Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
33(Revisi)


__ADS_3

Ting


Pintu lift terbuka, arya segera menghapus air matanya dan berjalan dengan langkah yang tegap. Ia masuk ke dalam kamarnya dan duduk di atas ranjangnya.


Arya merogoh ponselnya dan menelpon asistennya yang di tugaskan untuk menghandle pekerjaannya di LV company.


"Selamat sore tuan muda" sapa asisten arya ketika panggilan terhubung.


"Waalaikumsalam"


"Tuan kemana saja? Kenapa dua tahun terakhir tuan tidak ke kantor? Terus mengapa tuan tak pernah menghubungi saya?" tanya asisten arya tanpa jeda membuat telinga arya memanas seketika.


"Saya ada tugas untuk mu. Tolong kamu carikan informasi tentang zion kenzo lukyanova sejak di buang oleh ayahnya sampai sekarang"


Arya tak menjawab pertanyaan asistennya itu dan malah mengakhiri panggilan itu setelah menyampaikan tugas yang ia beri.


Sudah di pastikan asisten arya yang di seberang sana sedang mengomel-ngomel karena kesal dengan tuannya yang tiba-tiba datang memberikan tugas setelah dua tahun lebih menghilang.


Arya menaruh ponselnya di atas nakas dan menyandarkan kepalanya. Hampir saja arya terlelap namun dering panggilan dari ponsil arya membuat arya mau tak mau membuka matanya.


Nama adik angkasa terpampang jelas di ponsel arya. Dengan segera arya menjawab panggilan itu.


"Halo ar, kamu di mana? Gimana keadaan nathan sama nana? Kamu beneran adik kandungnya nana? Eh iya misi penyelamatan nana nya sukses ga? Siapa musuh kalian yang sebenernya?" cerocos buna ara bertanya tanpa henti.


"Halo juga kak, satu-satu kek nanya tuh kak pusing arya mau jawab yang mana. Mending sekarang mah gini aja ya kak, kakak tolong rahasiain dulu tentang hal ini dari semua orang dan sekarang kakak fokus pindahan aja ke mansion yang waktu kemarin di kasih sama kakak. Nanti arya bakal ke sana buat jelasin semuanya" jelas arya dengan nada yang terdengar sangat santai.


Namun berbeda dengan apa yang ia ucapkan, di dalam hati arya mengumpat dan merutuki adiknya yang selalu saja keceplosan di depan sang kakak.


'Dasar adek ember. Gue kutuk lu jadi ember ya angkasa' batin arya mengutuk sang adik.


"Ya nanti kakak pindah. Tapi awas kalau kamu ga dateng. Dan satu lagi ga usah ngutuk atau ngumpat angkasa kasian si angkasa bersin-bersin kena kutukan kamu" ujar buna ara di sebrang seraya terkekeh.


"Kutukan ku emang selalu manjur karena doa anak Sholeh kak" ucap arya percaya diri.


"Dih pede sekali anda dewa es" cibir buna ara.


Arya tergelak mendengar cibiran sang kakak. "Ya udah kak. Semangat pindahan yaa arya mau istirahat dulu bentar. Bye" pamit arya yang ingin kembali beristirahat.


"Bye"

__ADS_1


Tut


Panggilan itu langsung terputus dari kedua belah pihak. Arya menghela nafas panjang sambil memijit pelipisnya untuk mengurangi pusing yang sedang melanda.


"Apa yang harus gue omongin ke kakak tentang kak nana yang kritis? Kalau di omongin nanti pada panik tapi kalau ngga apa alasannya?" gumam arya bingung sendiri.


......................


Di istana lukyanova


"Salam hormat yang mulia" sapa seseorang yang baru tiba di depan raja.


"Ada apa?" tanya raja edward to the point karena tahu pasti ada sesuatu jika orang itu datang ke istana.


"Sebelum hamba menyampaikan ini hamba meminta maaf sebesar-besarnya kepada anda yang mulia. Kami pasukan pengawas tuan putri evelyn telah lalai mengawasi nya yang mulai" ucap orang itu sambil menunduk.


Raja edward mendekati orang itu dan langsung mencengkram dagunya. "Dasar ga becus, sudah ku bilang padamu untuk mengawasinya jika dia tahu yang sebenarnya maka kita akan habis olehnya" seru raja edward sambil menatap orang itu dengan tatapan yang tajam.


"T-tapi yang mulia....." orang itu ingin sekali berbicara namun karena cengkraman raja edward membuatnya sulit itu berbicara.


