
"Pagi bii" sapa nathan yang turun terlebih dahulu daripada yang lain.
"Loh tuan muda udah bangun? Ini kan masih jam 5 pagi tuan" ujar anata yang menghentikan pekerjaannya karena kedatangan nathan.
"Nathan kan mau olahraga pagi" ucapnya dengan datar seraya berjalan keluar.
"Hm"
Anata hanya berdehem seraya melanjutkan pekerjaannya. Setelah selesai, ia pun beranjak ke dapur dan membuatkan nathan segelas susu.
"Tuan muda ini susunya di minum" ucap anata seraya memberikan segelas susu itu pada nathan yang sedang olahraga di taman mansion.
"Loh saya kan ga minta susu, kok bibi malah buatin sih?" tanya nathan yang enggan meminum susu karena baginya susu hanyalah untuk anak kecil.
"Karena susu banyak manfaatnya, dan biar badan tuan muda nathan lebih hangat meski keluar di pagi hari" ujar anata seraya terus menyodorkan segelas susu itu.
"Hm"
Nathan berdehem pelan seraya mengambil gelas itu. Dengan enggan dia meminum susu itu.
"Rasanya tidak terlalu buruk" gumam nathan dalam hati seraya menghabiskan susunya.
"Ini bi, makasih" ucap nathan seraya melanjutkan kegiatannya.
Anata menganggukkan kepalanya dan kembali kedalam untuk menemui seseorang.
"Ciee yang baru aja deket sama anaknya" goda adnan seraya memeluk pinggang anata dari belakang.
"Hey, bagaimana nanti kalo ada yang liat?" ucap anata yang panik seraya melepaskan pelukan adnan.
"Ngga akan, paling juga nathan yang liat" kata adnan dengan santainya tanpa mau melepaskan pelukannya.
"Ih ngeselin" kesal anata yang pasrah di peluk adnan.
"Kamu lucu kalo kesel" komentar adnan yang membuat anata cemberut di buatnya.
Karena semakin lama hari semakin siang, anata memutuskan untuk menginjak kaki adnan agar bisa terlepas dari pelukannya.
"Awww sakit" ringis adnan yang seketika melepaskan pelukannya.
"M-maaf sayang, aku hanya takut kita ketahuan" ucap anata yang merasa bersalah kepada adnan.
"Ketahuan apa? Apa ada yang aku tidak ketahui?" tanya nathan yang tiba-tiba sudah berada di situ membuat kedua orang itu tersentak kaget.
"Aku sudah di sini sejak kalian berpelukan" lanjutnya seolah-olah tau apa yang akan ditanyakan oleh kedua orang itu.
"Jadi?"
"Ayah kenapa ayah ga jujur aja udah sembuh? Haish aku kesal dengan ayah" ujar nathan seraya menghela nafas pelan.
__ADS_1
"Dan mom juga, mom kenapa nyamar?" lanjutnya dengan nada kecewa.
Anata menghela nafas kasar dan membawa kedua orang itu menuju kamarnya.
"Biar aku aja yang jelasin" ucap adnan dengan tangan yang menggenggam tangan anata.
Anata menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan adnan untuk menjelaskan semuanya. Sedangkan nathan hanya diam dan menunggu penjelasan dari sang ayah.
"Sebenarnya ayah sudah sembuh sejak selesai di operasi hari itu, dan karena operasi itu juga ayah hilang ingatan selama belasan tahun terakhir. Tapi karena bundamu, ayah jadi mengerti apa yang terjadi meski ayah sendiri tak ingat apa-apa. Dan sekarang kami berdua sedang merencanakan sesuatu untuk mengambil apa yang seharusnya milik kami, karena menurut prediksi ayah dan bundamu auntymu itu sangat cerdik dan penuh teka-teki. Dan yaa…"
"Dan bunda sengaja menyamar menjadi pembantu agar dapat masuk ke ruang kerja tante nita dan mengambil dokumen-dokumen rahasia yang mungkin bisa menghancurkan tante nita gitu?" potong nathan yang seolah-olah tau dengan apa yang mereka rencanakan.
"Kamu memang anak kami nak" puji adnan dengan senyum smirk miliknya.
"Maaf jika kami mengecewakan mu nak" ucap anata yang merasa bersalah.
"Ya, lalu bagaimana dengan tari? Bukankah dia harus tau ini?" tanya nathan yang teringat dengan sang adik.
