Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
22 (PDL)


__ADS_3

"MAMAAAA" panggil laura pada luna yang berjalan mendekat ke arah mereka.


grep


Laura memeluk luna dengan eratnya dan di balas dengan usapan kepala oleh luna.


"Sayang kok mama aja sih yang di peluk? Papa nggak?" tanya nathan pura-pura ngambek membuat laura dan luna yang melihatnya terkekeh geli.


"Papaa"


Laura memeluk nathan juga membuat semua orang yang melihatnya iri dengan keharmonisan keluarga mereka.


"Nat"


Nathan yang di panggil oleh indra pun langsung menoleh ke arahnya. Indra membisikkan sesuatu pada nathan yang membuatnya terdiam seketika.


"Apakah harus aku kembali?" tanyanya pada indra.


"Keputusan ada di tanganmu nat" jawab indra seraya menepuk-nepuk pundak nathan.


Luna yang melihat interaksi keduanya pun heran namun ia memilih diam daripada ikut campur dengan urusan sang suami.

__ADS_1


"Tolong kau bilang padanya, aku tak ingin kembali. Untuk apa aku kembali kalau ujung-ujungnya harus mengingat sakit itu?" kata nathan lirih seperti menyimpan luka yang amat-amat banyak.


"Nat kenapa lu harus nginget kenangan lu sama mantan lu? Ayo lah kan sekarang lu udah punya luna. Jangan bilang ntar kalo lu ketemu mantan, lu bakal gamon?"


Gama berucap seperti itu tanpa memperhatikan bahwa orang di sebelahnya sakit hati mendengar fakta yang sepertinya akan terbuka.


Ken sebagai kakak tentu saja paham dengan perasaan adiknya. Ia langsung menggenggam erat tangan adiknya membuat sang empu menoleh dengan mata yang berembun.


"Kau pasti kuat" semangat ken pada adiknya.


Luna menganggukkan kepalanya dan duduk di hamparan pasir mendengar semua kata yang terlontar dari mulut suaminya.


"Sia lan lo nat, gue ga nyangka sebesar itu cinta lo ke si qia sampe lo nutup mata kek gitu"


Indra dan yang lainnya menggeleng-gelengkan kepalanya, namun tidak dengan ken dan luna. Kedua insan itu hanya diam menyimak dengan luna yang menangis karena mendapati fakta baru.


"Gue ga bisa move on gam, ndra. Kalian tau kan qia itu cinta pertama gue. Gua ga bisa melupakannya" lirih nathan namun membuat teman-temannya melotot seketika.


"Jadi lo tega nyakitin luna demi cewe yang nyakitin lu? Tega lo nat, gue kecewa sama lu" ungkap gama dengan wajah kecewanya.


Nathan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah. Jujur saja, ia mengatakan cinta kepada luna hanya demi anak yang sedang di kandungnya. Egois sekali bukan?

__ADS_1


"Kalau lu ga bisa move on dari masalalu lu, terus kenapa lo nikahin adek gue? Kenapa lo ga jaga perasaan dia?"


Ken mulai angkat bicara karena terbawa emosi. Namun sebisa mungkin ia tenang agar tidak terjadi keributan besar di sana.


"Maaf, gue nikah sama dia karena anak yang di kandungnya. Bukan karena gue mencintainya" jujur nathan dengan lirih namun membuat luna menangis seketika.


"Jadi selama ini kau berbohong tentang cintamu?" tanya luna dengan lirih namun masih bisa terdengar.


"Maaf lun, aku ga bermaksud begitu. Aku hanya…"


Belum selesai nathan berbicara, luna langsung berlari sekencang-kencangnya membuat ken langsung menyusulnya. Nathan yang melihatnya hanya diam tak berkutik membuat sebuah bogem mentah melayang tepat di wajah nathan.


"Lo bukan nathan yang gue kenal, tapi lo adalah cowo brengshake dan baji ngan yang pake wajah sahabat gue!!"


Bersambung~



(Visual)


Gimana? Papa nathan nya ganteng ga buat di bawa ngehalu?🤭

__ADS_1


__ADS_2