
"Awww cathit" pekik tari ketika merasakan tarikan di rambutnya.
Airin dan twins r langsung bangkit dari kursinya. Mereka bertiga langsung memisahkan tarikan gadis yang sering di panggil stela itu dari rambut tari.
Karena merasa tarikannya tak kunjung di lepas,tari langsung menendang perut stela membuat stela langsung terjatuh dan tari pun terlepas.
"Janan pelnah nalik lambut athu agy ato thamu atan tahu athibatnya" ucap tari dengan nada yang dingin dan tak pernah di dengar siapapun kecuali abangnya nathan.
Translate : Jangan pernah tarik rambut aku lagi atau kamu akan tahu akibatnya.
glek
Semua yang mendengar suara tari langsung merinding seketika. Namun berbeda dengan ray ia malah tersenyum tipis dan hampir tak terlihat ketika tari berbicara dengan nada dinginnya.
Tari membenarkan rambutnya dan pergi meninggalkan orang-orang di sana. Dengan cepat ray menyusul tari dan menemaninya.
"Apakah itu sakit?" tanya ray perhatian.
Tari menatap ray dengan tatapan tajam. "Janan pelnah dethetin athu agy!! Athu nda mahu jadi cacalan panc thamu" ketusnya seraya berjalan cepat meninggalkan ray.
Translate : Jangan pernah deketin aku lagi!! Aku ga mau jadi sasaran fans kamu.
"Kamu semakin menarik tari. Pantas saja bang vyano menginginkan mu tapi sebelum itu aku dulu yang akan mendapatkan mu" gumam ray tersenyum tipis sambil menatap tari yang berjalan menjauhinya.
......................
Di rumah sakit.
"Paman bunda kenapa?" tanya nathan yang baru saja sadar dari obat tidur yang diberikan dokter.
"Bundamu hanya istirahat" jawab arya singkat.
Nathan mengangguk dan menatap wajah bundanya.
"Paman aku ingin memeluk bunda" ucap nathan tanpa mengalihkan pandangannya dari sang bunda.
"Sebentar"
Arya bangkit dari tempat duduknya dan mengangkat tubuh nathan dengan satu tangan dan tangan yang lainnya membawa tiang infus.
Dengan perlahan-lahan dan hati-hati arya membaringkan nathan di samping bundanya. Setelah selesai arya langsung kembali ke tempat duduknya semula.
Nathan terus menatap bundanya dengan tangan yang perlahan-lahan memeluk sang bunda.
"Bunda" lirih nathan.
Nathan memeluk bundanya dengan erat seolah-olah tak mau berpisah lagi dengannya. Arya yang melihat itu pun terharu dan merekam adegan itu.
"Bunda cepat sembuh ya" ucap nathan sambil terus memeluk bundanya.
"Hati-hati nanti infusmu terlepas" tegur arya ketika melihat tangan nathan yang tak mau diam.
Nathan mengangguk kecil dan menenggelamkan wajahnya di lengan sang bunda. Arya tersenyum tipis melihat itu. Namun detik selanjutnya ia teringat dengan janjinya pada tari untuk mempertemukan mereka.
__ADS_1
"Nathan paman jemput adik kamu dulu ya. Kamu mau tetap di situ atau kembali ke ranjangmu?" tanya arya yang akan pergi meninggalkan mereka lagi.
"Apa tari tau kalau nathan dan bunda ada di rumah sakit?" bukannya menjawab nathan malah bertanya balik
"Iya"
"Bagaimana dengan ayah?" tanya nathan lagi.
"Ayahmu tak tahu apa-apa" jawab arya yang memang menyuruh tari dan vyano merahasiakan apa yang terjadi pada adnan.
"Syukurlah, nathan mau di sini aja paman. Nathan pengen terus meluk bunda" ujar nathan yang masih enggan berpisah meski hanya satu meter.
"Ya sudah, kalau butuh apa-apa teriak manggil suster aja ya. Dan hati-hati jangan sampai infusnya terlepas" ingat arya sebelum meninggalkan nathan.
Nathan mengangguk dan kembali menenggelamkan wajahnya di lengan sang bunda.
................
Di sekolah tari.
"Pelajaran hari ini ibu tutup yaa,, selamat suang semuanya" ujar guru yang mengajar seraya pergi meninggalkan kelasnya.
"Iya Bu" balas para murid serempak.
Semua murid membereskan barang-barang mereka dengan telaten begitu juga dengan tari. Dengan semangat yang membara ia memasukkan barang-barang miliknya ke dalam tas yang berbentuk kelinci.
