Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
51 (Revisi)


__ADS_3

Sore hari menjelang.


Bunda nana yang sudah menyelesaikan urusannya pun langsung pergi ke ruangan gerry untuk menjemput adnan.


Sesampainya disana ia di sapa oleh para staf yang baru saja hendak pulang. Ia membalas sapaan seluruh karyawan dengan denyuman manis miliknya.


tok tok tok


Bunda nana mengetuk pintu ruang kerja gerry dengan perlahan. Beberapa detik kemudian pintu itu terbuka dan menampakkan adnan.


"Hai nanan, mau balik ke ruangan nana sekarang?" tanya bunda nana pada adnan.


Adnan langsung mengangguk tanpa berpikir sambil tersenyum manis pada sang istri.


"Ya udah, tapi pamit dulu sama pak gerry yaa" tutur bunda nana yang lagi-lagi di angguki adnan.


Adnan dan bunda nana masuk bersamaan. Alangkah terkejutnya bunda nana ketika melihat gerry sedang terkulai lemas di kursi kebesarannya.


"Pak gerry kenapa?" tanya bunda nana yang heran karena sebelumnya pak gerry masih baik-baik saja.


"Ga tau nih bu, daritadi perut saya sakit terus" jawab gerry jujur.


"Ouh gituu, ya udah hari ini bapak ga usah lembur. Istirahat di rumah aja. Biarkan sekertaris bapak saja yang mengerjakan" ujar bunda nana yang iba pada musuh dalam selimut nya.


"Beneran bu?" tanya pak gerry dengan mata berbinar-binar karena dapat pulang cepat dan bisa membelanjakan hasil korupsinya.


Bunda nana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Kami pamit ya pak, permisi" pamit bunda nana seraya menarik tangan adnan.


Bunda nana dan adnan pergi meninggalkan ruangan gerry dan menuju ruangan rahasia.


Di lift


"Adnan kok pak gerry bisa gitu? Kamu apain?" tanya bunda nana lemah lembut pada suaminya.


"Enggak tau, tadi kan pak gerry nangis nah adnan kasih permen deh eh tapi dia langsung mules dan adnan kira dia sakit perut" cerita adnan pada istrinya.


Seketika bunda nana menerka-nerka apa yang terjadi dan mengusap kepala adnan. "Uh kamu tuh yah, paling jago bales perbuatan orang" ucap bunda nana seraya tersenyum smirk.

__ADS_1


Adnan tersenyum menanggapi pujian istrinya. Hanya istri dan anaknya saja yang selalu memuji nya sedangkan orang lain? tak pernah sekali pun mereka memuji adnan yang ada mereka selalu menghuj*t dan mem*ki adnan.


Tak berselang lama lift pun terbuka.


Kini mereka telah berada di lantai dasar karena mereka berniat membeli makanan. Tentu saja bunda nana memakai masker dan penyamaran yang cukup tebal supaya tak ada yang mengenalinya.


Mereka berdua berjalan berbarengan dengan @dnan yang selalu mengoceh. Namun karena tak memperhatikan jalan adnan menabrak seseorang yang berpenampilan seperti manajer.


"Woy jalan tuh hati-hati" bentak orang itu.


Adnan hanya menatap pada bunda nana dengan mata berkaca-kaca sedangkan bunda nana memperhatikan orang itu.


'Shiera alvendra adik bungsunya kak adnan' batin bunda nana seraya terus memperhatikan wajah itu.


"Heh lo? Sejak kapan lo kerja disini? Mana culun lagi iuh" maki shiera


"E-eh itu, saya cuman OG aja disini kak" bohong bunda nana seraya menggenggam lembut tangan Adnan.


"Oh , lu juga OB?" tanya shiera seraya menunjuk adnan.


Adnan menatap istrinya yang mengangguk dan ikutan menganggukkan kepalanya.


Kening bunda nana mengkerut sedangkan adnan ia hanya diam karena tak mengerti dengan setiap kata yang keluar dari mulut shiera.


