Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
27(Revisi)


__ADS_3

"Yayayaya" celoteh babby divan yang sepertinya mulai bisa bicara.


Semua orang menoleh ke arah babby divan dan memperhatikannya. Bahkan sangking tak jelasnya celotehan babby divan, dika langsung memutar posisi babby divan karena ingin mendengar lebih jelas.


"Coba ulangi nak" seru dika yang ingin anaknya memanggil dirinya


"Yayayaya" babby divan kembali berceloteh sesuai keinginan sang ayah.


Dika yang terharu dengan kata pertama yang diucapkan babby divan pun langsung menciumi wajahnya hingga babby itu terkekeh geli.


Melihat itu grandpa arka terharu dan mengenang kenangan kedua putranya yang sudah pergi. Putra kandung dan putra adopsinya yang dahulu di temukan oleh buna ara di jalanan.


"Udahlah ayah jangan sedih. Bang rendy udah tenang di sana" ucap El menenangkan ayah sekaligus omnya itu.


El memeluk ayahnya itu dan grandpa arka membalas pelukan itu dengan penuh haru. Meski el tahu bahwa grandpa arka bukan ayah kandungnya melainkan omnya akan tetapi el selalu menganggapnya sebagai ayahnya kandungnya sendiri. Apalagi mengingat kasih sayang yang di berikan om dan tantenya padanya. Itu semua membuat el sangat terharu dan ingin sekali membahagiakan mereka.


"Peluthan" pekik airin yang langsung ikut memeluk grandpa arka.


Begitu juga dengan adnan, tari ,al dan vyunda yang ikut berpelukan. Vyano ,dan buna ara serta grandma glaudi yang baru datang dari dapur pun terharu melihat pemandangan tersebut dan malah ikut berpelukan.


Setelah puas berpelukan mereka perlahan menguraikan pelukan mereka dan terlepas.


"Ah ya kak, dika mau tanya" ucap dika tiba-tiba yang membuat semua orang menoleh ke arah nya.


"Nanya apa?"


"Kita ke dapur dulu kak, soalnya agak private" ujar dika seraya menarik sang kakak ke dapur.


Untungnya baby divan sudah dititipkan pada grandma nya.


"Kakak bukannya ngawasin kak adnan ya? Terus apa kakak tahu yang suka fitnah-fitnah tentang keluarganya?" tanya dika saat mereka telah berada di dapur.


Buna ara seketika mengerutkan alisnya. "Iya sih kakak ngawasin. Tapi ga dua puluh empat jam dan pengawasnya cuman bakal ngawasin kalau kakak suruh, tapi masalah fitnah yang kayak gitu sih kakak kurang tahu" jawab buna ara dengan jujur. "Emangnya apa yang terjadi dik?" lanjutnya.


"Nanti kakak tanya sama nathan. Pasti dia tau" ucap dika seraya kembali pada sang anak..


......................

__ADS_1


Di sebuah kerajaan yang terkenal dengan nama istana lukyanova.


"Permisi tuan putri rvelyn. Ini ada surat untuk anda" ucap pengawal istana sambil memberikan sebuah gulungan kertas.


Putri evelyn mengambil surat itu dan membacanya. Sedangkan pengawal yang tadi memberi surat langsung pamit untuk kembali ke pos jaga nya.


"Siapa inisial z ini? Apakah ini yang dimaksud ayah dengan musuh kerajaan?" gumam putri evelyn yang tak tahu apa-apa.


"Ah nanti saja aku pikirkan inisial z, yang terpenting sekarang aku harus menyelamatkan dia" lanjut putri evelyn.


Putri evelyn mengambil ponselnya dan menelpon adiknya yang sudah terbang menuju kota j beberapa jam yang lalu.


"Halo kak" jawab adik pertama evelyn saat panggilan itu terhubung.


"Halo arya, kakak punya tugas untuk mu" ucap putri evelyn dengan nada serius.


"Tugas apa?"


"Selamatkan anak kakak di jalan xx. Disana ada musuh kerajaan juga. Kakak akan menyusul mu nanti sekaligus menghabisi musuh kita" ujar putri evelyn yang akan berubah menjadi iblis ketika ada yang mengusik keluarga nya.