Airin yang melihat sahabatnya begitu semangat pun heran dan memilih untuk acuh saja.
"Tumben kamu semangat kalau waktunya pulang, biasanya juga suka ngeluh. Ada acara apa sih sampe kamu kayak gitu?" tanya rey yang penasaran dengan tingkah tari hari ini.
Dengan senyum yang tercetak jelas di wajahnya tari meninggalkan ketiga sahabatnya tanpa menjawab pertanyaan mereka terlebih dahulu.
Sontak saja ketiga anak itu mendengus kesal karena tak di gubris oleh tari.
"Apa dia kemasukan setan ya?" celetuk rey tanpa sadar.
Seketika satu tepukan keras mendarat di bahu rey dan membuatnya meringis kesakitan. "Sakit Ray" ucapnya sewot.
"Suruh siapa bilang tari kemasukan jadi kena akibatnya kan" ucap ray dengan nada dingin.
Rey mencebikkan bibirnya kesal sedangkan ray ia sudah berjalan terlebih dahulu menyusul tari yang sudah hilang di balik tembok.
"Hihihi thacian di puthul" ucap airin mengejek rey.
Rey mengerucutkan bibirnya kesal sedangkan airin ia malah tertawa gemas melihat tingkah rey.
"Kalian akan tetap tinggal di kelas?" tanya salah satu petugas kebersihan sekolah yang membuat kedua anak itu sadar bahwa ia telah ditinggalkan oleh sahabatnya.
"Maaf pak tadi keasikan ngobrol" ucap rey seraya menarik tangan Airin untuk membawanya keluar dari kelas.
Airin berusaha memberontak namun usahanya gagal karena cekalan rey yang lebih kuat.
"Bica nda cih thamu lepacin tanan athu?" tanya airin yang tak mau di pegang rey.
__ADS_1
"Ngga" jawab rey singkat.
Rey membawa airin ke taman bermain yang merupakan fasilitas dari sekolah. Airin yang awalnya tak mau pun kini langsung menurut.
"Aku mau tanya sama kamu" ucap rey seraya menatap wajah airin dengan serius.
"M-mahu tana apa?" tanya airin terbata-bata sangking takutnya.
"Mengapa kau menyukai nathan?" tanya rey dengan nada serius karena ingin berubah supaya bisa menjadi p
cowo idaman airin.
"Thalna nathan anteng dan pintell" jawab airin dengan nada ketakutan.
Rey yang merasakan airin semakin ketakutan pun menghela nafas dan memutuskan untuk memakai nada biasa.
"Terus? bukankah aku juga tampan dan pinter? kenapa kamu tak menyukai ku?" tanya rey yang mulai menunjukkan keiriannya pada nathan.
"Thalena……" ucapan airin terpotong karena panggilan abangnya.
"Airin ayo pulang" ajak vyano yang baru saja tiba.
"Hum"
Airin langsung mengangguk patuh dan menghampiri abangnya. Vyano membawa Airin pulang ke rumah tanpa peduli dengan rey yang menatapnya dengan penuh tanya.
"Airin apa hanya aku saja yang menyukai mu?" gumam rey.
Rey hendak pergi mencari abangnya, namun suara seseorang membuat langkahnya terurungkan.
"Ley kenapa kamu nda menyukai aku aja cih,, kenapa haluc ailin yang jelac-jelac udah jatuh mickin" ujar gadis itu yang seolah-olah merendahkan airin.
"Karena airin omongannya tak pedas seperti kamu" balas rey sengit seraya melanjutkan langkahnya.
......................
Di rumah sakit.
"Abaaaaang" pekik tari yang baru saja sampai di rumah sakit.
Tari langsung turun dari gendongan arya dan langsung berhambur menuju abangnya yang sedang memeluk seorang wanita dengan posesifnya.
Nathan yang awalnya menenggelamkan wajahnya pun langsung menoleh ke arah tari dan Arya.
"Paman bolehkah aku pindah ke tempatku semula?" tanya nathan yang secara tak langsung meminta untuk pindah dari ranjang bundanya ke ranjangnya.
Arya mengangguk dan menggendong tubuh nathan menuju ranjangnya. Setelah mendapatkan posisi yang pas, arya membaringkan tubuh nathan dan mengangkat tari supaya duduk di pinggir ranjang.
"Abang"
Tari langsung berhambur ke pelukan abangnya. Nathan yang di peluk tari hanya tersenyum dan membalas pelukan nya.
Bersambung~
__ADS_1
Note : Maaf ya baru update..Author nya belakangan ini sibuk ujian dan juga sinyalnya susah:(