Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
41 (Revisi)


__ADS_3

Nathan berusaha mengangguk kecil meski tubuhnya bergemetaran. Angkasa tersenyum sambil mengelus-elus pucuk kepala nathan.


tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu membuat semua orang menoleh ke arah pintu.


Buna ara bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu. Ia membuka pintu itu sehingga menunjukkan seorang pria yang membawa bucket bunga.


Buna ara yang tak kenal dengan pria itu pun hanya diam dan mematung. Pria itu masuk melewati buna ara yang mematung.


Nathan yang perlahan-lahan sudah mulai dekat dengan angkasa pun langsung kembali bergemetaran ketika melihat pria itu masuk. Pria yang telah membuat nya trauma selama beberapa hari terakhir.


Bunda nana langsung merengkuh tubuh kecil putra sulungnya. "Jangan takut ada bunda disini" bisik nya di telinga nathan.


Nathan memeluk bundanya dengan erat seolah-olah tak mau lepas. Buna ara yang tersadar pun langsung mengikuti langkah pria itu.


"Selamat siang menjelang sore semuanya" sapanya pada orang-orang di sana.


Angkasa yang melihat orang itu pun langsung memeluknya dengan erat seolah-olah tak mau berpisah kembali. Dengan senyuman yang terukir jelas pria itu membalas pelukan itu.


Pria itu tak lain adalah zion kakak kandung angkasa.


Bunda nana yang melihat itu pun tersenyum. Sedangkan tari yang tak tahu apa-apa pun hanya diam dan memperhatikan saja.


"Bunda itu ciapa?" tanya tari di telinga bundanya.


"Itu paman zion nak" jawab bunda nana jujur.


Seketika tari langsung loncat turun dari ranjang bundanya dan menghampiri para pamannya yang sedang berpelukan.


Tari memukul kaki Zion dengan keras membuat Zion hampir terjatuh. Untung saja angkasa dengan sigap menangkap tangan Zion.


Bunda nana sendiri yang melihat kelakuan anaknya hanya terdiam karena ia tahu bahwa kini tari sedangkan marah sebab dari raut wajahnya saja sudah terlihat.


Zion langsung menyeimbangkan badannya dan mengajarkan tingginya dengan tinggi badan tari. "Hai girl" sapanya pada tari.


Tari tak menggubris sapaan Zion dan hendak memukul Zion. Namun dengan sigap Zion menahan tangan tari di udara.


"Maafkan paman yang sudah menyakiti kakakmu girl. Paman tahu bahwa paman salah tapi setidaknya tolong maafkan paman girl" ujar zion tulus.


Tari menepis tangan zion dan mengerucutkan bibirnya. Mata tari berkaca-kaca seketika membuat zion gelagapan sendiri. "Ada apa girl?" tanya nya seraya mengelus puncak kepala tari.


"Paman ahat hic, bithin bang nathan tlauma huaaa" ucap tari sambil menangis kencang.


Translate : Paman jahat hiks, bikin bang nathan trauma huaa

__ADS_1


"Maaf kan paman girl" ucap zion yang kembali meminta maaf lagi.


Zion merengkuh tari dan menggendongnya menuju ranjang sang kakak.


"Kemari" titah bunda nana sambil menepuk-nepuk tempat yang kosong di sebelahnya.


Zion meletakkan tari dengan perlahan-lahan setelah itu ia menatap nathan yang benar-benar gemetaran karena takut dan terus bersembunyi di dalam dekapan bundanya.


Bunda nana yang mengerti dengan tatapan adiknya pun langsung menggenggam tangan sang adik. "Dia hanya trauma dengan luka yang kau berikan" ucapnya sambil tersenyum.


"Aku merasa bersalah membuat keponakan takut kak" ucap zion sendu.


Angkasa yang tak tega melihat kakaknya sedih pun langsung menghampirinya dan merengkuhnya.


"Jangan khawatir perlahan-lahan dia akan sembuh" ucap angkasa menenangkan sang abang.


"Tapi aku merasa bersalah de" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari nathan.


"Minta maaflah padanya" titah bunda nana yang langsung di angguki zion.


