
Sementara di sebuah hutan yang jauh dari permukiman.
"Huh semangat lari, kalo aku disini terus bisa-bisa annita bisa menjadi terus" ucap seorang wanita cantik dengan keringat yang memenuhi sekujur wajah dan tubuhnya.
"Hey tunggu kamu" teriak beberapa pria yang berlari ke arah sang wanita.
Wanita itu menoleh sekejap kemudian kembali berlari lagi. Beruntung ia sudah menyiapkan segalanya untuk rencananya melarikan diri.
"Semangat anna kamu pasti bisa lari dari mereka" gumam wanita itu seraya terus berlari dengan sekuat tenaga.
......................
"Apa ini? Annita riskia lukyanova?" gumam nathan terkejut ketika melihat data yang baru saja ia dapatkan.
"Anita riskia lukyanova dan anora silvia adalah adik kembar dari anata evelyn lukyanova, namun mereka tak tinggal di dalam istana karena seseorang yang telah meramal bahwa annita dan annora akan membawa kehancuran sehingga ia di asingkan ke sebuah kota kecil. Annita , annora dan annata evelyn memiliki beberapa perbedaan, salah satunya annata memiliki tanda lahir di belakang lehernya" ucap nathan membaca semua data yang di peroleh nya dengan sangat teliti dan nada suara yang sangat pelan.
Bunda mu orangnya baik sekali at, selama ia dan suami nya di bully oleh para tetangga ia tak pernah membalasnya dengan sinis dan malah tersenyum menanggapinya. Jika ia ditanya mengapa ia tersenyum ketika suaminya di bully ia pasti menjawab "bukankah jika kita menanggapi mereka sama dengan kita ikutan seperti mereka? Percayalah jika kita berbuat baik dan terus ramah pasti tuhan akan melindungi kita"
Ucapan texsing seketika terngiang-ngiang di telinga nathan saat mengawasi gerak-gerik bundanya.
"Apa mungkin dia bukan bundaku? Jika dia bundaku pasti dia tak akan balas dendam pada keluarga ayah" gumam nathan memikirkan wanita yang bersama mereka akhir-akhir ini.
"Dia memang buthan bunda tita but dia onty tita" ucap tari dengan nada khas bangun tidur.
__ADS_1
Translate : Dia bukan bunda kita but dia aunty kita
Nathan menoleh ke arah sang adik yang masih rebahan seraya tersenyum manis ke arahnya.
"Apa maksudmu bilang seperti itu hm?" tanya nathan lembut seraya mengusap-usap tangan sang adik.
"Nda tahu tenapa tali ngelaca aja ditu, teluc tali pelnah diem-diem tabul dan nobain tec dna tapi…"
Translate : Ngga tau kenapa tari ngerasa aja gitu, terus tari pernah diem-diem kabur dan nyobain tes dna tapi...
"Tapi? tapi apa de?" tanya nathan kepo sekaligus penasaran.
"Tapi hacilnya nedatif, temungtinan dia bibi tita coalnya wajah tita cutup milip denannya" jawab tari seraya duduk dan menyandarkan tubuhnya ke dashboard ranjang.
"Memangnya berapa kesamaan nya?"
"tiga puluh pelcen"
"Tunggu, biar abang cari tahu lagi tentang bunda" ucap nathan yang semakin penasaran dengan silsilah keluarga bundanya.
Nathan kembali fokus pada laptopnya, jari-jari mungilnya mengetik dengan cepat di atas keyboard itu.
"Oh ya kamu tolong ceritain kenapa bisa kamu tes dna seperti itu? Padahal abang aja ga kepikiran buat tes dna"
__ADS_1
Tari hanya bisa mencebikkan bibirnya dan menceritakan apa yang terjadi. Dimulai dari bunda nana yang sering keluar diam-diam setiap tengah malam hingga akhirnya ia tes dna dengan bantuan rey dan ray (teman tari dan airin di sekolah).
"Oh gitu"
Nathan mengangguk-anggukan kepalanya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop sang bunda. Hingga 15 menit kemudian.
"Ga mungkin!!" pekik nathan terkejut sekaligus tak percaya dengan hasil yang ia dapatkan.
"apanya ang nda muntin?" tanya tari yang ikut kepo sekaligus penasaran.
Translate : Apanya yang ngga mungkin?
"Bunda dan ayah de, mereka queen and king mafia" ucap nathan dengan nada terkejutnya.
Mulanya tari kaget namun di detik kemudian matanya berbinar-binar seolah-olah mendapatkan sesuatu yang berharga.
"Thelen" ucap tari dengan mata yang masih berbinar-binar.
"Apanya yang keren?"
deg
Bersambung~
__ADS_1