
Tiga hari sudah berlalu di rumah sakit dengan kebahagiaan yang sudah lama nathan dan tari nanti. Kini mereka semua sudah kembali ke mansion kecil milik bunda nana.
Bunda nana dan adik-adik nya memutuskan untuk diam di mansion untuk sementara sebelum kembali berangkat ke istana untuk menelusuri jejak kematian ratu almira.
"Nanan makannya pelan-pelan nanti keselek loh" seru bunda nana ketika melihat adnan yang memakan sarapannya dengan cepat.
Angkasa dan tari yang mendengar panggilan lebay dari bunda nana pun langsung tertawa membuat adnan kesal dan membanting sendoknya membuat tari dan angkasa kaget seketika.
"Angkasa tarii ga boleh gitu sayang" tegur bunda nana yang langsung membuat tawa angkasa dan tari berhenti seketika.
"Tapi bunda pandilannya lucu adinya tali cama aman thetawa" ujar tari sambil menyuapkan makanan miliknya ke dalam mulutnya.
Translate : Tapi bunda, panggilannya lucu jadinya tari sama paman ketawa
Bunda nana hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar balasan dari sang anak. Sedangkan keluarga buna ara hanya diam dan menyimak karena sadar jika mereka sedang menumpang hidup saat ini.
"Kak ara sama yang lainnya ga usah sungkan yaa. Anggap aja rumah sendiri tapi jangan ngelunjak juga ya kak haha" canda angkasa yang ingin mencairkan kecanggungan dari keluarga angkatnya.
Buna ara dan yang lainnya tersenyum tipis menangapi ocehan angkasa sedangkan airin ia malah tertunduk karena lingkungan yang baru.
"Ara" panggil bunda nana yang membuat buna ara menoleh seketika.
"Kenapa na?"
"Aku mau nitip adnan sama anak-anak ya ra. Aku, arya zion sama angkasa harus kembali ke kerajaan buat nyari informasi tentang dendam bertahun-tahun yang lalu. Kalo semuanya udah kembali normal aku bakal balik lagi ke sini dan bantuin kamu. Tolong bantuannya ya ra"
"Udah santai aja na, ga usah kamu pinta juga aku bakal jagain mereka kok. Untuk urusan perusahaan gapapa kok lagipula aku udah ikhlasin perusahaan itu. Sekarang mah aku sama vyano fokus sama perusahaan Leonard aja"
"Kamu yakin?" tanya bunda nana ragu pasalnya perusahaan grance adalah perusahaan yang lumayan besar dan cukup di sayangkan jika diserahkan pada mantan suami sahabatnya begitu saja.
Buna ara mengangguk pasti sambil tersenyum.
"Aku bantuin kakak buat ngestabilin perusahaan Leonard ya" ujar dika yang sedang menyuapi babby divan.
"Ga usah dek, lagipula ga ada yang jaga babby divan kan?" ucap bunda ara sambil mengelus-elus babby divan yang makan dengan lahapnya.
"Emang gapapa kak? aku agak sungkan loh kak kalo aku terus numpang hidup sama kakak terus" ucap dika mengutarakan kesungkanan nya.
Lagi-lagi buna ara mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
"Ya udah ya ra kami berangkat dulu" ucap bunda nana seraya bangkit di ikuti oleh adik-adiknya.
Adnan yang melihat istrinya berdiri pun ikut berdiri membuat nathan langsung menahan tangan sang ayah.
"Ayah mau kemana?" tanya nathan yang membuat bunda nana sadar jika ia harus menjelaskan sesuatu pada suaminya.
"Nanan ikut nana sebentar yu" ajak bunda nana yang membuat langkah adik-adiknya berhenti dan menatap sang kakak dengan tatapan penuh tanya.
Bunda nana mengangkat sebelah tangannya memberikan isyarat untuk diam dulu sebentar. Setelah itu ia membawa adnan ke suatu tempat untuk menjelaskan sesuatu.
Tak berselang lama adnan kembali dengan wajah ceria membuat semua orang heran dengan apa yang mereka bicarakan.
