Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
1 (Pesona Duda Lumpuh)


__ADS_3

"AYAHHH BUNDAAA, BANG NATHAN SAMA LAURA KABUUUUUR!!" pekik viola seraya berlari ke arah orang tuanya.


Vito yang mendengar itupun kaget dan mengekori sang adik untuk bertemu dengan orang tuanya.


Awalnya adnan dan anata saling pandang dan di detik kemudian mereka hanya ber-oh ria seraya menyeruput teh nya.


"Kok oh doang sih bund? Bunda udah ga sayang bang nathan lagi ya bund?" tebak viola dengan mata berkaca-kaca.


Sedangkan vito sang adik hanya diam karena ia tahu betapa sayangnya kedua orang tua mereka pada nathan.


Anata menggelengkan kepalanya dan menyerahkan sebuah surat yang sebelumnya ia temukan di kamar laura.


Untuk semuanya,


maafkan aku telah pergi membawa laura tanpa sepengetahuan kalian. Kali ini aku hanya membutuhkan ketenangan, percayalah semuanya aku akan kembali bersama laura dengan keadaan baik-baik saja. Dan tolong jangan mencari ku.


Salam hangat, nathan


"TERUS BUNDA NGIZININ BANG NATHAN PERGI? BUNDA KAN TAU KALO BANG NATHAN SELAMA DUA TAHUN INI TERPURUK DAN GA PERNAH KELUAR KAMAR? GIMANA KALO DIA MELAKUKAN YANG TIDAK-TIDAK BUND? AKU KECEWA SAMA BUNDA" ujar viola dengan berderai air mata karena abang kesayangannya telah pergi bersama sang keponakan.


"Susul lah adikmu vito" titah adnan seraya senyum penuh ketenangan.

__ADS_1


Vito menganggukkan kepalanya dan menyusul sang kakak kembar yang tampak kecewa pada sang bunda.


......................


"Laura untuk sementara kita tinggal disini ya sayang" ucap nathan pada putrinya yang baru beranjak 4 tahun.


"Lumahnya kecil" cicitnya seraya menunduk.


Nathan hanya tersenyum tipis melihat laura yang sepertinya tidak mau tinggal bersamanya di gubuk itu.


"Apakah kau mau tinggal bersama nenek di mansion saja hm?" tanya nathan dengan lembut namun membuat laura ketakutan karena tak mau kehilangan sang ayah.


"Nda ayah, maafin aku ya ayah" ucapnya penuh sesal.


"Ayo masuk" ajak nathan yang langsung di angguki putri kecilnya.


Saat di dalam.


"Nak, nanti malam mau makan apa?" tanya nathan pada anaknya.


"Telselah papa, yang penting laula mam" ucapnya seraya mengusap perutnya yang penuh lemak.

__ADS_1


Nathan hanya tertawa kecil seraya geleng-geleng kepala dengan tingkah imut sang buah hati. Andai saja istrinya masih bersamanya, pasti… ah sudahlah lupakan saja.


"Papa emangnya bisa masak? Kan papa pake kulci loda" ujar Laura yang tak yakin pada sang papa.


Nathan hanya tersenyum seraya mengangguk pasti. "Meski kaki papa tidak bisa gerak, tapi kan papa punya tangan buat masak. Lagipula masak itu pake tangan bukan kaki sayang" ucapnya yang membuat laura menatapnya dengan berbinar.


"Papa kelen, aku kila papa bakal nyelah dalem keadaan seperti ini, telnyata papa hebat!!"


Lagi dan lagi nathan tersenyum dengan tingkah laura yang mampu membuatnya tersenyum setelah sekian lama terpuruk.


"Laura besok papa mau ke pantai, mau jualan pernak-pernik. Laura mau ikut ga sayang?"


"Laula ikut papa, laula kan nda mau di tinggal sendilian"


Nathan menganggukkan kepalanya dan menyuruh laura untuk duduk di kursi dan memperhatikannya yang akan memasak.


"Papa kenapa aku halus liatin papa yang mahu masak?" tanyanya dengan polos.


"Agar nanti waktu kamu besar, kamu juga bisa masak seperti papa" ujar nathan yang gemas ingin mencubit pipi laura yang gembul.


Laura menganggukkan kepalanya dan memperhatikan sang papa yang memasak dengan telatennya.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2