
Di rumah adnan
Setelah kepergian nathan dan yang lainnya, adnan yang sudah bosan diam di rumah pun merengek pada semua orang yang berada di rumahnya.
Dika yang kebetulan akan keluar rumah bersama babby divan yang sedang rewel pun langsung menyetujui ajakan adnan tanpa pikir panjang.
Di sinilah mereka berada. Di sebuah taman yang cukup luas dengan cahaya matahari yang hangat.
Adnan berlari-lari ke sana kemari seperti anak kecil membuat para pengunjung menatapnya dengan tatapan mencemoh kan.
"Ih liat tuh ganteng-ganteng tapi sayang kelakuannya kek anak kecil" ucap salah satu pengunjung dengan nada yang cukup keras sehingga terdengar oleh dika dan adnan.
"Hush ga boleh ngomongin orang, gitu-gitu dia single parents loh" tegur salah satu tetangga baru Adnan.
"Iya tau. Dia kan ditinggalin istrinya gara-gara dia yang selalu bergantung ke istrinya" ujar ibu-ibu yang memang sering menghibahkan tentang rumah tangga orang.
Adnan yang mendengar itu pun tidak terima dan menghampiri kumpulan ibu-ibu itu.
"Kalo ngomong tuh jangan sembarangan yaa. Nana nda pernah ninggalin adnan gara-gara itu. Nana ga mungkin begitu" bentak adnan yang tak terima dengan gibahan tetangga julidnya.
Bi Surti yang kebetulan lewat di taman itu dan mencuri dengar pun menghampiri mereka.
"Nana tuh emang sengaja ninggalin kamu toh kamu yang bergantung terus ke dia" ujar bi surti yang sudah gatal ingin mengumbar-umbar aib adnan dengan sedikit dikurangi dan di lebihkan.
"Tau ga bu, masa si nana pernah ngaku-ngaku ke saya dia seorang tuan putri padahal kita kan tau dia cuman orang biasa dan anak yatim-piatu" ujar bi surti lagi.
"Wah ga nyangka ya luarnya doang polos dalemnya tukang bohong" ucap tetangga baru adnan.
"Iya mungkin si nana ngaku-ngaku gitu biar ga ketahuan selingkuh kali" ucap ibu-ibu yang satunya lagi.
"Cukup-!! Nana itu nda gitu tau. Nana wanita baik-baik dan setia nda mungkin dia selingkuh dari adnan" pekik adnan tak terima.
"Yeh kalo saya jadi si nana juga bakal sama. Siapa coba yang mau jadi istri dari orang yang kagak punya kerja. Boro-boro punya kerja baca buku juga ga bisa" ujar bi Surti yang kembali meledek Adnan.
Dika yang mendengar suara adnan yang mulai histeris pun langsung menghampiri kumpulan itu membuat semua ibu-ibu langsung terpana dengan ketampanan yang di miliki dika.
"Ini ada apa ya ibu-ibu?" tanya dika dengan ramahnya.
"Mas situ orang bule ya? ganteng banget" bukannya menjawab salah satu ibu-ibu malah balik bertanya.
Dika geleng-geleng kepala dengan tingkah para ibu-ibu itu dan menarik tangan adnan untuk pergi dari sana.
"Saya dan kakak saya permisi ya bu" pamit dika dengan sopan sambil menjauh bersama adnan yang masih nampak masih emosi.
__ADS_1
Beruntung babby divan sedang anteng sehingga membuat dika tak terlalu kerepotan.
Ibu-ibu itu mengangguk saja sebagai jawaban. Namun tak berselang lama mereka semua tercengang dengan kata yang di lontarkan Dika.
Kakak?
Para ibu-ibu menggelengkan kepalanya tak percaya dengan yang didengarnya. Bahkan salah satu ibu-ibu yang berniat untuk menjodohkan anaknya dengan pria itu langsung mengurungkan niatnya.
"Apa dia sama-sama bodoh kayak si mister bodoh ya?" tanya ibu-ibu yang ingin menjodohkan anaknya.
Mister bodoh? Ya mister bodoh adalah julukan Adnan di sekitar situ. Karena setahu mereka adnan adalah pria yang bodoh membuat para ibu-ibu lebih suka memanggilnya dengan julukan mr. bodoh ketimbang dengan panggilan si bodoh.
