Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
44 (Revisi)


__ADS_3

Keempat bersaudara itu mematung tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Tangan mereka saling menggenggam untuk saling menguatkan satu sama lain.


Raja edward bingung dengan reaksi mereka namun ia berusaha mengacuhkannya dan terus tersenyum jahat.


Putri evelyn melepaskan tautan tangannya dan berjalan selangkah dari saudaranya.


"Lalu apakah kau juga yang menyiksa ibundaku?" tanya putri evelyn berusaha tegar di depan musuh yang sebenarnya.


deg


Raja edward terdiam beberapa saat dan kemudian ia membalikan badannya. "Bukan aku yang menyiksa ibundamu melainkan ayah kandung dari adik-adik mu" jawab raja edward yang membuat putri evelyn bingung dengan ucapannya.


"Apa maksudmu?" tanya putri evelyn tak mengerti.


"Hahaha apa kau tau apa alasan ku membunuh permaisuri almira dan juga suaminya?" bukannya menjawab raja edward malah kembali bertanya membuat keempat bersaudara itu kebingungan.


"Hanya untuk merebut tahta bukan?" ucap putri evelyn yang hanya mendapatkan informasi itu dari orang suruhannya.


"Ya, selain harta aku juga ingin membalaskan dendam ku. Karena ayah arya dan angkasa dia membunuh kekasihku. Dan apa kamu tau siapa kekasihku?"


Putri evelyn menggelengkan kepalanya sebagai jawaban karena memang ia tak mendapatkan informasi tentang raja edward yang sebenarnya dan yang palsu.


"Kekasihku itu adalah ibu mu, dan kau adalah putri ku evelyn" ucap raja edward yang membuat keempat bersaudara itu terperanjat kaget.


"Aisten" panggil raja Edward pada asisten nya yang berada di sudut ruangan.


Asisten itu mengangguk dan memutar video yang sudah di siapkan. Putri Evelyn dan adik-adiknya memperhatikan layar yang berisi video itu dengan seksama dan kemudian mereka berpelukan sambil menangis karena melihat ringkasan video dari masa lalu mereka yang cukup kelam.


Flashback on


Puluhan tahun yang lalu..


"KAKAK!!AKU MEMBENCI MU KAK!!" seru erwand ketika mempergoki edward yang sedang membun*h istrinya.

__ADS_1


"Dek harusnya kamu berterimakasih sama kakak karena telah membunuh aib keluarga kita" ujar edward tanpa dosa.


"Apa kata kakak? terimakasih? Jangan harap kak-!! Aku pastiin kakak bakal kehilangan istri kakak dan anak-anak kakak" pekik erwand sambil menatap benci pada foto anak-anak edward.


"Apa kamu tak bisa mengikuti rencana ku? Aku tak mau jika warga tau aku melakukan kesalahan apalagi bersama istrimu dek-!! Harusnya aku melakukan ini sejak lama namun karena almira yang kasihan dengan anak ini maka aku menunggu sampai anak ini lahir . Dan camkan ini sebelum kau membunuh anak-anak ku, ku pastikan akan membunuh keturunan mu terlebih dahulu supaya aku mendapatkan seluruh kerajaan ini"


"Demi kesempurnaan kakak melakukan ini? cuih lihat saja nanti kak aku pasti akan balas dendam dan merebut seluruh harta kakak" ucap erwand seraya menggendong istrinya yang bersimbah darah. Erwand pergi meninggalkan edward yang berlumuran darah sang istri.


Erwand pergi selama belasan tahun dan kembali untuk membalaskan dendam nya setelah memikirkan rencana yang benar-benar sempurna.


Flashback off


"Ayah, kenapa ayah harus membalas dendam pada ibunda almira yang tak mengetahui apa-apa yah?" tanya putri evelyn seraya berlari dan memeluk sang ayah.


Raja erwand membalas pelukan itu dengan penuh kasih sayang.


"Maaf kan ayah nak, ayah hanya ingin membalaskan dendam ibunda mu yang sudah tiada" ujar raja Edward.