"Menurut aku sih tari juga harus di kasih tau, bagaimana dengan mu yah?"
"Tari udah tau duluan sayang, tak usah mengkhawatirkan dia" ucap adnan yang membuat anata dan nathan menatapnya heran.
"Kok bisa?"
"Tari aku kasih tau sejak tadi malam. Dia adalah orang yang paling mudah aku temui sendiri di bandingkan dengan nathan" ujarnya dengan santai.
"Haish kau tidak memberi tahu ku" kesal anata seraya pergi meninggalkan adnan dan nathan.
"Lah kok aku di tinggal sih?" gumam nathan yang ikut menggelengkan kepala.
......................
"Bun, hari ini nathan gakan masuk kantor" ucap nathan yang membuat anita dan zola heran.
"Kenapa?"
"Nathan pengen di rumah aja"
"Ya udah, kami duluan. Nanti antarkan adikmu bersama supir" ujar anita seraya pergi bersama zola.
"Kamu ga ikut ke kantor nak?" tanya adnan yang melihat nathan hendak kembali masuk.
"Eh iya nih yah, kapan-kapan lagi kita bisa ngumpul kayak gini" ujar nathan yang riang karena dapat berkumpul dengan keluarganya yang sebenarnya.
"Yah padahal ayah sama bundamu mau ke perusahaan" ucap adnan yang tak mengira hal ini dapat terjadi.
"Yahh, gimana dong?" tanya nathan dengan lesunya.
"Gapapa kita bisa libur dulu kok nak" ucap anata seraya tersenyum manis pada putra sulungnya.
__ADS_1
"Aaaa makasih mom"
Seketika nathan berhamburan ke pelukan sang bunda, dan anata pun membalas pelukan itu.
"Ic to pelutan nda ngaja athu?" kesal tari yang tiba-tiba berada disitu.
Translate : Ish kok pelukan ngga ngajak aku?
"Jangan kamu, ayah aja yang daritadi di sini ga ngajak berpelukan" cemberut adnan yang membuat nathan dan anata terkekeh.
"Sini dong, kita berpelukan" ucap anata yang langsung mendapatkan pelukan dari kedua orang tersayangnya.
Usai beberapa saat, pelukan itu pun terurai.
"Gimana kalo hari ini kita liburan?" saran adnan yang langsung di sambut riang oleh ketiganya.
......................
"Aaaa sudah lama sekali aku tidak ke vila ini" ucap anata seraya menghirup udara segar di sana.
Tari dan nathan yang baru tahu ada tempat seindah itu pun terpukau dengan keindahannya. Mereka berdua saling berfoto ria dengan adnan yang menjadi fotografer nya.
"Sayang apakah anita tidak akan mencurigai kita jika kita menginap disini?" tanya anata dengan nada pelan pada adnan.
"Tenang saja, dia akan pulang seminggu lagi" ucap adnan dengan seutas senyum tipis.
Anata hanya menganggukkan kepalanya dan menggiring anak-anaknya untuk masuk ke dalam karena sepertinya hujan akan turun.
"Yahh bunda, padahal tita macih betah buat foto-foto loh" cemberut tari dengan kedua tangan yang melipat di dada.
"Kan foto-fotonya bisa besok sayang, kita akan menginap disini sampai enam hari ke depan loh!!" ujar anata yang mampu membuat senyum tari terbit seketika.
"Yeay makasih bunda" riang tari yang membuat anata tersenyum lebar.
"Coba bilang makasih lagi sayang" ucap anata yang ingin memastikan apa yang ingin ia dengar.
"Makasih bunda" ucap tari yang mulai fasih berbicara.
Seketika anata memeluk tari dengan eratnya karena bahagia. "Putriku ternyata mulai dewasa" tangisnya dengan haru.
"Loh kalian kenapa berpelukan?" tanya adnan yang baru saja membersihkan tubuhnya bersama nathan.
"Tari udah bisa bicara dengan lancar loh yah!!" seru anata riang.
"Oh ya?"
Adnan langsung menghampiri tari dan menggendongnya. Sesekali ia mengajak tari mengobrol. Dan ternyata benar!! Tari semakin lama semakin fasih berbicara!!
"Kalo udah pinter bicara gini, pertanda tari dan nathan udah siap jadi kakak!!"
__ADS_1
Bersambung~