"Adik-adik kata nana dia udah nunggu di parkiran depan" ucap adnan yang membuat arya dan lainnya langsung pergi.
"Ayah apa ang tadi bunda omonin?" tanya tari penasaran begitu juga dengan nathan dan buna ara.
"Nda ngomongin apa-apa kok" jawab adnan seraya menampilkan deretan giginya.
"Ich ayah cethalang main lahacia-lahacia an" desis tari sambil meletakkan sendok nya dengan kesal.
Translate ; Ish ayah sekarang main rahasia-rahasia an
"Ailin ayo cetholah" imbuh tari sambil menatap Airin yang menunduk.
Airin bangun dari tempat duduknya dan berjalan menyalami buna ara dan yang lainnya dan diikuti oleh tari, vyunda, al dan juga el.
"Kalian di anterin sama siapa?" tanya buna ara yang membuat langkah mereka terhenti.
"Kata kak nana kita bakal di anter jemput sama supir yang udah nunggu di depan kak " jawab sl.
"Iya , supirnya juga udah nunggu di depan tuh" timpal vyunda seraya menunjuk ke arah depan.
"Oh ya udah,, hati-hati di jalan oke jagain tari sama airin juga" pesan buna ara yang langsung di balas dengan acungan jempol dari el dan vyunda.
Vyunda, al, el , airin serta tari berangkat bersama menuju sekolah masing-masing. Sedangkan bunda ara , vyano , dan nathan mereka berempat akan berangkat bersama menuju perusahaan leonard menggunakan mobil milik angkasa yang sengaja di tinggalkan bersama supirnya.
......................
Setelah beberapa jam di udara akhirnya pesawat yang di tumpangi bunda nana dan adik-adik nya mendarat sempurna di bandara rahasia milik bunda nana.
__ADS_1
Mereka berempat sepakat untuk menemui ayah mereka yang sudah mereka ketahui identitas sebenarnya.
"Kak tadi apa yang kakak bicarain sama kak adnan?"
tanya angkasa saat mereka berada di mobil menuju istana.
"Oh ituu rahasia deh" ucap bunda nana seraya tersenyum-senyum sendiri dengan mata yang terus menatap ke luar.
Angkasa mendengus kesal mendengar jawaban sang kakak sedangkan zion ia malah menepuk-nepuk pundak angkasa.
"Jangan terlalu kepo sama urusan orang lain, urus aja tuh diri sendiri yang ga punya pasangan" ujar zion yang membuat angkasa mendengus kesal.
"Inget kamu juga ga punya pasangan dek" celetuk bunda nana yang membuat angkasa tertawa.
Tak berselang lama mobil itu pun masuk ke halaman istana. Mereka berempat turun bersamaan membuat para pengawal istana terkejut dengan keberadaan pangeran yang selama ini menghilang.
Mereka berempat berjalan menuju ruangan kerajaan tempat raja duduk di tahtanya dan berakting seolah-olah tak menyadari bahwa ada salah satu pengawal yang menyelinap.
Dengan suksesnya mereka mengelabui pengawal istana dan masuk ke ruangan dimana pengawal itu menceritakan yang terjadi.
prok
prok
prok
Suara tepuk tangan dari keempat bersaudara itu menggema di ruangan membuat sang raja tersenyum menyambut mereka.
"Rupanya kalian sudah mengetahui rencana ku ya" ucap raja edward sambil turun dari tahtanya.
"Rencana apa yang kau maksud paman?" tanya angkasa pura-pura tak mengerti.
"Jangan berpura-pura karena aku mengetahui apa yang terjadi" seru raja edward yang membuat keempat bersaudara itu tertawa hambar.
"Tentang rencana pembunuhan itu kah YANG MULIA?" tanya bunda nana dengan nada penuh tekanan di akhir kalimatnya.
"Hahaha ternyata kau telah mengetahui bahwa aku telah membunuh permaisuri almira dan mengurung raja edward yang sebenarnya ya, tuan putri?" ujar raja edward seraya tertawa jahat.
deg
__ADS_1
Bersambung ~