Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
48 (Revisi)


__ADS_3

Sore hari pun menjelang.


Bunda nana nampak mondar-mandir di ruangannya. Sementara orang lain yang sama-sama berada di ruangan itu hanya memperhatikan nya saja tanpa berniat untuk membuka suara.


Hingga beberapa menit kemudian.


"Bunda agi napain cih? mundal mandil mulu thaya cithat baju" ucap tari yang mulai bosan.


Translate : Bunda lagi ngapain sih? mondar-mandir mulu kayak sikat baju


"Setrikaan tari bukan sikat baju" ralat nathan yang membuat semua orang yang mendengarnya tertawa.


Bunda nana duduk di samping putrinya itu dan mencubit pipinya dengan gemas.


"Bunda tuh khawatir sama om-om kalian sayang" jelas bunda nana seraya mengacak-acak rambut tari.


"Teluc thenapa bunda mundal mandil?" tanya tari yang tak mengerti dengan orang dewasa.


"Karena bunda berharap supaya waktu bisa cepat berjalan" jelas bunda nana lagi.


Tari memangut-mangut mengerti dengan penjelasan dari bundanya itu.


"Hoaaam"


Adnan menguap seraya menggeliat membuat bunda nana terkekeh gemas dengan tingkah nya yang lucu padahal ia sudah beranjak dewasa.


"Uhh nanan udah bangun hm?" tanya bunda nana seraya mengelus-elus puncak kepala adnan.


Adnan tersenyum melihat tingkah istrinya yang selalu memperlakukan nya layaknya anak kecil.


"Nana adnan bukan anak kecil lagi ih" kesal adnan seraya cemberut membuat semua orang yang berada di sana tertawa karena gemas pada adnan kecuali tari.


"Ayah janan emec emec mulu ih, tali jadi puna cainan ntal" dengus tari yang membuat semua orang semakin tertawa di buatnya.


Translate : Ayah jangan gemes-gemes mulu ih, tari jadi punya saingan ntar


Bunda nana memeluk anaknya seraya berkata "Ga usah iri dong lagipula kalian doang yang paling lucu menurut bunda"


Senyum secerah mentari pun langsung terbit di wajah tari setelah mendengar ucapan bundanya. "Matacih bunda tali emang lucu hihihi" ucap tari sombong.


Translate : Makasih bunda tari emang lucu hihihi


Nathan memutar bola matanya jengah dengan kelakuan sang adik yang bila di puji akan semakin sombong. "Lucu sih tapi sayangnya ga cantik" ucap nathan yang langsung membuat tari berkaca-kaca seketika.

__ADS_1


"Bundaa" adu tari pada bundanya.


Bunda nana hanya mengelus nathan dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ga boleh gitu" tegurnya yang hanya di balas oleh acungan jempol oleh nathan.


Tari dan adnan terus bercanda tawa sampai suara ketukan pintu membuat mereka memberhentikan kegiatan mereka.


"Kak ini aku aryaaa" teriak arya dari luar.


Dengan cepat bunda nana membukakan pintu. Bunda nana terkejut melihat buna ara yang dipapah oleh arya dan angkasa yang dipapah oleh zion.


"Bawa kak ara masuk" titah bunda nana yang langsung di angguki oleh zion dan arya.


Arya mendudukkan sang kakak di sofa begitu juga dengan zion yang meletakkan angkasa di sofa.


"Mengapa kalian bisa terluka parah seperti ini?" tanya bunda nana setelah mengunci pintu ruangannya.


Arya dan zion saling pandang kemudian mereka menceritakan semua yang terjadi.


Bunda nana dan yang lainnya menyimak dengan seksama setiap cerita dari arya dan zion. Setelah selesai bercerita arya dan zion memeluk kakak tirinya yang menangis.


"Kenapa hidup ini ga adil hiks, baru saja aku mengetahui yang sebenarnya mengapa ayah sudah meninggalkan ku huaaa"


Bunda nana terus menangis layaknya seorang anak kecil. Arya dan zion terus berusaha menenangkannya hingga suara suami dan anaknya pun keluar.


"Thalo bunda cedih nanti tali bathal ithut cedih loh bunda" timpal tari lagi.


