
"Uh makanan buatan kalian memang sangat best" puji aiden sambil bersendawa.
"Iww jorok" jijik luna yang dapat merasakan betapa baunya mulut aiden.
"Dia emang gitu lun" acuh ken seraya membereskan mejanya.
"Luna aneh deh, tampang kalian itu tampan-tampan kok sikap kalian bikin ngeri" ujar luna dengan jujur membuat aiden tersedak air yang sedang di minumnya.
"Yang ngeri sih aiden doang lun, kita mah sikapnya kalem dan elegan" kata gama dengan gaya cool nya.
"Idihh, justru lo itu sama kayak si aiden. Sama-sama gi la" ucap indra seraya terkekeh.
Sedangkan aiden hanya diam seraya menikmati dessert buah yang berada di atas meja.
"Giliran ada makanan aja tu anak diem" celetuk nathan seraya menatap aiden yang makan tanpa jaim-jaim nya.
"Yang penting perut kenyang bro, lagipula ngomong juga butuh tenaga keles" kata aiden acuh dan terus memakan makanannya.
"Awas gemuk loh kak" ingat luna pada aiden.
"Ya gapapa, itung-itung nemenin kamu"
__ADS_1
"Hah? Nemenin apa?"
"Nemenin gemuk hahaha, liat aja tu perut udah mulai buncit" ucap aiden seraya menatap perut luna yang sudah tampak membuncit.
"Maksud kakak aku itu gemuk dan udah ga cantik lagi gitu?"
Nahkan mood si bumil langsung anjlok gara-gara aiden. Nathan dan ken selaku suami dan kakak luna pun langsung menatap aiden dengan tajam membuat nyali aiden menciut seketika.
"Ngga kok dek, kamu itu cantik banget. Adek abang yang paliiiiiing cantik sedunia" kata ken berusaha menghibur luna.
"Huaaa luna bukan adek satu-satunya abang" tangis luna yang tiba-tiba moodnya anjlok.
"B-bukan gitu dek maksudnya" ken yang sudah bingung menghadapi sikap sang adik pun langsung diam. Toh lebih baik diam daripada salah ngomong bukan?
"Kenapa?" tanya laura dengan polosnya.
"Ngga kok, mending kamu lanjut makan aja" kata gama yang duduk di sebelah laura.
Laura menganggukkan kepalanya dan melanjutkan acara makan versinya.
"Sayang pengen jus lemon" rengek luna yang tiba-tiba berganti mood membuat keempat teman nathan membelalakkan matanya seketika.
__ADS_1
"Oke, aku buatin ya sayang tapi kamu turun dulu"
"Gamau, aku pengennya di buatin sama kak aiden" ucap luna seraya menunjuk aiden yang sedang menyimak drama pasutri di depannya.
"What gue? Lo yakin dek?" tanya aiden tak percaya pasalnya dia sendiri tak pernah masuk ke dapur untuk membuat jus. Tetapi kini? Ia harus masuk dapur demi bumil? Yang benar saja!
"Yakin lah, orang debaynya yang minta" jawab luna seraya mengelus perutnya. "Meski ada sedikit keisengan dari luna hihi" lanjutnya dalam hati.
"Ngga ah, gue…"
"Aiden!! Cepet lo buatin kalo ngga gue bakal aduin ke momy nana" ancam gama yang membuat aiden semakin pasrah di buatnya.
"Iya deh iya, gue buatin" pasrah aiden pada akhirnya.
"Om laula pengen susu coklat juga, buatin ya om" pinta laura dengan santainya membuat aiden memelototkan matanya.
"Minta ma emak bapak lu sono jan ke gue, gue males" tolak aiden secara langsung membuat mata laura berkaca-kaca seketika.
"Aiden kalo gue gebuk lu pake sendal ini sakit loh" ucap indra seraya mengangkat sandalnya karena sangking geramnya.
Seketika aiden pun kabur ke dapur membuat laura yang melihatnya pun terkekeh geli.
__ADS_1
Bersambung~