
...Pengumuman...
Maaf banget ya karena author baru up kali ini. Kesibukan author yang padat banget bikin author lupa kalo author ada novel yang harus di lanjutin.
Oh ya satu lagi, ada beberapa episode yang author revisi. Biar agak enak bacanya silahkan baca ulang yaa. Tapi buat yg ga mau baca ulang juga gapapa.
Happy reading
......................
Tak berselang lama, bunda nana dan tim medis pun datang. Adnan segera di larikan ke ruang UGD untuk mendapatkan perawatan.
Namun sebelum pergi mengikuti tim medis, bunda nana menyuruh twins n menunggu di ruang rawat paman rendy. Bukan apa-apa hanya saja bunda nana takut jika keluarga adnan kembali lagi dan melukai paman rendy sehingga ia memutuskan untuk menyuruh kedua anaknya berjaga di sana. Sedangkan ia akan menunggu adnan di depan ruang UGD.
Dengan raut wajah yang khawatir bunda nana duduk di kursi yang di sediakan untuk menunggu di depan ruang UGD.
Hingga selang 1 jam lebih akhirnya pintu UGD terbuka dan menampakkan dokter perempuan yang menangani suami bunda nana.
Dengan cepat bunda nana menghampiri dokter itu. "Bagaimana keadaan suami saya dok?" tanyanya dengan nada khawatir yang terdengar jelas.
Dokter itu menatap bunda nana seraya menghela nafas sebelum menyampaikan sesuatu yang cukup penting.
"Luka di kepala tuan Adnan sangat parah, sehingga ia harus di operasi. Tapi kebetulan sekali golongan darah tuan adnan sedang kosong di sini dan juga dokter spesialis bedah di rumah sakit ini sedang mengajukan cuti sehingga tak ada dokter spesialis bedah di sini" jelas dokter perempuan itu.
Dengan amarah yang memuncak, bunda nana mengepalkan tangannya dan menampar dokter itu. "BAGAIMANA BISA? INI RUMAH SAKIT BESAR KENAPA TIDAK ADA DOKTER BEDAH SATUPUN DISINI?" marah bunda nana dengan wajah yang merah padam menahan amarahnya.
Namun di detik kemudian ia menghela nafas panjang agar tidak di curigai orang-orang jika dia bukanlah bunda nana yang sebenarnya. "Huhhh segera carikan dokter bedah terbaik untuk menangani suami ku" ucapnya dengan tatapan lesu.
Dokter itu menganggukkan kepalanya dan meminta izin kepada bunda nana supaya untuk sementara adnan di rawat di ruang ICU. Bunda nana pun menyetujui hal itu asalkan itu adalah yang terbaik untuk adnan.
'Apa yg dilakukan asisten si*alan itu hingga rumah sakit besar seperti ini tidak mempunyai cadangan dokter bedah? Ah pangeran tampan ku pasti akan mencarikan dokter terbaik untukmu' batin bunda nana.
......................
Sementara di pinggiran hutan.
"Ini seperti daerah hutan xxx dimana aku membangun markas baru bukan? Iya sepertinya begitu deh. Oke lebih baik ku ke arah sana saja kalo ga salah itu tempat ku membangun markas deh" gumam seorang wanita yang telah berhasil terlepas dari kejaran sekelompok penjahat.
__ADS_1
"Aku harus bisa menemui farida karena dia saja yang dapat membantu ku" gumamnya lagi seraya melanjutkan perjalanan nya dengan berlari.
Wanita itu adalah anata evelyn lukyanova yang asli, yang telah di kurung oleh salah satu adik kembarnya selama bertahun-tahun. Dan sekarang ia telah bebas dan berusaha untuk kembali ke kotanya.
Setelah sejam lebih berlari tibalah ia di sebuah bangunan kokoh dengan penjagaan yang sangat ketat di bandingkan markas lainnya.
Markas itu bernama angel pieters markas atau tempat dimana pasukan mafia yang didirikan anata dan Farida berada.
Angel pieters dan queen mafia di dirikan dengan tujuan yang berbeda. Jika queen mafia bertujuan untuk melindungi dan menghukum para penjahat sedangkan angel pieters bertujuan untuk melindungi kebaikan dan memberantas kejahatan.
Angel pieters akan beraksi ketika seseorang menghubungi mereka dan memberikan mereka tugas yang telah di setujui oleh Anata dan Farida. Tidak seperti queen mafia yang dapat bergerak kapan saja.