"Banyak nanya kamu. Udah cepet lakuin tugas kakak" kesal putri evelyn sambil menutup panggilan itu secara sepihak.


Putri evelyn mengganti pakaiannya dengan pakaian formal. Dengan cepat ia menyambar kunci mobilnya dan ponselnya yang berada di atas nakas.


Sambil berjalan menuju parkiran mobil, putri Evelyn menelpon asistennya untuk menyiapkan jet pribadi miliknya.


"Mau kemana kamu putri evelyn?" tanya seseorang dengan suara bariton miliknya.


Putri evelyn menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Ternyata sang ayah lah yang bertanya begitu.


"Aku akan ke kota J ayah. Putraku sekarang sedang di culik oleh musuh kita. Sepertinya identitas ku sudah terbongkar ayah" ujar putri evelyn sambil menunduk.


"Sudah ayah bilang kan-!! Bawa anakmu ke istana dan buang suami bodoh mu itu" bentak sang ayah yang sudah kesal dengan anaknya itu dan menunjukan kembali sifat asli miliknya.


Putri evelyn mendongak dan menatap manik mata sang ayah. "Apa maksudnya ayah berkata begitu?" tanya putri evelyn yang kesal dengan ucapan sang ayah.


"Cih kau itu seorang putri mahkota. Tetapi kau? kau malah menikah dengan seorang rakyat jelata yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata. Ga guna sekali cih" ujar raja edward yang membuat sang putri terpancing amarah.

__ADS_1


"Lebih baik sama rakyat bahwa daripada sama yang sederajat tapi tukang selingkuh plus tukang buang anak" balas putri evelyn sinis.


"Evelyn" murka sang ayah.


Para pengawal yang mendengar sang raja murka dan menyebut nama putri evelyn langsung meninggalkan pos jaga mereka.


"Kenapa? Marah? Marah aja. Toh ayah emang gitu. Ayah itu tukang selingkuh dan tukang buang anak sendiri. Bahkan sampai sekarang ayah memisahkan aku dan zion. Apa salah zion ayah? Kenapa ayah ngebuang zion hah?" balas putri evelyn yang tak kalah murka.


Putri evelyn pergi meninggalkan sang ayah yang masih murka tanpa peduli dengan teriakan sang ayah. Apa putri evelyn merasa durhaka kepada ayahnya? Jawabannya adalah tidak. Putri evelyn sangat membenci sang ayah karena ayahnya telah lebih percaya pada tabib daripada anaknya sendiri. Apalagi sejak tahu jika adik-adik nya bukan meninggal melainkan telah di buang oleh ayahnya sendiri.


Bukannya putri evelyn tak bisa memaafkan ayahnya. Namun ayahnya lah yang selalu berbuat ketika putri evelyn sudah memaafkannya.


Dengan penuh amarah, putri evelyn mengendarai mobil nya. Beruntung saja jalanan nya cukup sepi sehingga tak akan ada korban jika putri evelyn mengebut.


30 menit mengendarai akhirnya putri evelyn sampai di sebuah bandara. Bandara yang selalu di pakai oleh putri E


evelyn jika akan pergi ke luar negeri.


......................


Di kota J


Di sebuah bandara yang cukup ramai, dua orang pria tampan sedang berjalan beriringan dengan masker dan topi yang meutup wajah mereka.


Sesampainya di depan bandara mereka telah di sambut oleh supir mereka yang telah menunggu mereka dari beberapa menit yang lalu.


"Mengapa ada dua mobil dan dua supir disini?" tanya pria yang lebih muda dengan kening yang mengkerut.


"Aku ada tugas dari kak evelyn jadi kau langsung saja ke perusahaan dan aku akan menyusul dengan kakak nanti" ucap pria yang lebih tua.


Pria yang lebih muda hanya mengangguk patuh dan masuk ke dalam salah satu mobil. Sedangkan pria yang lebih tua masuk dalam mobil yang satu lagi.


Mobil itu melaju membelah jalanan kota j yang sangat ramai. Namun ketika di perempatan kedua mobil itu terpisah karena memang tujuan yang berbeda.


Bersambung~


__ADS_1


__ADS_2