Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
13 (Revisi)


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti apa yang di ucapkan nathan hari ini mereka benar-benar menginap di kediaman keluarga grance.


"Aaaa senengnya kalian bener-bener nginep di sini" riang buna ara seraya memeluk nathan dan tari.


"Iya bun, kan sekarang tanggal merah. Jadinya kami ga ada jadwal" ujar nathan yang di angguki tari.


Buna ara hanya memangut-mangut, namun di detik kemudian ia mengajak ketiga orang itu untuk ikut makan siang di luar.


"Tari ajak airin gih, soalnya daritadi itu anak belum keluar kamar mulu loh" ujar buna ara.


"Aciaaaap"


Tari langsung berlari menuju ke kamar airin sesuai dengan perintah buna ara.


"Bun nathan mau ngomong sesuatu" ucap nathan tiba-tiba dengan mimik serius.


Buna ara menatap nathan dengan tatapan penuh tanya. "Mau ngomo apa nat?" tanyanya.


"Aku ingin jadi hackers seperti buna" jawab nathan dengan mantap tanpa ragu sedikitpun.


"Kok tiba-tiba pengen jadi hackers?" tanya buna ara heran.


"Karena aku ingin melanjutkan pencarian tentang ibuku dan…"


"Ayo belangtat" seru airin dan tari sambil menuruni tangga.


"Nanti kita bicarain lagi" ucap buna ara yang tak mau jika kedua anak itu ikut dengan obrolan mereka.


Nathan hanya mengangguk setuju dengan ucapan buna ara dan memilih untuk diam dengan perkataan yang menggantung.

__ADS_1


"Udah pada siap? Eh al sama vyunda nya mana?" tanya buna ara yang tak melihat keberadaan dua anak itu.


"Kami di sini kak" ucap al dan vyunda yang sepertinya habis dari dapur.


"Ya udah kalo kalian udah pada siap. Let's go berangkat!!" ujar buna ara seraya bangkit dari duduknya.


"Kakak mau ngendarain mobil sendiri? Kenapa ga pake supir aja kak?" tanya al saat mereka telah berada di dalam mobil.


"Supirnya lagi sakit" jawab buna ara singkat seraya melajukan mobilnya menuju restoran yang sudah mereka booking sebelumnya.


Sekitar 45 menit, akhirnya mereka sampai di sebuah restoran seafood terenak di kota itu.


"Woah cipud" pekik tari dan airin girang.


"Ayo masuk" ajak buna ara seraya berjalan lebih dahulu.


"Kalian lama banget sih, daritadi grandma nunggu kalian loh" kesal grandma glaudi ketika keenam orang itu telah tiba di depannya.


"Jangan marah-marah dong, nanti cepat tua loh bu" canda Al seraya duduk di samping sang ibu.


"Emang udah tua, tapi kamunya aja yang kemudaan" balas grandma glaudi dengan nada candanya.


"Udah-udah jangan bercanda lagi" lerai buna ara yang merasa di kacangin. "Oh ya axelo sama vyano belum sampai kah?" tanyanya seraya mengedarkan pandangannya.


"Belum, kata mereka sih mau jemput alan sama vian dulu" jawab grandpa arka yang sedari tadi diam dan menyimak.


"Woah keknya bakal rame dong" celetuk vyunda.


"Gapapa rame kek pasaran daripada sepi kayak kuburan" ucap al yang memang penyuka kebersamaan.

__ADS_1


"Iya kamu yang suka tapi belum tentu dengan ketiga manusia dingin yang bakal hadir" ujar vyunda.


Ketiga orang yang di tunjuk oleh vyunda tak lain adalah nathan, vyano dan juga daddy axelo yang sama-sama pendiam namun sekalinya berbicara sangat meresahkan.


"Nyindir nya di depan aja dek jangan di belakang" celetuk vyano yang baru saja tiba dengan gaya cool nya.


"Udah di depan kok tapi orangnya aja yang ga nyadar" kata vyunda tak mau kalah.


"Yayaya"


Vyano yang malas untuk menanggapi ocehan sang twins hanya bisa diam seraya mendengarkan semua gerutuannya.


"Udah-udah jangan ribut!!" lerai grandma vian.


"Bener tuh kata grandma vian, mending kita makan" timpal buna ara seraya menyodorkan buku menu.


Grandpa alan, grandpa arka, daddy axelo dan juga nathan menerima buku itu. Mereka pun memesan beberapa hidangan yang menurut mereka cocok untuk di makan saat siang hari.


Seraya menunggu pesanan mereka, mereka memutuskan untuk mengobrol ringan dengan ketiga manusia dingin yang hanya menyimak saja.


"Yeayy makanannya udah siap" pekik airin girang ketika beberapa pelayan datang dengan sebuah piring hidangan di tangan mereka.


"Silahkan di nikmati" ucap pelayan tersebut seraya menaruh hidangan di atas meja.


Mereka semua menganggukkan kepalanya dan memakan makanan itu hingga habis tak bersisa.


Bersambung~


__ADS_1


__ADS_2