Zion memutari ranjang sang kakak hingga ia berada tepat di samping nathan. Baru saja ingin menyentuhnya nathan sudah histeris kembali membuat bunda nana langsung memeluknya dengan erat.


"Jangan takut bunda ada di sini" ucap bunda nana yang mengulangi kata-kata yang sama namun menenangkan.


Tari yang tak tega dengan sang abang pun langsung ikutan memeluknya dengan erat.


"Abang anan tathut di cini ada tali cama bunda ang bathal nelindunin abang" ujar tari yang membuat nathan mengangguk kecil.


"Berusahalah untuk mengatasi rasa takut itu" ucap bunda nana yang tak mau anaknya terus menerus seperti itu.


Nathan mengangguk kecil dan perlahan-lahan mendongak ke arah zion. Zion tersenyum manis ketika melihat nathan yang perlahan-lahan mengatasi rasa takutnya.


Zion mengusap-usap kepala nathan dengan penuh kasih sayang membuat nathan merasa nyaman dan tenang seketika.


"Maafkan paman karena telah menyakiti mu nat,, paman pastikan akan menebus kesalahan-kesalahan paman dan mencari orang yang telah memprovokasi paman. Paman benar-benar minta maaf padamu nat,, tolong maafin paman" ujar zion tulus.


Nathan mengangguk kecil sebagai jawaban. Dengan perlahan-lahan namun bergemetaran nathan menyentuh wajah zion.


"Tapi jangan jahat lagi sama nathan paman huaa nathan takut" ucap nathan seraya menangis kencang.


"Paman berjanji tak akan menyakiti mu lagi hiks"


zion ikut menangis karena merasa bersalah terhadap keponakannya.


Semua orang yang berada di sana tersenyum tipis ketika melihat perkembangan nathan yang perlahan-lahan mulai hilang rasa traumanya.

__ADS_1


"Paman janan nanic ntal tali ithutan nanic" ucap tari yang tak tega melihat orang-orang di sekitarnya menangis.


Translate : Paman jangan nangis ntar tari ikutan nangis.


Nathan menghapus air mata sang paman dengan kedua tangan nya. Begitu juga dengan zion ia menghapus air mata nathan yang mengalir.


"Arya mau ngejemput bang adnan dulu" pamit arya yang sudah tak tahan melihat drama sedih di depannya.


Arya langsung pergi meninggalkan ruangan itu tanpa menunggu jawaban dari orang-orang yang berada di sana.


Putri evelyn hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ketika menyadari bahwa adiknya itu seperti dirinya.


"Pasti dia terharu makanya kabur" celetuk angkasa yang langsung di angguki semua orang.


"Iya kali" balas buna ara yang tak tahu pasti.


kruyuk kruyuk (anggap aja suara perut bunyi)


Suara perut tari berbunyi membuat semua terkekeh geli ketika mengingat bahwa mereka belum makan siang sedari tadi.


"Hehehe tali lapel" ucap tari sambil cengengesan.


Semua orang tertawa geli dengan raut wajah tari yang nampak malu-malu. Sedangkan nathan ia kembali memakai wajah datarnya karena merasa malu dengan tingkah sang adik.


"Pasti kalian semua belum pada makan kan?" tebak zion yang langsung di angguki semua orang.


"Pas banget di bawah ada makanan yang ku pesen sebelum ke sini" ucap zion yang langsung mendapatkan tepuk tangan riang oleh tari.


"Ada naci goleng nda paman?" tanya tari bersemangat.


Zion menggelengkan kepalanya sebagai jawaban karena memang ia tak memesan nasi goreng.


"Ich" tari mendesis kesal dengan raut wajah lesu.


Namun tentu saja raut wajah tari membuat semua orang tersenyum karena menurut mereka tari sungguh menggemaskan.


"Jangan sedih gitu, nanti paman suruh asisten paman buat beliin kamu nasi goreng" ucap zion sambil merogoh sakunya.


Zion menelpon seseorang dan menyampaikan keinginan tari kepadanya.


Benar saja tak berselang lama beberapa orang datang sambil membawa beberapa kotak makanan. Semua orang yang berada di sana makan dengan penuh canda tawa dari sang badboy dan juga sang badgirl.


Bersambung~


__ADS_1


__ADS_2