pun menghela nafas dan masuk ke dalam kamarnya. Ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"Halo, apa ada perkembangan tentang ibuku?"


"……………"


"Apa memang ibuku tidak bisa dilacak?


"……………"


"……………"


"Iya tidak apa-apa kok,,ya sudah nanti kamu beri tahu saya jika ada informasi"


"……………"


"Ya"


Tanpa sepatah kata lagi nathan langsung menutup panggilan telponnya.


"Hhhh , mengapa kau susah sekali di lacak bund. Andaikan saja ku tahu nama lengkap ibu pasti ku tahu siapa dirimu bund" gumam nathan frustasi seraya melemparkan ponselnya ke kasur.


"Arrghhhh"


Ingin sekali nathan berteriak, namun ia harus menahannya agar sang adik tidak kepo padanya.


"Huh sabar nathan, tetap semangat karena ku yakin pasti ada jalan" gumam nathan menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


"Abang nenek latna catitna tambuh" pekik tari yang tiba-tiba nyelonong masuk ke kamarnya.


Nathan yang mendengar ucapan sang adik pun langsung berlari ke rumah ratna.


"Nenek kau kenapa?" tanya nathan panik melihat nenek ratna yang nampak kesulitan bernafas.


"Sebaiknya kita membawa nenek ke rumah sakit sekarang" ucap suami bi surti seraya menggendong ratna.


Nathan hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti suami bi surti dari belakang.


"Abang tali cama ayah di lumah aja ya" ucap tari yang tiba-tiba ada di depan nathan.


"Iya kamu di rumah dan jaga rumah aja, abang bakal ikut ke rumah sakit" ujar nathan seraya membantu suami bi surti untuk mencari taksi di depan gang rumah.


Setelah mendapatkan taksi, mereka pergi menuju ke rumah sakit terdekat.


Sesampainya di rumah sakit Ratna langsung di bawa ke ruang UGD sedangkan nathan dan suami bi surti mereka berdua menunggu di ruang tunggu yang telah di sediakan di rumah sakit.


"Om bi surti mana?" tanya nathan seraya celingak-celinguk mencari keberadaan bi surti.


Seketika suami bi surti menepuk jidatnya sendiri karena telah lupa mengabari sang istri.


"Om lupa ngabarin" ucapnya yang membuat nathan ikut menepuk jidatnya sendiri.


"Hadeuh ada-ada aja" gumam nathan seraya menggelengkan kepalanya.


Suami bi surti hanya tersenyum seraya menelpon istrinya dan mengabarinya tentang keadaan ratna.


30 menit kemudian bi surti sampai di rumah sakit. Dan bertepatan itu pula pintu UGD terbuka dan menampakan dokter yang menangani ratna.


"Bagaimana keadaan ibu saya dok?" tanya bi surti dengan nada yang tampak tak khawatir.


"Ibu anda baik-baik saja hanya saja tolong kesehatannya lebih di jaga lagi. Jangan sampai ia kecapean seperti sekarang dan tolong jangan bebani pikiran dia dengan yang berat-berat atau tidak penyakitnya akan kambuh lagi" pesan dokter itu.


"Oh iya apakah disini ada yang bernama nathan?" tanya dokter itu.


Alis bi surti dan suaminya seketika mengkerut mendengar pertanyaan dari dokter itu.


"Saya dok" ucap nathan yang membuat dokter itu menunduk untuk melihat nathan yang cukup kecil.


"Nona ratna ingin bertemu dengan anda nak" ucap dokter itu menyampaikan pesan ratna.


Nathan menganggukkan kepalanya dan bertanya "apakah boleh aku menemuinya sekarang?"


"Tentu" jawab dokter itu.


Tanpa sepatah kata apapun lagi nathan langsung masuk ke ruang UGD dan bertemu dengan ratna yang ingin menyampaikan sesuatu.

__ADS_1


Bersambung~



__ADS_2