Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
49 (Revisi)


__ADS_3

"Ya istana benar-benar hancur kak" jawab arya.


"Awalnya kami ingin mencari ayah kakak di dalam reruntuhan namun kami takut jika orang-orang suruhan raja edward tahu jika kami masih hidup makanya kami ga nyari dia" jelas angkasa yang tak ingin kakaknya tersinggung.


"Jika kita mau nyari dia kita harus berhati-hati dan waspada karena mereka cukup berbahaya dengan rencana licik mereka" timpal zion yang kecewa dengan dirinya sendiri yang mudah percaya pada orang lain.


Bunda nana mengangguk dan berpikir bagaimana caranya mereka mengetahui keberadaan raja erwand sementara istana itu hancur lebur.


Nathan yang memiliki otak genius pun langsung mengusulkan idenya yang cukup gila namun layak di coba karena kemungkinan rencana itu akan berhasil.


"Gimana kalian setuju dengan rencana nathan?" tanya bunda nana pada adik-adiknya.


Adik-adiknya langsung mengangguk setuju karena jujur saja mereka tak mempunyai ide sehingga mereka menyetujuinya tanpa berpikir panjang.


"Oke, siapa yang disini mau jadi umpan?" tanya bunda nana lagi.


"Zion aja kak, biar mereka panik karena cuman zion yang tau semua barang bukti kejahatan mereka"


Bunda nana menatap zion yang tampak menahan amarahnya lalu ia menoleh ke arah adik-adik nya yang lain untu meminta pendapat.


Arya dan angkasa mengangguk menyetujui itu dan mereka pun menyusun rencana yang akan di mulai esok hari.


......................


Keesokan harinya.


"Bagaimana nathan siap?" tanya bunda nana pada nathan yang sudah stay dengan laptopnya.


Nathan mengacungkan jari jempolnya pertanda ia sudah siap. Setelah itu bunda nana dan tari langsung menyebarkan informasi tentang ceo perusahaan AN yang baru saja naik daun dalam satu malam.


Berita itu langsung riuh oleh para netizen dan para pengusaha yang ingin memajukan bisnis mereka.


"Bagaimana apa mereka sudah melihat berita itu?" tanya bunda nana yang di angguki oleh nathan.


Bunda nana mengelus kepala sang anak dan memujinya. "Kerja bagus nak"


"Nanaa" rengek adnan yang merasa tak di perhatikan oleh istrinya.


"Kenapa sayang?" tanggap bunda nana yang membuat adnan senang seketika.


Entah mengapa jika ia mendapatkan perhatian atau di panggil sayang oleh sang istri ia akan mendadak bahagia tanpa sebab.


"Adnan bosen dan bingung harus ngapain" ucap adnan manja pada bunda nana.

__ADS_1


Bunda nana berpikir sejenak dan kemudian ia mempunyai suatu ide. Ia membawa adnan ke ruangan menajer keuangan. Saat di lift ia memberitahukan sesuatu pada adnan yang membuat adnan senang seketika.


tok tok tok


"Permisi pak gerry" sapa bunda nana dengan senyuman manisnya.


Pak gerry membalas senyum manis bunda nana dengan senyuman manis miliknya tanpa diketahui bahwa senyuman bunda nana hanya senyuman udang di balik bakwan.


"Pak sebelumnya saya memohon maaf kepada bapak karena telah mengganggu waktu bapak" ucap bunda nana bosa-basi.


"Tidak ganggu kok bu, lagipula saya tidak sedang sibuk apalagi untuk ibu yang cantik jelita tentu saja saya tak kan sibuk" ujar pak gerry menggoda buna nana.


"Ah pak gerry bisa aja" bunda nana tersenyum manis padahal di dalam hati ia meneruskan ucapannya. ' Bisa jadi buaya maksudnya' batin bunda nana.


"Ngomong-ngomong ada apa ibu kemari? apa ibu sedang kangen sama saya?" tanya pak gerry dengan pd nya.


"Kedatangan saya kemari hanya untuk meminta bantuan bapak, hari ini saya ada urusan penting tapi saya tak mungkin meninggalkan seseorang sendirian. Bisakah bapak menemaninya?"


