
"Lain kali kalo kamu capek ga usah masak, lagian aku kan ga lama di luarnya" ceramah nathan yang nampak tak tega melihat luna kelelahan.
Luna hanya menundukkan kepalanya karena takut dengan nathan yang nampaknya marah padanya.
"Maaf mas" lirihnya.
"Jangan malah sama mama papa, mama kan baik mau masakin laula makanan seenak ini. Kalo papa mahu malah mending papa malahin laula aja. Soalnya laula yang nyuluh mama masak" ujar laura yang tak mau luna di marahin oleh sang papa.
Nathan yang tersadar membuat kedua perempuannya ketakutan pun langsung tersenyum. "Maaf, papa tak bermaksud menakuti kalian, papa hanya ga mau mama luna kecapean. Kan laura tau kalo mama luna itu lagi hamil"
"Emanya mama hamil? Wah asyik laula bakal punya adek, makasih ya ma, laula janji laula bakal jagain mama sama adek bayi" ujar laura dengan riang membuat hati luna kembali menghangat seketika.
Ketika ia tak di harapkan oleh keluarganya dan malah di usir oleh keluarganya, ia malah bertemu dengan sosok nathan yang dingin di luar dan hangat di dalam serta laura yang lucu nan menggemaskan membuatnya sangat bahagia bukan main.
"Hiks hiks"
Tiba-tiba luna menangis begitu saja membuat laura dan nathan panik seketika.
"Kau kenapa lun?" tanya nathan khawatir.
__ADS_1
"A aku terharu hiks, ketika aku sedang dalam kesulitan kalian mengulurkan tangan kalian untukku. Padahal keluargaku saja tak mau mengulurkan tangan mereka huaaaa"
Laura yang melihat luna menangis pun langsung ikut menangis membuat nathan kelimpungan. Dan berusaha menenangkan mereka.
30 menit kemudian
"Pelan-pelan makannya, nanti keselek loh" tegur nathan yang melihat luna dan laura yang makan dengan cepat karena tak sabar ingin memakan es krim yang baru saja sampai di rumah nathan.
"Uhuk uhuk"
Luna tersedak makanannya sendiri membuat nathan yang berada di sampingnya langsung menyodorkan segelas air minum. Dan luna pun meminum air itu.
"Udah habis pa, boleh mam es klim sekalang nda?"
Luna dan laura bersorak riang dan mengambil es krim mereka masing-masing.
Nathan sendiri yang memang tak begitu menyukai makanan manis hanya memperhatikan mereka dengan senyum tipisnya.
"Kalian habisin dulu ya, papa mau nyusun barang" ucap nathan seraya pergi dan menyusun barang di rak yang memang mudah nathan jangkau.
__ADS_1
15 menit kemudian~
"Luna kamu berbaringlah dulu, tenang aku tak akan berbuat apa-apa padamu, hanya memeriksa mu saja kok" titah nathan seraya memaksa luna untuk berbaring.
Luna yang awalnya menolak pun kini pasrah karena nathan yang terus menerus memaksanya.
Setelah beberapa pemeriksaan~
"Janinnya kembar, tetapi kandungannya sangat lemah" gumam nathan setelah pemeriksaan berakhir.
"Udah? Gimana keadaan anak ku?" tanya luna yang penasaran.
Nathan mengusap kepala luna dengan lembut dengan senyum manisnya yang membuat luna terpesona.
"Sebaiknya kamu banyak istirahat lun, kandungan kamu lemah. Aku takut terjadi sesuatu yang tidak-tidak pada kandunganmu"
Seketika luna murung dan mengusap-usap perutnya dengan lembut. "Hiks, maafin mama. Harusnya mama ga lakuin hal yang tidak-tidak. Maafin mama sayang" gumam luna penuh sesal.
"Sebaiknya kau perbanyak istirahat dan jangan banyak pikiran. Jika ada apa-apa bilang saja padaku, aku akan membantumu" ujar nathan penuh perhatian.
__ADS_1
Luna yang merasa di istimewa kan oleh nathan pun langsung malu, dan memegang jantungnya yang berdegup kencang. Apakah ini yang di namakan jatuh cinta? Padahal dulu ia tak seperti ini saat berada di dekat tunangannya. 'Oh duda, pesonamu sangat luar biasa' batin luna menjerit ketika tangannya di genggam oleh nathan.
Bersambung~