Raja edward melepaskan cengkeramannya dan berjalan kembali menuju tahtanya. "Katakan" titahnya setelah duduk di kursi raja.


"Tapi kami telah berhasil melenyapkan semua bukti kejahatan kita yang mulia" ucap orang itu yang tak lain adalah asisten raja.


Asisten itu mengangguk lemah membuat sang raja semakin senang dibuatnya. "Kau memang asisten terbaik yang pernah ku miliki" puji nya mengangkat salah satu jempolnya.


Asisten itu hanya tersenyum menanggapi pujian dari tuannya. "Terimakasih yang mulia, saya kan emang yang terbaik" ucap asisten raja membanggakan dirinya sendiri.


Raja Edward memutar bola matanya. "Sudah lebih baik kamu pergi ke perusahaan dan urus perusahaan dengan baik" usir raja edward.


Asisten itu mengangguk patuh dan hendak melangkahkan kakinya. Namun tiba-tiba asisten itu teringat sesuatu membuat dirinya tak jadi melangkah.


"Aku lupa memberi tahu mu sesuatu yang mulia" ucap asisten raja yang membuat raja adward mengerutkan alisnya.


"Memang apa yang kau lupa sampaikan padaku?" tanya nya penasaran.


"Aku baru tahu dari sekertaris ku ternyata kerajaan ini mempunyai sebuah perusahaan yang mulia" ucap asisten raja yang membuat raja Edward terkejut pasalnya ia baru tahu mengenai ini.


"Benarkah? Tapi mengapa kita baru mengetahui ini sekarang?" tanya raja Edward yang bingung.

__ADS_1


"Perusahaan itu di sembunyikan oleh ratu elli dan putri evelyn yang mulia. Aku sendiri baru mengetahui ini dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata perusahaan itu sudah turun temurun namun perusahaan itu hanya di turunkan pada pewaris pertama saja yang mulia" ucap asisten raja.


Sekali lagi ucapan asistennya membuat raja edward sangat terkejut. Bahkan ia tak menyangka bahwa kekayaan kerajaan lebih dari yang ia pikirkan.


"Lalu mengapa perusahaan itu tak menjadi milikku? Padahal aku kan raja sekaligus anak pertama dari ayah dan ibu raja" ujar raja edward yang membuat asistennya memutar bola mata malas.


'Dasar kurang tau diri ni tuan. Kau ini hanya menyamar jadi kembaran mu saja tuaaan bukan beneran anak pertama' batin asisten raja menjerit kesal.


"Mungkin raja edward yang telah mengganti nama perusahaan itu saat putri evelyn masih bayi tuan" ucap asisten raja menebak-nebak.


"Mungkin" balas raja edward yang ikut menebak apa yg terjadi.


Keduanya langsung terdiam memikirkan apa yang terjadi. Namun detik kemudian raja edward langsung membuka suara.


"Apa kakak tahu bahwa aku akan menyamar menjadi dirinya setelah ia ku bunuh?" tanya raja edward.


"Entahlah tuan saya juga tak tahu namun bisa jadi itu yang terjadi" ucap asisten raja yang sependapat dengan pemikiran sang tuan.


"Tuan apakah tuan akan terus memakai nama raja edward?" lanjutnya memikirkan frekuensi yang ada.


Raja edward terdiam sejenak memikirkan pertanyaan asistennya. "Sepertinya, karena selama mereka masih hidup maka kedudukan ku masih terancam" ucap raja edward yang gila akan tahta.


.........


Di rumah sakit.


"Aaaaa paman aryaaa toloooooong hiks" jerit nathan yang ketakutan karena ada dokter pria yang di dekatnya.


Arya yang duduk tak jauh dari ranjang nathan pun langsung berlari dan memeluknya.


"Hiks paman nathan takut" cicit nathan sambil memeluk arya dengan erat seperti tak ingin berpisah.


"Udah tenang disini ada paman kok" ucap arya lembut sambil mengelus-elus punggung nathan.


Dokter yang tadi membuat nathan ketakutan pun terbelalak melihat arya yang berbicara lembut pada seorang anak kecil. Arya yang menyadari nya pun langsung menatap dokter itu dengan tatapan tajam.


Dokter itu langsung ketakutan dan pergi meninggalkan ruangan itu. Arya terus mengelus-elus punggung nathan yang bergetaran karena takut hingga nathan tertidur kembali.


"Cobaan apalagi ini. Ibu nya kritis dan anaknya trauma padahal mereka baru bertemu" gumam arya gusar sambil mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


Bersambung~



__ADS_2