Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
30(Revisi)


__ADS_3

Satu tembakan tepat mengenai dada putri Evelyn. Arya dan zion sama-sama kaget ketika melihat kakaknya yang sedang memegang dadanya.


"Kakak" pekik keduanya kaget.


Nathan yang mendengar zion memanggil seseorang dengan panggilan kakak pun mendongak dan menatap seorang wanita cantik yang sedang menahan sakit di dadanya.


"Apakah itu bundaku?" tanya nathan dengan suara yang pelan namun terdengar oleh putri evelyn.


Putri evelyn tersenyum tipis pada nathan meski nathan tak bisa melihat senyum itu.


Bruk


Putri evelyn langsung ambruk pingsan sementara zion sudah berlari mencari pelaku yang telah menembak kakaknya tanpa perintah darinya. Dengan sigap arya menurunkan nathan dari gendongannya dan menggendong sang kakak ala bridal style mengingat jika sang kakak anti di sentuh oleh lawan jenis.


"Pengawal" panggil arya dengan suara menggelegar.


Sebagian pasukan arya yang sudah menghabisi lawannya pun langsung mendatangi arya dengan pormasi mereka.


"Siap tuan muda" ucap mereka serempak.


"Gendong keponakan ku dengan hati-hati. Jika kenapa-kenapa tangan kalian yang akan ku potong" ucap arya dengan nada dinginnya.


Arya membopong tubuh putri evelyn menuju parkiran dan di susul dengan para pengawal yang salah satunya menggendong nathan yang masih ketakutan. Pengawal itu memasukan nathan ke dalam mobil di samping arya yang masih memangku tubuh putri Evelyn.


"P-paman" panggil nathan dengan suara gemetaran.


Arya menoleh ke arah nathan dan tersenyum hangat. "Kenapa sayang?" tanya nya dengan suara yang sangat lembut membuat supir yang duduk di depan kemudi tersedak ludahnya sendiri mengingat tuannya itu yang selalu datar dan bermulut tajam.


'Apakah ini sifat asli tuan muda? Wahh aku tak menyangka bahwa tuan muda akan selembut ini padahal biasanya tuan datar dan mulutnya tajam' batin supir itu.


"Jangan mengomentari ku" tegas arya yang seolah-olah tahu jika supir itu tengah mengomentari nya meski dalam hati.


Supir itu gelagapan karena ketahuan mengomentari tuannya. Sedangkan arya kembali fokus pada nathan yang gemetaran.

__ADS_1


"Terimakasih telah menyelematkan aku" cicit nathan.


"Iya sama-sama. Oh iya perkenalkan nama paman Arya" ucap arya sambil mengulurkan tangan.


Dengan gemetaran nathan menyambut tangan itu. "n-nathan" cicitnya lagi.


Arya hanya tersenyum dan kembali menatap sang kakak yang sedang berbaring lemah di pangkuannya.


"Kak bertahan lah karena sebentar lagi impianmu untuk bersama suami dan anak-anak mu akan terwujud" lirih arya sambil mengelus pipi mulus sang kakak.


Nathan yang awalnya penasaran dengan sosok wanita itu pun mulai memberanikan diri untuk bertanya. Apalagi mengingat wanita itu telah ikut menyelamatkannya membuat nathan semakin penasaran dengan sosok wanita itu.


"Paman siapakah wanita itu? Dan siapa paman? Mengapa paman menyelamatkan ku?" tanya nathan memberanikan diri untuk bertanya.


Arya menoleh ke arah nathan lagi dan menggenggam tangan kecil nathan. "Jangan takut aku tak akan melukaimu" ucap nya menenangkan nathan.


Nathan hanya mengangguk kecil saja dan tak memberontak. Sedangkan arya yang merasa tangan nathan sudah tak gemetaran lagi langsung menghela nafas lega.


"Paman adalah adik tiri dari paman zion" ucap arya mulai memperkenalkan diri secara rinci. "Dan yang berada di pangkuan paman adalah bundamu. Putri annata evelyn lukyanova" lanjut arya memperkenalkan kakaknya.


"B-bunda".


Nathan menggenggam tangan dingin milik sang bunda dengan penuh kelembutan dengan mata yang terus mengeluarkan air. Nathan sangat senang dapat menemukan ibundanya namun juga nathan sedih karena dipertemukan nya dengan ibundanya membuat bundanya terluka.


Arya menghapus air mata dari keponakannya itu. "Udah jangan cengeng. Perasaan kata anak buah paman keponakan paman ini anti nangis dan selalu dewasa. Kok sekarang jadi kayak anak kecil banget?" ujarnya dengan nada yang tampak meledek.


Nathan hanya tersenyum kecil sambil menatap pamannya. "Aku menjadi dewasa sebab tak ada yang mengurus ayah dan adikku" jujur nathan.


Arya terhenyak kaget. Bukankah sang kakak sudah menitipkan keluarganya pada seseorang? Mengapa bisa tak ada yang mengurus mereka?


"Hm baiklah aku mengerti" ucap arya dengan nada dinginnya membuat nathan kaget dengan perubahan sikapnya.


Tak berselang lama mobil itu pun terparkir sempurna di depan rumah sakit LV Hospital. Dengan sigap arya kembali membopong tubuh putri evelyn dan menaruhnya di atas brangkar.

__ADS_1


Brangkar itu di bawah oleh para suster menuju UGD. Sebelum masuk ke UGD arya menahan tangan salah satu dokter yang akan menangani putri Evelyn.


"Selamatkan kakakku atau nyawamu yang melayang" tegas Arya dengan nada dinginnya.


glek


Dokter itu bersusah payah menelan ludahnya dan mengangguk kecil. Dokter itu langsung masuk ke dalam ruangan UGD setelah di lepaskan arya.


Tak berselang lama salah satu pengawal datang dengan membawa nathan di gendongannya. Dengan sigap arya mengambil alih gendongan nathan.


"Kamu boleh pergi" ucap arya dengan tegas.


Dengan cepat pengawal itu menunduk hormat dan pergi meninggalkan mereka. Arya duduk di salah satu kursi tunggu yang di sediakan oleh rumah sakit.


"Paman apakah bunda akan selamat?" tanya nathan pada Arya.


Arya yang tak tahu ingin menjawab apa hanya diam dan tak menggubris nathan yang terus bertanya tentang keselamatan bundanya.


"Hiks hiks bunda akan pergi lagi" tangis nathan yang menganggap diamnya arya adalah perginya sang bunda.


Arya langsung menyumpal mulut nathan dengan telapak tangannya. "Doain bundamu aja biar selamat. Masalah pertanyaan kamu paman tak tahu jawabannya" ujarnya dengan nada suara yang kembali hangat.


Nathan menganggukkan kepalanya dan berdoa sesuai agama yang di anut sang ayah (sesuai penyelidikan nathan bersama buna ara).


"Bagus. Sekarang kita tinggal tunggu bunda mu yaa. Sambil menunggu kita obatin luka mu oke" ujar arya yang langsung mendapat gelengan kepala dari nathan.


"Ngga mau paman nanti dokternya mukul aku lagi" lirih nathan dengan tubuh yang kembali bergetaran karena takut.


Entah kebetulan atau bagaimana seorang pria dengan style yang sama persis dengan style zion lewat di depan nathan dan arya membuat nathan histeris dan tak lama ambruk pingsan.


Arya menggendong sang keponakan dan berteriak memanggil dokter. Beruntung salah satu dokter perempuan yang kebetulan lewat pun menghampiri arya dan menyuruh arya untuk membawa nathan masuk ke dalam UGD.


Bersambung~

__ADS_1



__ADS_2