Translate : Kalo bunda sedih nanti tari bakal ikut sedih loh bunda


Nathan yang tak ingin kalah pun menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan ucapan adik dan ayahnya.


Bunda nana melepaskan pelukannya dengan adik-adiknya dan menatap suami serta anaknya dengan mata sembabnya. Dia langsung memeluk suaminya dengan sangat erat.


Adnan membalas pelukan itu tak kalah eratnya. Buna ara, dika, tari dan yang lainnya hanya terharu melihat interaksi mereka dan sedih dengan hal yang menimpa bunda nana. Sedangkan nathan malah menatap heran karena sang bunda hanya memeluk ayahnya saja.


'Siapa sebenarnya dia?' batin nathan bertanya-tanya.


Hingga beberapa saat kemudian mereka mengurai pelukan itu. Bunda nana tersenyum dan mengelus-elus adnan dengan penuh kasih sayang.


Semua orang terdiam sesaat karena sibuk dengan pikirannya sendiri sampai suara bunda nana membuat keheningan itu terpecahkan.


"Apakah istana benar-benar hancur?" tanya bunda nana dengan suara yang serak karena habis menangis.


Flashback on

__ADS_1


"Maaf tuan nona evelyn tidak dapat di temukan dan kemungkinan belum pergi jauh dari sini" lapor salah satu pengawal yang ditugaskan mencari evelyn yang hilang.


"Jangan harap kalian menemukan kakak haha" sinis zion pada seorang pria yang tak lain adalah ayahnya.


"Zion" bentak raja edward pada anak sulungnya yang tak tahu diri menurutnya.


Raja edward mendekati anaknya dan mengelus-elus putra sulungnya itu. Zion berusaha memberontak namun percuma karena tangan dan tubuhnya di ikat ketat oleh sang ayah.


"Hai nak, ayah kira kau sudah tiada karena pamanmu itu ternyata kau masih hidup. Hmm apa ayah perlu memusnahkan mu bersama-sama adik-adik mu supaya istana ini segera menjadi milikku seutuhnya?"


"KAKAK, ZION ADALAH ANAKMU KAK" bentak raja erwand yang diikat di sebelah zion.


"Anak? Hahaha aku tak pernah menganggap dia sebagai anakku" ujar raja erwand seraya menunjuk-nunjuk zion.


Seketika amarah raja erwand memuncak, jika saja ia sedang tak diikat sudah di pastikan raja ddward akan habis di tangannya.


"Lalu mengapa ayah menyuruh paman untuk merawatku?" tanya zion yang ingin mengetahui rencana sang ayah.


"Karena aku hanya ingin memanfaatkan mu untuk menghabisi nyawa kakak mu tetapi ternyata kau gagal. Sungguh pay*h" maki raja edward.


Jedar


Rasa terkejut dan sakit hati seketika bercampur seketika di hati zion. Zion tak pernah menyangka bahwa musuh yang sebenarnya adalah keluarga nya sendiri. Ingin sekali rasanya zion memukul wajah ayahnya secara habis-habisan namun apa boleh buat ia hanya bisa menahannya saja.


"Yang mulia bom telah siap. Waktu kita disini hanya tinggal lima menit lagi" lapor asisten raja edward.


Raja edward mengangguk dan dengan cepat ia pergi meninggalkan istana sebelum ia ikutan hancur.


Raja erwand berusaha membukakan tali arya yang berada di belakangnya. Hingga dua menit kemudian usahanya berhasil.


Dengan cepat arya membantu melepaskan tali itu. Namun ketika ia hendak membukakan tali untuk pamannya ia malah menolak dan menyuruhnya untuk pergi saja.


"Kenapa paman?" tanya angkasa pada raja erwand.


Raja erwand tersenyum pada angkasa. "Pergilah karena jika kalian membukakan tali untukku maka kalian akan ikut meledak bersama ku. Cepat pergi secepat mungkin"


Mau tak mau mereka berempat lari menyelamatkan diri mereka. Benar saja sesuai ucapan raja erwand. Sesampainya mereka di depan istana, istana benar-benar meledak dan hancur seketika.


Dengan penuh luka yang terkena karena ledakan, mereka pergi dari istana meninggalkan raja erwand yang ikut hancur dengan istana.


Flashback off


Bersambung~

__ADS_1



__ADS_2