"Kayaknya sih nggak deh. Si mister bodoh kan ga bisa sesopan itu tapi cowok tadi sopan banget. Bahkan kayaknya dia juga punya kerjaan" ujar bi surti yang memperhatikan penampilan dika.
"Udah lah bu mending kita lanjutin ngeghibahnya nanti aja. Waktu arisan biar kita bisa sambil ngemil" lerai salah satu ibu-ibu sambil beranjak pergi.
Para ibu-ibu yang berkumpul langsung mengangguk dan berbubaran.
..................
Di sekolah tempat tari dan airin menimba ilmu.
triiiing
Airin yang biasanya suka pergi ke kantin dengan membawa para sahabatnya pun tak pergi lagi ke kantin karena uang jajannya yang turun drastis.
Beruntung airin telah di bekalkan sebuah bekal sehingga membuat nya tak terlalu kelaparan. Tari yang memang sudah biasa diam di kelas atau diam di taman tak banyak bicara dan menikmati bekal yang dibawanya.
"Loh kenapa ailin nda ke kantin?" tanya seorang anak perempuan yang sering di traktir oleh airin.
"Nda coalnya uang jajan athu abic di thulanin" jujur airin seraya tersenyum.
"Hey kamu,jangan mau bergaul sama si airin deh toh dia udah miskin sekarang" ujar seorang murid yang berada di depan kelas.
"Emangnya miskin kenapa?" tanya rey yang tak tahu dengan apa yang terjadi.
"Ortu nya tuh pisah dan dia sekarang numpang di rumah tari haha" ujar murid yang di depan kelas karena dia tahu dari sang ayah yang merupakan rekan bisnis daddy axelo.
"Terus kalo tau gitu kita harus ga berteman sama airin gitu?" tanya ray dengan nada dinginnya.
Seketika murid yang menghampiri airin dan yang di depan kelas langsung lari menuju ke luar kelas.
"Lay hebat banet bica bithin meletha pelgi" ucap tari yang sedari tadi diam dan menikmati bekal miliknya.
__ADS_1
Ray menggeleng-gelengkan kepala melihat mulut tari yang berlepotan dengan selai cokelat. Rey mengelap selai itu dengan jari jempolnya dan memasukkan jarinya ke dalam mulutnya.
"Iuh Ray jorok" ucap rey yang menatap kembarannya dengan tatapan jijik.
"Manis" ucap ray yang mampu membuat pipi dan telinga tari memerah seketika.
"Iya manic olang celai cothelat" celetuk airin yang tak tahu bahwa ray sedang menggombal.
"Pintell" puji tari sambil mengacungkan jempol nya ke atas.
"Athu emang pintell" ucap airin sambil membusungkan dadanya.
"Ich combong entang-entang tadi di puji pintell" ujar tari sambil mengerucutkan bibir mungilnya membuat ray gemas sendiri.
Sedangkan airin dan rey yang melihat tingkah tari jadi geli sendiri.
..............
Di kampus tempat nathan mengajar.
Tok tok tok
Pintu ruangan nathan di ketuk oleh salah satu security yang menjaga kampus tempat nathan mengajar.
"masuk" sahut nathan.
Mendengar sahutan dari nathan security itu pun lantas masuk ke dalam ruangan nathan.
"Maaf dosen nathan, di depan gerbang kampus ada beberapa orang pria yang mencari anda" ucap security itu.
Nathan mengerutkan keningnya karena sebelumnya hal ini tak pernah terjadi.
"Baiklah saya akan ke sana sekarang, terimakasih ya pak" ujar nathan seraya bangkit dan membereskan barang-barang miliknya.
Security itu mengangguk dan pamit untuk kembali ke tempat nya.
Setelah barang-barang nathan beres, ia bangkit dan pergi menuju gerbang kampus dan berniat untuk menemui orang-orang yang mencarinya dan hendak pulang karena jam mengajarnya sudah habis.
Setibanya di depan gerbang nathan tak menemukan siapapun di sana dan ia pun berniat untuk pulang saja menggunakan taksi yang akan dipesannya lewat online. Namun...
grep
Bersambung~
__ADS_1