
Sontak ucapan buna ara membuat jantung bunda nana berdegup kencang. Apakah mafia king akan mengenalinya sebagai anata? batin bunda nana bertanya-tanya.
"Mafia king? Hm ku rasa dengan meminta bantuan mereka pasti kita menang" ujar arya yang menghitung semua frekuensinya.
Bunda nana berpikir sejenak sambil melirik adnan yang tampak biasa saja.
Mungkin ini adalah jalan yang terbaik pikir bunda nana.
"Tapi kita mustahil menemui mafia king karena keberadaan mereka yang tak di ketahui orang-orang selain anggota mereka" ujar zion yang membuat buna ara berpikir sejenak.
"Tak apa-apa biar aku saja yang menemui mereka. Kalian lanjut kan saja rencana selanjutnya" ucap bunda nana seraya beranjak.
Tentu saja ucapan bunda nana membuat semua orang menatapnya dengan penuh curiga namun sebisa mungkin bunda nana bersikap tenang.
"Adnan anterin nana yuu" pinta bunda nana.
Tanpa sepatah kata apapun adnan bangkit dari duduknya dan berjalan bersama bunda nana menuju suatu tempat.
......................
45 menit kemudian mereka sampai di tengah hutan yang tampak menyeramkan.
Tubuh adnan seketika menggigil ketakutan melihat sekeliling yang sangat sepi.
"Na kita mau kemana?" tanya adnan gemetaran dengan tangan yang terus menempel pada bunda nana.
"Adnan udah lupa sama jalan ini?" bukannya menjawab bunda nana malah bertanya kembali.
Adnan menjawabnya dengan gelengan kepala membuat bunda nana menghembuskan nafas kasar.
"Nah sampai" ucap bunda nana tiba-tiba ketika mereka berada di depan rumah yang cukup sederhana namun besar.
"Ini rumah siapa na?" tanya adnan yang takut untuk masuk ke dalam.
"Ini markas adnan, ayo masuk" ajak bunda nana seraya menarik tangan adnan.
Adnan yang ketakutan berusaha memberontak namun ketika melihat salah satu orang yang sangat ia kenali ia tak memberontak kembali.
"Paman ali" seru adnan ketika melihat paman angkatnya.
Pria paruh baya itu menoleh ke arah bunda nana dan adnan. Senyum manis dari bibirnya langsung berkembang ketika melihat sepasang pasutri yang telah lama tak mengunjunginya.
"Hai duo nanan" sapa paman ali dengan panggilan kesayangan yang ia juluki pada pasangan itu.
"Hai juga paman" balas adnan dan bunda nana.
__ADS_1
"Tumben kalian ada disini, ada perlu apa hayo?" tanya paman ali yang tahu bahwa kedua keponakan angkatnya itu mempunyai perlu dengannya.
"Nda tahu paman itu nana yang ngajak kesini, adnan mah ga punya niat kesini, tempatnya terlalu serem hiiii" ujar adnan seraya bergidik ngeri.
"Kamu sendiri yang milih kamu juga yang ketakutan, aneh" cibir paman ali yang membuat bunda nana terkekeh.
"Paman dia sudah melupakan banyak hal, hanya orang-orang yang sangat ia sayang aja yang bakal ia ingat dan salah satunya itu paman" jelas bunda nana.
Paman ali memangut-mangut mengerti dan merengkuh bahu adnan. "Ga usah takut ada paman" ucapnya pada adnan.
"Oh ya paman, nana kesini mau manggil mafia king buat bersatu lagi paman" ucap bunda nana menyampaikan tujuannya kemari.
"Emangnya buat apa kamu ngumpulin mafia king?" tanya paman rendy dengan nada yang mengintimidasi.
"Keluarga nana di ganggu sama mafia sebelah makanya nana butuh bantuan kalian"
"Mafia sebelah mafia sebelah emangnya tetangga sebelahan" cibir paman ali yang di balas dengan deretan gigi putih bunda nana.
"Ya udah ayo masuk" ajak paman ali seraya merengkuh bahu kedua keponakan yang telah membantunya bertahun-tahun lalu.
