Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
58 (Revisi)


__ADS_3

Di markas queen mafia.


"Selamat sore menjelang malam queen" sapa para penjaga perempuan ketika melihat bunda nana yang baru saja turun dari mobilnya.


"Hm" bunda nana hanya membalas sapaan penjaga itu dengan deheman tanpa ekspresi. "Dimana farida dengan yang lainnya?" tanya bunda nana pada penjaga itu.


"Farida ada di dalam queen, silahkan masuk" ucap salah satu penjaga seraya membukakan pintu markas untuk bunda nana.


Bunda nana mengangguk dan berjalan tanpa ekspresi wajah. Sifatnya ketika berada di markas tanpa keluarganya berbeda jauh saat bersama keluarganya.


Jika salah satu dari orang yang bunda nana sayang melihat bunda nana saat itu pasti ia akan menyangka bahwa itu bukan bunda nana karena sifat dan ekspresi yang di tunjukkan nya sangat berbeda.


"Farida" panggil bunda nana yang membuat farida menoleh seketika.


Farida adalah sekertaris bunda nana di dunia gelap. Jika ia sedang sibuk bersama keluarganya maka ia akan menyerahkan komunitas gelap itu pada farida.


"Ada apa queen?" tanya farida dengan wajah ceria miliknya.

__ADS_1


"Dimana paman ku?" bunda nana langsung menyampaikan tujuannya kemari tanpa berbasa-basi.


"Oh pria tampan itu, baru aja aku siksa dia dengan rasa yang sangat hemm enak sekali" ucap farida dengan wajah yang tersenyum-senyum sendiri.


"Apakah kau memotong adiknya?" tanya bunda nana yang tahu betul dengan sikap farida yang lebih mirip dengan psyco dibandingkan dengan mafia.


"Iya dong, habisnya dia ngeselin dari tadi ngejerit mulu" ucap farida sambil cemberut.


Bunda nana hanya mengangguk dan berjalan menuju ke sel tahanan di ikuti dengan farida. Di sana bunda nana bisa melihat betul pamannya yang tersiksa sedangkan ia hanya diam dan memperhatikannya saja.


"Apakah data tentangnya sudah kau dapatkan?" tanya bunda nana pada Farida.


"Itu udah lengkap boss, jangan lupa gaji tambahannya ya bos" ucap farida seraya menggesekkan jari jempolnya dengan jari tengah dan telunjuk.


"Hm aku akan transfer setelah memastikan kau telah menikah dengan seorang pria" ujar bunda nana tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang berada di tangannya.


Bunda nana sengaja berucap seperti itu karena farida memang penyuka sesama jenis mungkin dikarenakan tempat ia bekerja hanya perempuan saja.

__ADS_1


"Yah queen, mana bisa saya gitu. Tolonglah queen kasih saya bonus, saya kan pengen shoping" rengek farida pada bunda nana.


Bunda nana hanya acuh dan menyimpan dokumen tersebut di atas meja yang di sediakan untuk mengintimidasi atau mengeksekusi seseorang.


"Setelah dia sadar dan di berikan perawatan, masukan dia ke kandang si gemoy. Aku rasa si gemoy sudah lama tak bermain" ujar bunda nana seraya mengepalkan tangannya.


Para penjaga dan tahanan yang pernah bertemu dengan si lembut dan tak sengaja mendengar ucapan bunda nana bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi.


'Sepertinya akan ada yang masuk ke ruang perawatan lagi' batin orang-orang yang mendengar ucapan bunda nana.


"Wahh seriusan nih queen? udah lama juga sih si gemoy ga dapet mainan pasti dia bakal seneng banget" ucap farida seraya tepuk tangan.


"Apa si gemoy kangen sama queen?" tanya bunda nana yang sudah tak lama bertemu si gemoy.


"Tentu queen" jawab farida yang memang sering bermain dengan si gemoy.


"Ya sudah sebelum aku pulang, aku akan menjenguk si gemoy dahulu" ucap bunda nana seraya berjalan menuju lantai ketiga dimana kandang si gemoy berada.

__ADS_1


Bersambung~



__ADS_2