Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
67(Revisi)


__ADS_3

"Lah to pincan?" gumam tari yang melihat kakeknya pingsan.


"Mungkin jantungnya abis maraton" celetuk nathan yang membuat tari terkekeh.


"Hush jangan gitu" tegur bunda nana seraya menggiring anak dan suaminya untuk duduk di sofa setelah itu ia akan pergi memanggil dokter.


Tak berselang lama bunda nana pun kembali bersama tim medis yang mengikutinya dari belakang.


"Tolong periksa dia dok" titah bunda nana yang langsung di angguki oleh dokter.


Dokter itu memeriksa paman rendy dengan teliti di bantu suster yang menyiapkan peralatan medis yang di perlukan.


"Sebaiknya tuan rendy banyak istirahat dan tolong jangan membuat nya terkejut atau pun tertekan" pesan dokter itu sebelum pergi bersama para suster.


Bunda nana mengangguk dan ikut duduk bersama ketiga orang tersayangnya.


"Bunda sepertinya tari ngantuk" ucap nathan tiba-tiba membuat bunda nana yang tadinya memperhatikan paman rendy langsung menoleh ke arah tari yang sedang menguap.


"Tari ngantuk hm?" tanya bunda nana lembut.

__ADS_1


Tari hanya menganggukkan kepalanya seraya bersandar pada lengan sang ayah yang berada di sampingnya.


"Ya udah sini bunda antar, kita bakal ke kamar atas buat istirahat" ucap bunda nana seraya bangkit dan menggendong tari yang sudah mengantuk.


Adnan yang melihat itu pun menggendong nathan dengan cara yang sama seperti bunda nana.


"Ayah kenapa gendong aku sih? Nathan kan udah gede ayah, turunin ih" rengek nathan di gendongan sang ayah.


"Padahal kan ayah cuman ngikutin bunda mu" ucap adnan sendu. Nathan yg awalnya menolak di gendong mendadak patuh karena ucapan sang ayah yang membuatnya sedih.


"Ya udah deh nathan di gendong ayah" tutur nathan patuh seraya mengalungkan tangannya di leher adnan.


"Pegangan yang erat nathan, adnan juga hati-hati jalan sama gendong nathan nya. Jangan sampe jatuh loh" ujar bunda nana sebelum akhirnya mereka berjalan bersama menuju lift khusus.


Bunda nana memencet beberapa angka khusus yang sengaja di rancang untuk pergi ke ruang pribadi. Setelah menunggu beberapa saat di dalam lift akhirnya mereka sampai di lantai dimana ada ruangan pribadi di dalamnya.


ceklek


Bunda nana membukakan pintu dan menyalakan lampu ruangan itu hingga terlihat kamar yang cukup luas dan mewah.

__ADS_1


"Ya udah adnan, nathan, tari kalian tidur aja ya. Nanti sore bunda bangunin" ujar bunda nana seraya meletakkan tubuh tari yang sudah tertidur pulas.


"Adnan mahu ikut nana aja" ucap adnan yang di angguki nathan dan bunda nana.


"Ya sudah kalau adnan mau ikut, tapi nathan jaga disini ya. Takutnya tari tiba-tiba bangun di sini ga ada siapa-siapa" ujar bunda nana lagi yang di acungi jempol oleh nathan.


"Tapi boleh kan bund sambil ngurus perusahaan bunda?" ucap nathan sambil menunjukkan giginya yang putih dan rapi.


Bunda nana tersenyum smirk dan mengelus kepala nathan. "Iya boleh tapi jangan sampe lupa istirahat loh ya" pesan bunda nana seraya mengambil laptop cadangan yang berada di sana dan memberikan nya pada nathan.


'Lumayan dapet pegawai gratis' batin bunda nana.


"Yeay makasih bunda" pekik nathan senang seraya mengecup pipi bunda nana.


Adnan yang melihat nathan mengecup pipi bunda nana pun tak ingin kalah. Dengan segera ia mengecup pipi bunda nana membuat sang empu merona karena malu.


Bersambung~


__ADS_1


Maaf ya baru up, nanti kalo ada kesempatan author bakal double up atau cruzy up oke


__ADS_2