Paman ali membawa kedua keponakannya itu menuju ruang bawah tanah dimana semua anggota mafia sedang menjaga tahanan mereka.
"Ih paman ngeri" ucap adnan bergidik ngeri ketika melihat tahanan-tahanan yang memiliki wajah maupun badan yang mengenaskan.
Paman ali tak menggubris perkataan keponakannya dan malah berteriak menginterupsi para mafia.
"Siap laksanakan" balas para mafia seraya kocar-kacir melaksanakan intrupsi asisten bos mafia.
"Ok hari ini kita kedalam queen and king mafia yang bakal menyatukan kita sebagai mafia king lagi. Buat rencana-rencana nya bakal di jelaskan oleh queen mafia kita. Silahkan na" ujar paman ali sebelum menarik adnan untuk duduk di salah satu kursi.
Bunda nana menganggukkan kepalanya dan menjelaskan semua yang terjadi dan apa yang akan di lakukan oleh para mafia.
Usai selesai menjelaskan bunda nana mendekati adnan sedangkan para mafia bersorak gembira karena mendapatkan tugas setelah sekian lama diam dan bermain dengan para tahanan.
"Rencananya akan kita mulai besok pagi saja oke" ucap bunda nana lagi.
"Baik queen" ucap para mafia serempak.
Bunda nana tersenyum tipis kemudian ia mengajak adnan untuk kembali. Namun adnan yang terus menempel pada paman ali menggelengkan kepalanya tak mau pulang dan ingin tetap bersama pamannya.
"Paman ikut aja lah daripada adnan ga mau pulang" ucap bunda nana yang menyerah untuk membujuk adnan.
"Hm baiklah, sebentar paman siap-siap dulu" putus paman ali yang diangguki bunda nana.
"Adnan tunggu disini paman mau ke kamar dulu" ucapnya seraya berjalan menuju ujung lorong.
__ADS_1
Berselang beberapa menit paman ali kembali dengan baju santai miliknya. Mereka bertiga pun langsung meluncur ke perusahaan LV company.
......................
"Bund tu ciapa?" tanya tari menunjuk paman ali yang sedang di tempeli ayahnya.
"Itu kakek sayang" ucap bunda nana seraya mengusap lembut kepala tari.
Tari menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kakeknya.
"Hai te!! athu tali cucu thate ang imut nan lucu" sapa tari pada kakeknya.
Translate : Hai kek!! aku tari cucu kakek yang imut nan lucu
"Bukan imut tapi amit-amit kamu mah" celetuk angkasa yang membuat mata tari berkaca-kaca.
"Huaaa thate bunda amannya ahat" adu tari pada kakek dan ibunya.
"Lebay" cibir nathan dan angkasa bersamaan.
"Tugas kakak apa?" tanya arya yang membuat nathan memutar bola matanya malas.
"Menjaga adek" jawabnya singkat.
"Nah itu tau kok adeknya di jahilin?" tanya bunda nana seraya berkacak pinggang pura-pura marah.
"Maaf bund" lirih nathan menyesal.
"Hm"
Bunda nana membalas permintaan maaf nathan dengan deheman membuat nathan menyimpulkan bahwa bundanya itu benar-benar marah.
"Huaaa bunda jangan marah hiks" ucapnya seraya melebarkan kedua tangannya pertanda ingin di gendong.
Bunda nana langsung menggendong nathan dan menciumi pipinya dengan gemas.
"Bunda ga marah kok sayang cuman pengen ngerjain kamu aja" ucap bunda nana yang membuat nathan mendengus kesal.
"Bunda nyebelin" ucapnya seraya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang ibunda.
"Duh kemana ya nathan yang mandiri? Kok rasanya ini bukan nathan yang mandiri haha" celetuk buna ara yang membuat nathan semakin kesal.
"Biasalah kak, namanya juga anak kalo ketemu ibunya ya langsung muanja" ucap dika yang sedari tadi menyimak obrolan mereka.
"Kacang-kacang, kacang murah" ucap paman ali yang di abaikan membuat semua orang tertawa.
__ADS_1
Bersambung~