Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
16 (Revisi)


__ADS_3

Setelah selesai sarapan pagi yang penuh dengan drama, semua orang langsung beranjak menuju taman yang berasa di belakang mansion.


Tari, adnan, airin , adan el bermain dengan kelinci yang kebetulan di ternak oleh Ara di taman belakang. Sedangkan gio, nathan dan al bermain sepakbola di halaman depan. Dan para orang tua lebih memilih untuk menyibukkan dirinya dengan obrolan-obrolan tentang seputar bisnis tetapi sesekali mereka menyelipkan gosipan yang sedang hits.


"Aaaaa ular" teriak el yang berhasil membuat semua kaget.


Semua orang yang mendengar itu pun langsung berlari menuju kandang kelinci. Terkejutnya mereka ketika melihat el dan airin yang sedang gemetar ketakutan dan tari adnan yang sedang menatap ular itu dengan tatapan yang tak bisa mereka artikan.


"Nak jangan mendekat nanti kena patok" teriak daddy axelo yang memiliki phobia ular.


Grandpa arka yang berada di sampingnya pun langsung menyumpal mulut daddy Axelo menggunakan sapu tangan yang selalu ia bawa kemanapun. "Berisik, bikin orang sakit telinga aja" ucapnya dengan nada kesal.


"Huah" Daddy Axelo langsung membuang sapu tangan itu. "Bukan berisik yah tapi itu anak-anak, mereka dekat sama ular jadi aku ngingetin mereka" elaknya.


"Ngingetin sih ya ngingetin tapi ga usah teriak-teriak juga dad" ujar buna ara yang setengah mencibir suaminya.


"Loh kok saya sih yang salah" ucap daddy axelo yang merasa disalahkan oleh semua orang.


"Tariii ayahh" teriak nathan yang membuat mereka berhenti berdebat dan tersadar bahwa anak-anak mereka sedang berada dalam bahaya karena seekor ular.


Mereka semua langsung fokus kembali pada ular itu. Alangkah terkejutnya mereka saat melihat tari yang sedang memegang kepala ular dan adnan yang memegang ekor ularnya.


"Hei kalian ngapain! Lepasin ular itu adnan, tari!!" titah grandma vian yang mendadak heboh. "Duh ayah cepet panggil ambulance sama pemadam kebakaran. Cepetan ih" lanjutnya pada grandpa alan.


"Ponselnya mana ya mom, duh bisa-bisanya tu ponsel ilang di saat-saat seperti ini" ujar grandpa Allan yang ikut heboh.


"Hihihi geli geli" pekik tari seraya mengibaskan tangannya.


"OH MY GOD TARI"


Kepanikan semua orang semakin menjadi ketika ular itu menggigit tari. Namun hal itu tak berlangsung lama karena yang mereka dengar adalah tari yang terkikik geli bukan kesakitan.


"Kok dia malah bilang geli bukannya sakit?" tanya grandma vian dengan polosnya.


"Aku tidak tahu grandma, tapi yang pasti aku akan mengambil ular itu" ujar nathan seraya berlari ke arah adiknya.


Dengan cepat ia mengambil ular tersebut dan melemparkannya ke sembarang arah sehingga mendarat tepat di tangan daddy axelo.


"Ular" pekik daddy axelo sambil menggoyang-goyangkan tangannya supaya ular itu turun dari tangannya.

__ADS_1


Bukannya turun tapi ular itu malah terlempar sehingga mendarat tepat di wajah grandpa alan.


"Ya tuhan punya dosa apa aku sampai wajahku ada ularnya" gumam grandpa alan lesu bagai memiliki banyak dosa.


"Sayang lempar ularnya!! Aku gak mau jadi janda gara-gara ular" titah grandma vian dengan paniknya.


"Baiklah, kalian cepat mundur karena aku takut kalian kena ular ini" ujar grandpa alan seraya mengambil ular yang berada di wajahnya dan melemparnya ke sembarang arah.


