
"Nova makanannya sudah siap?" tanya anita saat jam makan siang telah tiba.
Anata hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa makanan itu telah siap.
"Baiklah, panggilkan suami ku dan yang lainnya" titah anita seraya menutup majalahnya.
Lagi-lagi anata menganggukkan kepalanya dan menjalankan perintah anita.
Hingga beberapa menit kemudian semua anggota keluarga telah berkumpul di meja makan.
"Wah tampaknya makanan ini enak-enak, apa ini semua masakan buatan kamu nak?" tanya paman rendy yang tinggal sementara bersama mereka.
"Iya ini semua masakan aku, silahkan dimakan ya" jawab anita seraya melayani semuanya.
Adnan yang tau bahwa itu adalah masakan buatan anata ga sebenarnya hanya diam dan menikmati makan siangnya. Tanpa sadar ia telah membuat semua orang curiga dengan sikapnya.
"Kalian kenapa?" tanya adnan heran saat semua orang menatapnya.
Anata yang berdiri tak jauh dari situ hanya mengode adnan lewat matanya.
"Yaampun!! Aku lupa bersifat seperti adnan yang lama!! Pantas saja semua orang menatapku" gumam adnan di dalam hati seraya melanjutkan acara makannya dengan berantakan.
Nathan yang awalnya mengira sang ayah sudah sembuh hanya bisa diam membisu karena harapannya sudah hancur.
"Aku kira ayah telah sembuh tapi ternyata tidak" gumam nathan yang merasa terlalu berharap.
Adnan yang dapat mengartikan ekspresi nathan hanya bisa menatapnya dengan rasa bersalah.
'Maafkan ayah, ayah janji setelah rencana ini selesai ayah akan memberi tahu kalian' batin adnan
Usai beberapa menit kemudian semua makanan habis menyisakan dua mangkuk sup milik adnan.
"Macatan bunda ena banet, lebih ena ini dalipada ang temalin bunda maca" ujar tari pada bundanya.
Translate : Masakan bunda enak banget lebih enak ini daripada yang kemarin bunda masak
Sebenarnya baik nathan maupun tari bisa menebak bahwa itu bukan masakan sang ibu melainkan sang pelayan baru. Di lihat dari rasa dan bentuknya saja sudah berbeda jauh dari masakan bunda nana yang dulu.
"Kamu terlalu berlebihan memuji bunda sayang" ujar anita yang merasa tersanjung dengan ucapan tari.
"Tapi emang bener enak loh nak" timpal paman rendy yang membuat anita semakin tersanjung.
Adnan yang tidak suka dengan hal itu pun diam-diam memasukkan garam pada sup nya.
"Uh nda enak" celetuk adnan tiba-tiba seraya membanting sendoknya.
__ADS_1
Anata yang melihat reaksi adnan pun terheran-heran dengan apa yang terjadi.
"Ngga enak kenapa?" tanya anita yang merasa tidak ada yang salah pada semua masakan itu karena dia memang sudah mencicipinya terlebih dahulu.
"Cobain deh" titah adnan seraya mendorong mangkuk sup pada anita dengan sangat kuat membuat sup itu tumpah-tumpah di meja.
"Emang apa sih yang salah?" gumam anita heran seraya mencicipi sup itu.
"Huek asin"
Anita menatap tajam pada anata membuat anata gugup seketika. "Kok asin sih? Apa yang terjadi?" gumam anata bertanya-tanya dalam hati.
"Kamu sengaja ya bikin kita keasinan?" bentak anita membuat paman rendy terkejut seketika.
"Maksudnya apa ya? Bukannya itu masakan kamu? Kok dia yang di salahkan?" tanya paman rendy dengan tatapan mengintimidasi miliknya.
"E-eh" seketika anita gugup dengan pertanyaan dari paman rendy, namun di detik kemudian ia sudah menguasai rasa gugupnya.
"Iya emang aku yang masak, tapi kalau sup ini dia yang masak" jawab anita memberi alasan yang cukup masuk akal.
Adnan yang mendengar alasan tersebut tersenyum jahil dan mengeluarkan garam dari bawah meja.
