Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
72


__ADS_3

Anata terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit dengan farida yang terus bercerita apa yang terjadi.


"Siapkan penyamaran ku dan alihkan perhatian anita, aku akan menyelamatkan adnan" ujar anata seraya pergi ke ruang ganti.


Farida hanya mengangguk dan melakukan perintah anata. Hingga beberapa saat kemudian anata bisa masuk dengan pakaian dokternya.


"Aku akan berusaha menyembuhkan mu kak, aku berjanji akan menyembuhkan mu" ujar anata sebelum memulai operasi dengan para suster terbaiknya.


Di luar ruang operasi.


"Ada apa kamu kemari da?" tanya anita dengan tatapan curiganya.


"Aku hanya ingin tahu keadaan kalian saja, aku sangat khawatir pada keadaan adnan mom" jawab farida dengan tenangnya.


"Daripada kamu nunggu disini, mending temenin tari sama nathan di ruang paman rendy gih" titah anita yang tak secara langsung mengusir farida.


Farida hanya menganggukkan kepalanya dan berdoa supaya anata tidak ketahuan oleh adik kembarnya.


"Semoga saja kau tidak ketahuan mom" gumam farida cemas seraya masuk ke ruang paman rendy.


4 jam kemudian.


"Bund bagaimana keadaan ayah?" tanya nathan yang khawatir dengan keadaan sang ayah.


"Bunda tidak tau nak" jawab anita lesu seraya menatap ruang operasi.

__ADS_1


Seketika tari dan adnan terduduk lemas mendengar jawaban dari sang bunda yang mereka ketahui adalah tantenya.


Sementara di dalam.


"Operasinya sudah selesai, jangan ada yang keluar dulu!! Tunggu pasien sadar baru kalian boleh menyampaikan operasi telah berhasil" ujar anata yang masih ingat menatap suaminya.


Hingga beberapa jam kemudian adnan pun terbangun.


"Eungh" lenguh adnan yang merasakan sakit yang luar biasa di bagian kepalanya.


Anata yang mendengar lenguhan adnan pun menghampirinya.


"Apa ada yang sakit?" tanya anata dengan nada yang lembut.


Seketika adnan menatap pada anata dengan tatapan penuh tanya.


"Aku gadis kecilmu adnan" jawab anata dengan mata berkaca-kaca karena takut adnan melupakannya.


Seketika adnan mengingat-ingat siapa orang yang di depannya. Beberapa saat kemudian ia terhenyak kaget.


"Ada apa? Apa ada yang sakit?" tanya anata cemas dengan reaksi adnan.


"Sekarang tahun berapa?" bukannya menjawab adnan malah bertanya balik membuat anata berpikir apakah itu efek operasi?


"Tahun 2022" jawab anata yang membuat adnan kaget seketika.

__ADS_1


"Oh my god, aku ketinggalan apa? Mengapa aku tidak mengingat apa yang terjadi belasan tahun yang lalu?" tanya adnan di dalam hatinya.


"Bisa kau ceritakan apa yang terjadi sekitar lima belas tahun yang lalu?" pinta adnan yang tak mengingat apapun yang terjadi.


Anata merasa aneh dengan permintaan adnan, namun meski begitu ia tetap menceritakan apa yang terjadi.


Usai selesai mendengarkan cerita anata, adnan pun menghela nafas kasar.


"Sudah ku duga kelakuan mereka yang sebenarnya" gumam adnan pelan. "Oh ya, berarti kamu istriku dong?" tanya nya lagi.


Anata menganggukkan kepalanya dan menyuruh adnan untuk diam tentang keberadaannya karena takut jika saudari kembarnya akan melukai anak-anak mereka.


"Baiklah aku sanggup dengan permintaan mu. Tapi satu hal, setelah membuat anak-anak kita terbebas, aku ingin kau mengabuli beberapa permintaan ku" ujar adnan dengan senyum misterius nya.


"Aku bukan jin yang bisa mengabulkan permintaan mu kakak" ucap anata yang tak yakin bisa mengabulkan permintaan adnan.


Melihat anata yang tampak ragu, adnan langsung menggenggam tangannya. "Permintaan ku tidak berat kok. Permintaan ku yang pertama aku ingin kau merahasiakan kesembuhan ku dari semua orang, dan yang kedua setelah anak-anak kita bebas, aku ingin kau menikah ulang denganku"


"Hanya itu saja? Baiklah aku sanggup" ucap anata dengan semangatnya.


"Eits masih ada lagi" kata adnan yang membuat anata cemberut seketika.


"Dan yang ketiga, aku ingin honeymoon denganmu dan merasakan enak bulan madu bersama mu" bisik adnan yang membuat pipi anata ngeblush seketika.


"Cie cie ngeblush"

__ADS_1


Bersambung~



__ADS_2