
Keempat pria itu menatap luna dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Namun karena beberapa saat luna tak menjawab, salah satu pria pun nyelonong masuk di ikuti ketiga pria lainnya meninggalkan luna yang masih mematung karena ketakutan.
"Huaaa mamaaa lunaa takut" tangis laura yang membuat luna tersadar dan masuk ke dalam rumahnya dengan cepat.
"Hey kalian menakuti anakkku, sebaiknya kalian menjauh!!" usir luna yang tak terima karena keempat pria itu membuat putrinya ketakutan.
"Kalo gue gamau menjauh gimana?" tanya salah satu pria yang nyelonong masuk dengan tatapan menantang.
"Kena sapu gue, mau hah?" balas luna yang mengeluarkan jurusnya.
Seketika pria itu pun terdiam. Sumpah demi apapun pria itu tak mau berurusan dengan sapu ibu-ibu setelah kejadian dimana ia di gebuki oleh ibu-ibu. Sakit dan malunya tuh beh bukan main!!
"Heh lo pada siapa?" seru nathan yang baru saja keluar karena mendengar keributan dan suara tangis anaknya.
Seketika keempat pria itu menoleh ke arah nathan yang menatapnya dengan tajam.
"Ayaaang nathaaan" pekik pria yang tadi menantang luna seraya memeluk nathan.
__ADS_1
Nathan yang di peluk seperti itu pun langsung memukul kepala pria itu membuatnya melepaskan pelukannya.
"Ih sakit tau nat" ringisnya seraya mengusap-usap kepalanya yang terasa sakit.
"Abisnya lo lebai deh den" ucap nathan seadanya membuat ketiga pria yang tak lain teman nathan pun tertawa.
"Bener kata lo nat, masa iya kemaren gua di peluk ma dia. Pacar gua sampe kabur gara-gara ngira gue gay" curhat pria yang bernama gama.
Sedangkan aiden yang di bawa-bawa pun mengerucutkan bibirnya. "Abisnya pacar lo nyebelin, bisa-bisanya dia manggil gue gey" adunya pada gama membuat semua orang tertawa kecuali aiden yang ditertawakan dan juga luna dan laura yang tak mengerti mereka bicara apa.
Pembantu? Ya mereka menganggap luna pembantu nathan karena tampilan nya yang pas pasan meski wajahnya sangat cantik dan hampir membuat mereka terpesona.
"Dia pembantu lo nat?" tanya ken yang penasaran dengan wanita di depannya.
Sontak ucapan ken membuat bumil itu naik pintam dan menjewer telinga ken membuat nathan terperangah dengan sikap luna.
"Kalo ga tau apa-apa mending diem!! Jangan liat penampilan orang dari luarnya. Gue itu istri dia bukan pembantu dia!! Camkan itu" cerocos luna yang merasa tersinggung dengan ucapan ken.
__ADS_1
Sedangkan orang-orang yang melihat itu langsung meringis seraya memegang telinga mereka.
"Udah sayang udah, kan ken gatau kalo kamu itu istri mas" lerai nathan yang cukup iba dengan temannya itu.
"Sejak kapan lo nikah?" tanya indra penasaran.
"Beberapa hari yang lalu" ucap nathan singkat seraya memeluk laura yang tampak ketakutan dengan kehadiran keempat temannya itu.
"Lo gakan nawarin kita duduk atau minum gitu?" tanya gama yang sebenarnya sudah pegal ingin duduk.
"Tumben nanya, biasanya juga langsung duduk tanpa izin" kata nathan dengan senyum sinisnya membuat gama menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Tau tuh, tu anak emang malu-maluin" celetuk aiden yang sebenarnya sudah duduk daritadi.
"Daripada lo, udah mah main nyelonong, bikin anak orang nangis, duduk tanpa izin pula" balas gama yang langsung di balas oleh tawa aiden.
Bersambung~
__ADS_1