"Ayah kok garem itu ada di bawah kolong meja?" tanya nathan heran.
"Tadi jatuh waktu ayah mau masukin gula biar manis, eh tapi malah jatuh" jawab adnan dengan tampang polosnya.
Tari hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya tak mengerti dengan apa yang di lakukan sang ayah. Sedangkan nathan langsung meminta maaf pada anata yang telah di bentak oleh anita.
"Bibi maafin ayah saya ya bi, gara-gara ayah saya bibi di bentak oleh bunda saya" ujar nathan merasa bersalah seraya membungkukkan setengah badannya.
"I-iya gapapa" jawab anata gugup kala menyentuh kepala nathan yang amat halus.
Nathan tanpa sadar tersenyum manis ketika anata mengusap kepalanya. Namun di detik kemudian wajahnya kembali datar seraya kembali duduk di samping sang adik.
"Nanti tali bantuin belecin meja yaa!!" seru tari pada anata yang masih setia berdiri.
"Ga usah non, biar saya saja yang beresin" tolak anata secara halus.
"Nda boyyeh nola thalo nda tali malah"
Translate : Nda boleh nolak kalo nda tari marah
..."Baiklah nona, terserah anda saja" ucap anata dengan senyumnya....
"Adnan juga mau bantuin" celetuk adnan seraya mengedip-ngedipkan kedua matanya.
__ADS_1
"I-iya silahkan" gugup anata yang tau apa yang di maksud oleh kedipan mata itu.
'Kode itu… Ah dia membuatku sangat gugup' batin anata seraya pamit pergi untuk mengerjakan tugas yang lain.
"Kak Adnan sangat menyebalkan" gerutu anata di kamarnya.
......................
"Kau sangat menyebalkan kak" cemberut anata saat malam sudah hampir larut.
cup
Adnan kembali menci*m anata. Kali ini bukan di pipi seperti sebelumnya melainkan di bibir yang sedang mengerucut itu.
Anata yang tiba-tiba mendapatkan serangan seperti itu langsung kaget dan mematung, membiarkan adnan yang sedang bermain-main di bibir kenyal itu.
"Hey sadarlah, aku tak akan melakukan itu padamu. Aku hanya menci*m mu saja, tidak lebih!" seru adnan seraya menggoyangkan bahu anata.
Seketika anata tersadar dan membalikkan badannya karena malu.
"Hey apakah kau marah padaku? Maafkan aku!! Aku hanya ingin merasakan bibir mu itu" ujar adnan yang mengira anata marah padanya.
'Aku tidak marah, tapi aku malu kak' batin anata yang masih berusaha meredakan rasa gugupnya.
"A-aku tidak marah kok, kak" ucap anata tanpa membalikkan badannya.
"Lalu kenapa kau tak mau menatapku?" tanya adnan heran. "Ah aku tau, pasti kamu sedang ngeblush kan? Hahaha"
"Ih kak adnan mah gitu, jangan di goda dong!! Malu nih" jujur anata seraya menatap adnan yang masih tertawa.
Seketika adnan terdiam dan menatap istrinya. "Hm, akan ku usahakan. Tapi dengan satu syarat"
"Apa syaratnya?" tanya anata penasaran.
"Besok malam kita harus menikah" jawab adnan dengan serius.
"A-apa?"
Jujur saja anata kaget dengan syarat yang adnan ajukan. Tapi karena berhubung mereka yang terpisah dua tahun lebih, apakah pernikahan mereka masih sah?
"Baiklah aku setuju" ucap anata yang tahu apa yang di lakukan adnan adalah yang terbaik untuk mereka.
Seketika adnan tersenyum manis pada anata. Dengan cepat ia mengeluarkan sebuah kotak cincin yang berada di kantongnya.
"Anata evelyn lukyanova, jujur aku sudah mencintaimu dari pertama kali kita bertemu. Aku memang pria yang tidak sempurna, tapi maukah kau menjadi penyempurna ku? Menjadi pengisi di segala kekurangan ku? Menerima keadaan pria yang kurang romantis ini baik susah atau pun senang? So will you marry me?"
__ADS_1
Bersambung~