Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
82


__ADS_3

blush


Seketika pipi anata berubah menjadi merah merona. Sedangkan kedua anaknya malah senyam-senyum tak jelas seperti sang ayah.


"Apaan sih mas" ucap anata menutupi rasa malunya.


"Ayo lah bund, nathan sama tari udah siap punya adik nih" ucap nathan mewakili sang adik.


"Bener bund, malahan kami udah ga sabar punya adik" timpal tari yang membuat adnan semakin punya kesempatan untuk memiliki anata seutuhnya.


"Ya udah, ayah sama bunda bikin dulu yah adiknya. Oh ya kalian jangan lupa makan dan mandi yah" ujar adnan seraya menggendong anata secara tiba-tiba membuat sang empu malu sekaligus deg deg an di buatnya.


"Semoga sukses yah" ucap nathan seraya menarik sang adik untuk masuk ke kamarnya.


......................


"Tanggal merahnya udah ilang kan?" tanya adnan sebelum memulai aksi ekhem mereka.


"I-iyah, udah ilang sejak kemarin malem" gugup anata seraya menunduk.


Seketika adnan pun tersenyum cerah dan mengangkat dagu anata dengan lembut. "Jangan menunduk terus, lihatlah aku" pinta adnan yang langsung di patuhi anata.


cup


Adnan langsung memulai aksinya. Di mulai dari kecupan biasa hingga berakhir kegiatan panas yang membuat dinginnya hujan menjadi suana syahdu untuk kedua insan itu.


"Bolehkan?" tanya adnan meminta izin kepada anata di tengah-tengah aktivitas mereka.


Anata hanya menganggukkan kepalanya dan merasakan sengatan darah di tubuhnya. Rasa yang sebelumnya tak pernah ia rasakan, kini ia merasakannya. Rasa-rasa geli-geli gimana gitu (rasanya ya gitu yah, author masih polos🤣🔥)


Hingga akhirnya keduanya pun merasakan kenikmatan langit ke tujuh untuk pertama kalinya. Namun adnan yang sudah kecanduan pun meminta lagi dan lagi membuat anata kelelahan di buatnya.


Hingga pagi pun menjelang~


"Bunda ayah bangun!!" teriak twins n yang khawatir dengan kedua orang tua mereka yang tidak keluar kamar sejak kemarin sore.


Untungnya twins n bukan type anak yang rewel dan tergolong mudah menurut. Sehingga para pelayan yang berada di vila itu tidak repot mengurus mereka berdua.


ceklek


"Pagi anak-anak ayah" sapa adnan seraya menggendong keduanya secara bersamaan.

__ADS_1


"Pagi ayah, bunda mana yah?" tanya keduanya seraya celingak-celinguk mengintip ke dalam.


"Bunda lagi ngeringin rambut tuh" ucap adnan seraya membawa keduanya masuk ke dalam kamarnya.


"Pagi twins" sapa anata tanpa menghentikan kegiatannya.


"Pagi juga bunda" balas mereka berdua.


"Udah pada mandi belum hm?" tanya anata seraya menghampiri ketiganya.


Nathan dan tari menganggukkan kepalanya dan memeluk sang bunda. Sedangkan adnan yang melihat pemandangan itu pun tersenyum manis.


"Ya udah ayo kita turun, perut ayah udah laper nih" ajak adnan yang langsung di angguki ketiganya.


......................


"Ayah kita mau kemana?" tanya tari pada ayahnya yang sedang menyetir mobil.


"Ketempat liburan sayang, dulu bundamu sering mengajak ayah kemari" ujar adnan yang ingin mengenang masa-masa yang hilang dalam ingatannya.


"Kok ayah tau?" tanya anata heran karena setahunya adnan kehilangan beberapa ingatannya.


"Ya karena ayah nyari tau" jawab adnan dengan santainya.


Selang 30 menit kemudian, mereka sampai di sebuah perdesaan yang sangat asri. Bahkan keluarga itu harus turun dari mobil demi menghormati penduduk di sana.


"Bund jalannya kemana?" tanya adnan yang takut kesasar.


"Ih ayah, ayah yang ngajak tapi ayah juga yang ga tau jalan" celetuk nathan yang di balas tawa oleh adnan.


"Udah-udah, kita lurus aja. Nanti kita langsung nyampe di danau" ujar anata seraya tersenyum.


Sesampainya di sana.


"Woww asri banget!!" seru nathan yang terpukau.


"Gimana kalo kita foto bersama?" saran adnan yang langsung di angguki twins n.


"Permisi mbak, bisa tolong fotoin kita nggak mba?" tanya anata pada salah satu penduduk yang tampak asli orang sana.


Penduduk itu pun menganggukkan kepalanya dan memotret keluarga itu.

__ADS_1


Tak terasa hari pun menjelang siang.


"Ayah pengen naik itu" rengek tari pada sebuah perahu.


"Ya udah ayo, bunda mau ikut gak?" tanya adnan pada anata.


Anata hanya menggelengkan kepalanya dan memilih untuk duduk di sebuah kursi seraya sesekali memotret kedua anak dan ayah itu.


"Uh bunda capek" ucap tari pada sang bunda yang sedang menikmati udang mentega miliknya.


"Ya udah istirahat dulu sini"


Tari menganggukkan kepalanya dan tiduran di paha sang bunda. Entah karena nyaman atau kelelahan, tari terlelap di pangkuan sang bunda.


Anata yang melihatnya pun tersenyum dan mengode agar adnan dan nathan mengecilkan suaranya.


"Kamu ga ngantuk juga nak?" tanya adnan pada nathan seraya menyomot udang mentega milik anata.


"Ngga juga"


"Oh"


"By the way bund, liburan ini ga gratis ya bund" ucap adnan pada anata membuat anata yang polos hanya mengerlingkan matanya.


"Terus harus bayar gitu? Bayar pake apa?" tanya anata dengan polosnya.


"Pake ekhem ekhem, tapi 3 ronde aja kok"


blus


Lagi dan lagi ucapan adnan membuat pipinya merah merona. Anata hanya bisa memalingkan wajahnya dari pada di goda oleh ayah dan anak itu.


"Emang kalian mau gulat yah?" tanya nathan dengan polosnya.


"Iyah, gulat buat bikin adik kamu" jawab adnan tanpa saringan membuat anata mencubit pahanya dengan keras.


"Awww sakit yank, kalo mau di rumah aja jangan di sini" kata adnan yang mengira cubitan itu karena anata yang menginginkan ekhem.


"Yayaya terserah mu aja mas" ucap anata yang tak ingin melanjutkannya. Bisa berabe ntar kalo di lanjutin.


"Bunda mau nathan kasih obat penyubur ga bund? Biar makin cepet bikin adeknya" ujar nathan yang membuat anata tersedak ludah sedangkan adnan malah tersenyum lebar.

__ADS_1


"Boleh tuh, biar cepet jadi adeknya"


Bersambung~


__ADS_2