
Sontak ucapan warga itu membuat nathan tersadar bahwa saat ini ia hanya menggunakan kimono saja. Sedangkan luna? Luna juga bertelanj*ng karena baru saja nathan balurkan sebuah racikan khusus.
"Hahhhh"
Nathan menghela nafas panjang, pantas saja para warga mengira dia kumpul kebo padahal ia tak melakukan itu.
"Terus sekarang saya harus bagaimana?" tanya nathan yang sudah terjebak keadaan.
"Bagaimana kalo kita nikahkan mereka saja pak?" usul salah satu warga yang langsung di setujui oleh warga lainnya.
Seketika nathan melotot mendengar ucapan warga-warga itu. Menikah? Yang benar saja.
"Tidak pak, saya tidak mau menikah" tolak nathan secara langsung.
"Kenapa? Toh pak nathan seorang duda" ucap salah satu warga.
"Karena agama kami yang berbeda" jawab nathan seraya tersenyum miris.
Andai saja dia dan luna memiliki keyakinan yang sama, mungkin ia akan mempersunting luna secepatnya. Apalagi luna yang kini mengandung anaknya.
Warga yang berada di sana pun seketika terdiam.
"Kalau begitu, sebaiknya teman pak nathan suruh pergi saja" ujar pak rt yang tak secara langsung mengusir luna.
__ADS_1
"Dia sedang sakit, tak mungkin dia pergi dari rumah ini dalam keadaan sakit" ujar nathan yang tak mau kehilangan luna dan calon anak-anaknya.
"Kalau begitu, salah satu dari kalian harus berpindah keyakinan!! Saya tak mau warga di sini kena bencana karena ulah pak nathan"
"Kalau kalian mau nya seperti itu, maka saya yang akan pindah keyakinan" ujar luna yang terbangun karena suara warga yang menurutnya bising.
Para warga menganggukkan kepalanya dan berjanji akan membantu proses pernikahan nathan dan juga luna.
Setelah kepergian warga
"Apa kau yakin akan mengikuti keyakinan ku?" tanya nathan yang ragu.
"Tidak apa-apa, lagipula aku tak percaya tuhan" ucap luna yang membuat nathan kaget karena di dokumen tak ada keterangan itu.
Rupanya luna seorang atheis!!
......................
Pernikahan nathan dan juga luna berjalan dengan lancar di gereja.
Luna yang memang tak mengenal tempat itu pun seketika terpesona karena tempat itu sangat damai. Tapi entah mengapa, hati luna bergetar dan memikirkan masalalunya.
Apakah selama ini ia hidup menderita karena ia yang tak percaya tuhan? Atau memang itu sudau takdir? Pikir luna seraya menunduk.
__ADS_1
Acara itu berjalan lancar hingga beberapa jam kemudian warga berbubaran meninggalkan pengantin baru itu. Laura yang melihat sang ayah dan mamanya sudah bersatu pun tersenyum bahagia dan memeluk keduanya.
"Laula sayang mama papa" ucapnya dengan senyum manis.
"Papa juga sayang laura"
"Mama juga sayang laura"
Singkat cerita, kini mereka kembali ke rumah dan hendak bersiap-siap untuk tidur.
"Mama, papa laula pengen tidul sama kalian" pintanya dengan tatapan pupy eyes.
Luna yang awalnya gugup akan tidur berdua dengan nathan pun menghela nafas lega karena laura akan tidur bersama mereka.
"Boleh nak, apa sih yang ga boleh buat anak mama" ucap luna seraya tersenyum lembut.
Sedangkan nathan hanya menyimak kedua anak dan ibu itu.
"Apa kalian tak akan tidur?" tanya nathan yang sudah bosan menyimak canda tawa kedua perempuan di hadapan nya.
"Nda" jawab keduanya bersamaan membuat nathan langsung memeluk tubuh laura membuat tubuh putri kecilnya itu berbaring di tempat tidur.
"Sudah bercandanya, besok aja di lanjutin nya. Kasian dedek bayi di perut mama udah ngantuk" ujar nathan memberi alasan supaya laura tidur dengan cepat.
__ADS_1
Luna yang mendengar ucapan nathan sontak memegang perutnya. Apakah suaminya bisa menerima anak yang sedang di kandungnya?
Bersambung~