'Oh ternyata keluarga alvendra sejak bangkrut kerja di perusahaan ini' batin bunda nana seraya memikirkan ide licik untuk membalas dendam pada keluarga yang telah membuang suaminya.


"Kenapa kamu ga suruh kami ke ruang hrd aja bu manajer?" tanya bunda nana yang ingin membuat shiera dan pamannya di depak dari perusahaan.


"Oh kamu nantangin ya , ayo kita ke ruang HRD"


Shiera langsung menarik tangan bunda nana dan adnan menuju ruang HRD yang berada di lantai dua. Bunda nana hanya tersenyum licik tanpa sepengetahuan siapa pun.


'Aku pastikan kau di pecat secara tak hormat oleh perusahaan ini, untung saja aku menerapkan peraturan untuk mengharga sesama karyawan disini' batin bunda nana tertawa jahat.


Tak berselang lama mereka pun sampai di ruang HRD. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu shiera langsung menyelonong masuk.


"Huaa paman"

__ADS_1


Shiera mengeluarkan jurus aktingnya membuat bunda nana terperangah di buatnya.


"Kenapa nak?" tanya pamannya shiera.


Paman shiera sangat menyayangi shiera karena ia adalah satu-satunya anak yang sangat mirip dengan keponakannya yang di culik belasan tahun yang lalu.


Sampai sekarang paman shiera terus mencari keponakannya meski gaji nya akan terkuras banyak.


"Wanita itu telah mendorong ku paman" adunya bohong.


Bunda nana menatap tajam pada shiera dan tersenyum ramah pada pamannya shiera.


"Apakah itu benar?" tanya paman shiera yang bernama rendy dengan ramah dan lemah lembut.


Bunda nana menggelengkan kepalanya pertanda jika dia tak mendorong shiera. "Dia bohong pak, tadi teman saya ini tanpa sengaja menabrak ibu manajer tapi ibu manajer malah menghina kita" jelas bunda nana seadanya.


"Oh begituu atas nama shiera saya meminta maaf ya nak" ucap paman eendy pada bunda nana tanpa menanyakan di bagian mana ia berada.


Paman rendy menghela nafas kasar setelah meminta maaf pada bunda nana dan menatap tajam keponakannya. "Nak sampai kapan sih paman harus menutup sifat burukmu? Semakin lama kamu semakin begini maka kamu akan segera di pecat, ubahlah sifat burukmu nak karena paman sudah tak bisa berbuat apa-apa jika asisten CEO mengetahui ini" ujar paman rendy seraya duduk di sofa yang berada di ruangannya.


Shiera menghentak-hentak kan kakinya karena kesal dan menatap bunda nana dengan tatapan tajam. Sedangkan yang di tatap hanya acuh saja.


"Nana itu kan pamannya adnan" bisik adnan di telinga bunda nana.


Bunda nana tak terkejut sama sekali dengan ingatan adnan yang hanya akan mengingat orang-orang yang baik padanya saja tetapi ia lebih terkejut karena selama ini shiera di lindungi pamannya walau tak sepenuhnya.


"Kamu mau ngobrol sama paman sayang?" tanya bunda nana di telinga adnan.


Adnan mengangguk dengan semangat karena ia telah sangat merindukan pamannya.


"Baiklah, kita makan dulu karena kamu telat makan tadi. Setelah itu kita akan menemui pamanmu oke" ucap bunda nana yang langsung di angguki adnan.


"Oh iya bu manajer dan pak HRD kalian berdua di panggil sama asisten dan sekertaris CEO tadi" ucap bunda nana yang hendak memecat shiera dan memberikan kejutan pada paman rendy.


"Oh iya? Baiklah kami akan ke sana"


Paman rendy langsung menarik keponakannya menuju lantai di mana khusus lantai petinggi perusahaan. Sedangkan bunda nana dan adnan mereka pergi keluar dan mengisi perut mereka sebelum kembali ke ruang rahasia.

__ADS_1


Bersambung~



__ADS_2