"Eh itu bukannya nona angel?" gumam seseorang yang bertugas mengawasi daerah sekitar dari atas.
"Penjaga buka kan gerbangnya. Nona angel sedang di depan gerbang" teriak pengawas itu pada penjaga gerbang yang berada di bawah.
Para penjaga gerbang yang mendengar perintah itu langsung membukakan gerbang untuk sang nona.
"Selamat datang nona angel" sapa para penjaga gerbang pada anata.
Para penjaga gerbang mengangguk dan salah satu dari mereka mengambilkan air minum untuk sang nona.
Tak berselang lama penjaga itu pun kembali dengan segelas air di tangannya. "Silahkan nona" ucapnya seraya memberikan gelas berisi air minum.
"Terimakasih" ucap anata ramah seraya menyambut gelas itu.
glek glek glek
"Akhirnya udah ga haus lagi" ucapnya seraya tersenyum. "Eh iya, faridanya ada di sini gak?" tanyanya yang baru saja ingat dengan tujuannya.
"Tidak ada nona, nona farida sedang berada di markas queen mafia. Bukankah anda sendiri yang menghukum ayah dan bibinya tuan adnan?"
Sontak saja anata geleng-geleng kepala dengan tingkah saudara kembarnya. "Yang menghukum itu bukan aku rei tapi adik kembar ku anita. Kurang lebih dua tahun yang lalu dia menculik ku dan yaa gitu deh" jelasnya tak menceritakan apa yang terjadi.
"Eh di dalem ada mobil yang ga ke pake ga? Boleh saya pinjam?" tanya nya lagi.
"Ada nona, silahkan ikuti saya" ucap rei seraya memimpin jalan menuju garasi mobil.
__ADS_1
Anata tersenyum ramah dan berterimakasih kepada rei seraya mengikutinya ke garasi tempat penyimpanan semua kendaraan.
Diantara semua mobil yang ada anata lebih memilih mobil sederhana berwarna merah. Bukan tanpa sebab ia memilihnya, melainkan dari semua mobil yang ada hanya mobil itu lah yang paling cepat.
"Semoga aku masih bisa mengemudi" gumamnya seraya menghidupkan mesin mobil itu. "Huhh ternyata masih bisa" lanjutnya seraya bersyukur.
Dengan kecepatan penuh anata mengendarai mobil itu. Setelah 1 jam lebih berkendara akhirnya anata sampai di markas mafia queen.
"Akhirnya sampai juga" ucap anata seraya turun dari mobil. "Selamat sore menjelang malam semuanya" sapanya pada penjaga gerbang.
"Siang juga nona" balas mereka serempak.
"Faridanya ada di dalam?" tanya anata seraya celingak-celinguk mencari keberadaan farida.
"Farida ada di dalam nona. Lebih tepatnya di kandang si gemoy" jawab salah satu penjaga gerbang.
Anata menganggukkan kepalanya dan berterimakasih pada para penjaga atas informasinya sebelum akhirnya ia pergi ke kandang si gemoy.
Sesampainya di sana ia menemukan farida yang sedang mengelus-elus punggung si gemoy yang tertidur.
"Farida" panggil anata dengan nada yang sangat pelan karena takut membangunkan si gemoy.
Farida yang samar-samar mendengar suara anata pun langsung menoleh seraya mengerutkan keningnya.
"Loh mom bukannya momy jagain dady adnan yang terluka di rumah sakit? Kok malah ke sini sih mom?" tanyanya dengan wajah heran.
Sontak saja ucapan farida membuat anata khawatir. "Kok bisa? Terluka gara-gara apa far?" tanyanya dengan nada khawatir.
"Kata penjaga kemaren dady di pukul pamannya" jawab farida yang tak tahu bahwa yang menjaga adnan di rumah sakit adalah anita bukan anata.
Anata tampak menghela nafas kasar seraya mengusap wajahnya. "Kuatkan hati hamba untuk melawan musuh berkedok saudara itu ya tuhanku" gumamnya dalam hati.
"Kita harus ke sana sekarang!! Kita tak tahu apa yang akan terjadi karena yang menjaga adnan bukanlah aku melainkan saudara kembarku!!" ujarnya seraya menarik tangan farida.
Bersambung~
__ADS_1