"Tapi dengan cara itu kamu akan selamat dari incaran pamanmu yang kejam nak, apa yang ayah perbuat ini semua demi kebaikanmu sayang"


Raja erwand tetap kekeh dengan pendiriannya dan tetap menuntut untuk balas dendam. Putri evelyn berusaha sekuat mungkin menyadarkan sang ayah dengan nasehat-nasehat nya yang panjangnya melebihi kereta api.


"Cukup ayah" seru arya seraya berjalan mendekati raja erwand dan putri evelyn.


Arya menekuk lututnya dan kemudian bersujud pada raja erwand karena bersalah dengan kehadirannya. Dengan cepatnya zion dan angkasa menarik arya agar tak bersujud selain kepada tuhan mereka.


"Jangan pernah kau bersujud kepada manusia arya" ucap zion yang tak suka dengan tindakan adik seayahnya.


Arya hanya terduduk dengan air mata yang mengalir. Ia tak menyangka bahwa masalah yang ada di sebabkan oleh kehadiran dirinya meski tak di sengaja.


"Seharusnya kau terus bersujud padaku sambil mencium lutut ku karena aku masih bersedia memberikan hidup. Dasar kalian memang anak tak tahu di untung seperti ayah kalian" hardik raja erwand.


Raja erwand terus menerus menatap benci pada ketiga pria jomblo di hadapannya. Cintanya yang begitu besar kepada sang istri membuatnya hati nya buta dan rasa dendamnya terus membara meski kejadiannya bertahun-tahun yang lalu.

__ADS_1


Baru saja raja erwand hendak mendekati zion dan adik-adiknya sebuah pedang melayang begitu saja ke arah raja erwand. Beruntung raja erwand berhasil menghindar dan menatap kepada sang pelaku.


Rupanya pelaku itu adalah orang yang sengaja menghasut zion untuk membunuh putri evelyn.


"Paman" gumam zion yang terdengar oleh arya dan angkasa.


Orang itu berjalan mendekat ke arah arya dan membantunya berdiri. "Sudah jangan dengarkan dia. Dia hanya berbohong untuk menyelamatkan dirinya sendiri" ucap orang itu.


"Apa maksudmu paman?" tanya zion tak mengerti.


Arya dan angkasa menepuk pundak zion berbarengan sambil berkata "kau sudah pernah di tipu olehnya apakah kau ingin di tipu lagi?"


Zion menggelengkan kepalanya dan menatap tajam ke arah sang paman. "Paman kali ini aku sudah dewasa dan aku kini sekarang aku sudah bisa mencari kebenaran atau kebohongan di dalam mata seseorang paman" ujar zion dengan nada tegas.


"Hahaha ternyata kau sudah tak bisa di tipu daya lagi ya zion?" ucap pangeran dikri sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ku tau maksud kedatangan mu kemari untuk membalaskan dendam, jika kau ingin pertumpahan darah maka kita bisa langsung memulainya" seru raja erwand yang tak mau lebih lama lagi melihat kakak laki-laki dari kakak iparnya.


"Wah-wah, apakah kau tak sabar untuk melihat kematian mu dan anakmu sehingga kau begitu semangat?" ucap pangeran dikri sambil mengayunkan pedangnya yang lain.


Dengan sigap raja erwand menghindar dan perperangan itu pun terjadi. Arya menarik kakaknya ke tempat yang aman begitu juga dengan angkasa.


Putri evelyn yang sadar jika ayah kandungnya dalam bahaya pun langsung mengambil pedangnya dan ikut berperang.


Tak berselang lama terdengar suara riuh dari luar. Rupanya rencana ini telah disiapkan oleh pangeran dikri secara matang-matang.


Arya, zion dan angkasa hanya diam dan menyimak perperangan itu karena jujur saja mereka bingung harus membela yang mana.


Siapakah yang akan menang di perperangan ini? Apakah putri evelyn akan gugur di sini?


Bersambung~


__ADS_1


__ADS_2