Rupanya ular itu mendarat tepat di kaki airin dan sontak saja el menjerit ketakutan.


Tari yang sudah bosan dengan drama itu pun segera mengambil ular itu. "Ulal cayang anan nathal ya thalo nathal ntal di didit cama bang nathan" ucapnya tari sambil mencekik leher ular itu.


Ular itu yang merasa dalam bahaya pun langsung menggigit tangan tari sehingga membuat semua orang panik bukan main.


"Sayang cepat ambil ular itu, kasian tari" pekik buna ara yang kembali panik.


"Boro-boro yank megang ular aja aku takut apalagi ambil tu ular" balas daddy axelo dengan cueknya.


Karena tak ada yang membantu adiknya, nathan kembali mengambil ular itu dan menatap nya dengan tajam.


"Udah diem kamu ular jangan bikin heboh, huh dasar ular menyusahkan" gerutu nathan pada ular itu. "Oh ya tari, kamu gapapa kan?" tanyanya pada sang adik.


"Ndapapa to, malahan celu coalnya ulal nya bitin geli" jawab tari dengan polos membuat semua orang tercengang seketika.


"Ngga akan lah orang ularnya juga udah tua jadi ga ada giginya" seloroh adnan yang membuat semua tercengang sekaligus tergelak.


"Emang nenek-nenek kali yah giginya ga ada" celetuk nathan yang tak sadar jika kedua grandma nya sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Canda grandma" lanjutnya saat menyadari tatapan itu.


"Keknya gigi ular itu udah di cabut deh" ucap buna ara yang sedang mengamati ular itu.


"Emang gigi itu ular goyang ya sampe harus di cabut?" tanya adnan dengan polosnya.


"Iya goyang, nah goyangnya tuh gini nih" jawab daddy axelo sambil memperagakan goyang yang sedang hits.


"Musiknya nak" titah daddy axelo pada airin.


Dengan cepat airin mengangguk dan ikut bergoyang bersama sang ayah.

__ADS_1


Doyang naci Padang pathe cambel melcon


Cehah-cehah cambel lada ala mang oleh


Cinta mu thayak cambel cinta hah hah


Du Du Du hitam mping teret tempe tereret


"Bukan adek atau daddy gue sumpah" gumam vyano pelan. "Adek ma daddy lu tuh yun" bisik vyano di telinga adik kembarnya.


"Itu mah suami ma anaknya buna bang" celetuk vyunda.


"Anak dan suami mu tuh ra" ucap grandma glaudi dan grandma vian sambil menyenggol lengan Buna Ara.


"Anak dan cucu kalian juga loh " balas buna ara tak mau kalah.


Kedua grandma itu sama sekali tak membalas ucapan buna ara. Toh kalau di balas pasti akan lebih panjang urusannya, jadi lebih baik mereka nonton aksi ayah dan anak di depannya bukan?


"Kok malah joget?" tanya nathan heran. "Yaampun ini ularnya gimana?" lanjutnya.


"Pegang aja dulu nat" jawab vyano yang masih fokus dengan goyangan kedua orang di depannya.


"Yayaya"


Dengan malas nathan berjalan duduk di bangku taman dengan ular yang melingkar di tangannya.


"Yang anteng ya ular" ucap nathan pada ular itu.


Hingga beberapa menit kemudian ia kembali bergabung dengan keluarga grance.


"Udah beres nih jogetnya?" tanyanya dengan ular yang di simpan di kepalanya.


"Udah tau pake nanya lagi" jawab vyunda dengan ketusnya.


"Jangan ketus-ketus dek ntar jodoh loh" goda vyano dengan tatapan julidnya.


"Dih ogah sama bocil ingusan kek dia, mending jadi gula bayi aja daripada sama dia" ucap vyunda dengan tatapan meremehkan yang ia tujukan pada nathan.


"Jodoh hanya tuhan yang atur" balas nathan dengan datarnya.

__ADS_1


Bersambung~



__ADS_2