"Tentu saja bu tentu bisa"


'Yes akhirnya dapet kesempatan buat ngambil hati bu velyn' batin pak gerry bahagia.


"Baiklah pak, sebentar saya panggil kan dulu yang harus anda jaga" ucap bunda nana tanpa berniat untuk beranjak dari tempatnya.


Adnan yang mendengar teriakan dari sang istri pun langsung masuk dan menampilkan senyuman manisnya.


Pak gerry terkejut ketika melihat orang yang harus di jaga nya adalah orang dewasa. Namun detik kemudian ia tersenyum karena ia mengira bahwa menjaga adnan itu akan mudah.


"Oh ini yang ingin di jaga ya bu? Perkenalkan nama saya Gerry menejer keuangan di sini" ucap pak gerry sambil tersenyum.


Adnan tak menggubris perkenalan pak gery dan memilih untuk duduk di sofa panjang sebelum menjalankan aksinya yang super duper akan membuat pak gerry tak tahan.


"Saya pergi dulu yaa, kak nanan yang betah yaa kalo pengen ketemu suruh pak gerry nganterin kamu oke"


"Dan pak gerry tolong jaga dia dengan hati-hati dan siapkan mental anda" pesan bunda nana sebelum pergi meninggalkan ruangan itu.


Pak gerry tersenyum dan melambaikan tangannya pada atasannya itu. Setelah ia menghilang dari pandangannya pak gerry kembali duduk di kursi kebesarannya.


Adnan yang melihat pak gerry sudah kembali duduk pun tersenyum jahil dan bangkit dari duduknya. Ia mengelilingi ruangan itu dan membuka buku-buku di sana.


Adnan hanya membuka buku itu dan melemparkannya ke sembarang arah.


dug

__ADS_1


"Awww"


Salah satu buku tepat mendarat di atas kepala gerry. Adnan hanya menoleh sekilas dan kembali pada aktivitas nya tanpa beban.


"Hei kamu" seru gerry pada adnan.


"Iya?" tanggap Adnan cuek bebek.


"Kamu ngapain hah lempar-lempar buku sampe kena kepala saya? terus kenapa juga ni ruangan bisa berantakan kayak gini?" tanya gerry yang mulai menunjukkan sifat aslinya.


"Lagi baca buku tapi gada yang seru"


"Kamuu"


Gerry hendak memukul adnan namun baru saja beberapa langkah ia sudah mendapatkan lemparan buku dari adnan.


"Bukunya ga ada yang bagus" ucap adnan tanpa rasa bersalah.


Di dalam hati adnan ia malah cekikikan karena berhasil mengerjai Gerry sesuai dengan perintah dari sang istri. Jika saja bukan perintah dari sang istri yang ratunya jahil pasti ia tak akan berbuat seperti ini karena takut di marahi. Namun karena sudah ada izin jadi dengan berani adnan mengacaukan semuanya.


"Kamu ga bisa baca kali yah, buku bagus gini kamu bilang jelek" kesal gerry seraya memungut buku-buku nya.


"Adnan emang ga bisa baca makanya adnan lempar buku itu"


jedarr


Orang yang dianggap mudah di jaga ternyata ia sulit untuk di jaga. Gerry benar-benar menyesal karena tak menitipkan adnan pada anak buah nya. Jika saja tadi ia menitipkan adnan mungkin saja ruangan ini tak seberantakan itu.


pyuuuur


Adnan menyemburkan kopi yang di hisapnya ke arah dokumen dan laptop gerry dan menuangkannya di sana.


Gerry yang sedang melamun pun langsung tersadar dan menoleh ke arah adnan. Dengan paniknya Gerry mengambil semua dokumen dan laptopnya.


"Aaa"


Gerry menjambak rambutnya sendiri karena semua dokuemen korupsi yang telah ia siapkan di hancurkan oleh secangkir kopi hitam.


sreeeet


Bersambung~


__ADS_1


Apa yang terjadi yaa? Komen yaa biar author semakin semangat nulisnya.


__ADS_2