Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
16 (PDL)


__ADS_3

"Ih kok laula di kacangin? Jahat banget sih kalian" cemberut laura seraya menghentak-hentakan kakinya membuat keduanya tersadar bahwa di dalam kamar itu masih ada orang lain selain mereka berdua.


"Laura? Sejak kapan kamu di situ?" tanya nathan yang pura-pura tak menyadari keberadaan putrinya.


"Ih papa jahat huaaa" tangis laura yang membuat nathan terkekeh geli seraya menarik tangan sang putri.


"Papa hanya bercanda sayang, mana mungkin papa ga menyadari kehadiran putri papa yang tercinta itu" ujar nathan seraya memeluk sang putri dengan satu tangan sedangkan tangan yang lain memeluk luna agar tak jatuh dari pangkuannya.


Teman-teman nathan yang mengintip pun tersenyum bahagia seraya menepuk-nepuk pundak ken agar tak mengganggu keluarga kecil itu.


"Kau lihat ken, adikmu sangat bahagia walau tak bersamamu. Apa kau yakin akan memisahkan mereka?"


Sontak ucapan gama membuat ken terdiam. Apa iya dia akan merusak kebahagiaan sang adik demi keegoisannya saja? Kakak macam apa itu?


"Sepertinya tidak, aku akan membiarkan nya dengan nathan. Kalian lihat saja, sepertinya adik kecilku sudah menemukan cintanya" ujar ken yang tak tega merusak kebahagiaan sang adik hanya demi kepentingan dirinya sendiri.


"Adik lo dah dapet kebahagiaannya sendiri, lo kapan?" tanya aiden tanpa pikir panjang namun membuat kedua temannya tersinggung.


"Ekhem, kita kesinggung loh den" ucap indra mewakili gama.


Seketika aiden pun menunjukkan senyum bodohnya seraya lari dari amukan kedua pria itu meninggalkan ken yang menatap nanar pada sang adik.

__ADS_1


"Udah yuk, mending sekarang kita ke depan. Sekalian ngobrol-ngobrol sama temennya papa" ajak nathan seraya memboyong keluarganya ke ruang depan.


Sesampainya di sana nathan hanya menemukan ken yang sedang menikmati minumannya. Sedangkan aiden, gama dan indra? Nathan tak menemukan keberadaan mereka.


"Kemana yang lainnya?" tanya nathan yang sudah berbaikan dengan ken.


"Main tom and jerry" jawab ken yang membuat laura berpikir bahwa ketiga teman ayahnya sedang menyamar menjadi kucing dan tikus.


"Wah, laula boleh ikut nda om?" tanya laura dengan antusias.


Seketika ken tersedak minumannya sendiri dan berusaha menepuk-nepuk dadanya.


"Makanya kalo ngomong pikir panjang dulu" ucap nathan cuek seraya menggenggam tangan istrinya yang terasa dingin.


Luna menganggukkan kepalanya namun tak kunjung bersuara membuat ken buka suara seketika.


"Luna sini" panggilnya pada sang adik.


Luna yang di panggil seperti itu seketika menatap nathan seolah-olah meminta persetujuan dan nathan pun mengangguk seraya mengepalkan tangannya di udara seolah-olah memberikan semangat pada luna.


"Mama jangan deket-deket!! Om itu selem!!" teriak laura yang membuat aiden tertawa tetapi tidak dengan ken.

__ADS_1


"Om ga serem kok la, cuman terlalu ganteng aja" ucap ken dengan tingkat percaya tinggi yang tinggi.


"Alah palamu, lu emang nyeremin sih ken kadang gue sering ngeri sendiri kalo liat lu" kata aiden yang entah sejak kapan berada di situ.


"Woyy aiden!! Sini lu" teriak indra dan gama yang ternyata masih mengejar aiden.


Sontak aiden langsung bersembunyi di balik tubuh nathan membuat sang empu kesal di buatnya.


"Diem lo den, pusing gue di bolak-balik mulu kayak gorengan" seru nathan yang merasa pusing sekaligus mual karena kursi rodanya di gerak-gerakan terus.


"Gapapa, muka lu kan emang percis kayak gorengan hahaha"


Bersambung~



[Photo by pinterest]


Senyum dari aiden kang julid tapi awet muda nih😜 Jadi ayang author mau ga den?


Aiden : "Ogah, author bau"

__ADS_1


Dih aiden ngeselin😓


__ADS_2