Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
55 (Revisi)


__ADS_3

Pagi hari menjelang, kini semua orang bersiap untuk berperang merebut kerajaan lukyanova yang seharusnya menjadi milik putri evelyn alias bunda nana.


Pasukan mafia king juga sudah siap dan sudah berada di perjalanan. Sedangkan yang lainnya mengekori mereka dari belakang.


Usai 36 menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di depan kerajaan lukyanova yang sudah hancur berkeping-keping. Disana sudah ada raja edward yang sengaja menunggu mereka.


"Wah wah ternyata kalian membawa sedikit pasukan ya haha" raja edward memandang remeh putri evelyn sedangkan yang dipandang hanya tersenyum tipis.


"Aku juga membawa pasukan" ujar zion yang baru saja tiba bersama pasukan mafia miliknya.


"Wah cukup banyak tapi kalian kalah jumlah dengan ku hahaha" raja edward kembali tertawa tanpa ia ketahui bahwa para pangeran dan putri tersenyum smirk.


Bunda nana mengambil 4 batu kecil di dalam tasnya dan melemparkannya ke arah pasukan raja edward yang jumlahnya hampir 200 orang.


tak


tak


Satu lemparan tepat mendarat di kelompok yang berjumlah 80 orang. Dan


tak


tak

__ADS_1


satu lagi mendarat tepat di kelompok yang berjumlah 80 orang.


"Kalian tak bisa membunuh pasukan ku dengan batu itu tuan putri evelyn" ucap raja edward.


Bunda nana mengambil ponselnya yang berada pada saku celananya.


"Halo nak tekan sekarang" ucap bunda nana seraya menjauh begitu juga dengan pasukannya.


duaaaar


Tiba-tiba sebuah ledakan muncul tiba-tiba membuat bunda nana tersenyum smirk.


"Sisa mereka yang memakai pakaian anti ledakan" ujar paman ali yang fokus menekan-nekan layar ponselnya mengamati keadaan.


"Hanya satu yang bisa dilakukan. Menang atau mati" ucap bunda nana sambil mengeluarkan pedangnya.


Seluruh mafia yang berada di sana saling menyerang pasukan raja edward. Bunda nana dan yang lainnya pun tak tinggal diam dan menyerang raja edward.


treng


treng


dorr

__ADS_1


Bunyi pedang dan pistol terdengar dimana-mana. Semua orang yang berada di sana terus berperang dan menyerang tanpa belas kasih.


"Menyerah lah sebelum mati putri anata evelyn lukyanova" ucap raja edward seraya tertawa jahat.


"Jangan harap tuan EDWARD SNOWDEN LUKYANOVA" balas bunda nana penuh penekanan.


"Baiklah jika itu mau mu akan ku kabulkan kematian mu" ujar raja edward seraya mengayunkan pedangnya.


"Jangan harap putriku akan mati KAK" teriak raja erwand yang baru saja tiba seraya berlari menuju ke arah raja edward.


"B-bagaimana bisa? Bukan kah kau sudah mati tertimbun istana?" tanya raja edward yang melongo tak percaya.


"Seperti nya kau butuh anak buah yang teliti" ucap raja erwand dengan pedang yang mengayun membantu putri evelyn.


trang


Bunyi pedang putri evelyn dan kedua raja berbunyi nyaring. Mereka melawan dengan penuh kefokusan. Raja edward yang awalnya akan kalah pun di bantu oleh Dave yang ber-notabenenya adik tirinya.


"Aku akan menyerang wanita itu, fokuslah pada pria itu" bisik dave ketika berperang.


Benar saja beberapa saat kemudian putri evelyn hampir terjatuh dan tertusuk pedang namun untungnya arya dan zion yang melihat itu tak tinggal diam dan membantu sang kakak.


"Kau sangat licik tuan dave" ucap arya yang membuat Dave bingung sekaligus terkejut mengapa keponakannya itu membantu putri evelyn?

__ADS_1


Bersambung~



__ADS_2