
"Udah siap" seru luna yang baru saja selesai mendadani laura dengan lucunya.
(Visual laura, foto by pinterest)
"Cantiknya anak papa" puji nathan pada laura yang nampak ceria.
"Iya dong, kan aku anak papa" sombong laura yang membuat nathan terkekeh dan mengusap kepalanya dengan lembut.
"Anak papa doang nih? Bukan anak mama juga?" tanya luna yang merasa tak di anggap dengan mata yang sudah berkaca-kaca hendak menangis.
"Laula juga anak mama kok" ucap laura seraya mencium pipi luna membuat luna kegelian di buatnya.
Sedangkan nathan yang melihat itu tersenyum dan diam-diam memotret kebersamaan mereka.
"Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan sambil berjualan?" usul nathan yang mulai jenuh berada di rumah kecil miliknya.
"Ayo" seru laura dan luna dengan semangat membuat nathan tersenyum tipis.
Keluarga itu pun berjalan-jalan di pesisir pantai dengan sesekali menawarkan dagangannya.
"Papa laula capek" keluh laura seraya duduk di hamparan pasir.
Luna yang memang sudah letih pun langsung ikut duduk di samping laura.
__ADS_1
"Ya udah kalian istirahat dulu oke"
Luna dan laura menganggukkan kepalanya karena memang mereka sudah sangat letih. Namun setelah beberapa saat kemudian, nathan tiba-tiba menyodorkan sebuah kantung pada luna.
Dengan sigap luna mengambil dan membukanya. Ternyata isi dari kantung itu adalah tiga botol air dan lima bungkus makanan yang menggugah selera membuat luna dengan susah payah menelan ludahnya.
"Makan lah, papa yakin kalian lapar" titah nathan yang langsung di turuti keduanya.
Luna dan laura makan dengan lahapnya begitupun dengan nathan. Namun baru saja beberapa saat, luna mengambil seporsi makanan lagi membuat nathan tersenyum tipis.
"Aku yakin anak-anak ku sangat kelaparan" gumam nathan dalam hati.
......................
"Pah, kenapa kita pulang lebih awal?" tanya laura heran padahal kan dagangan mereka belum habis.
"Sebentar lagi akan turun hujan jadi papa memutuskan untuk pulang lebih awal" jawab nathan jujur.
Dan benar saja. Baru beberapa saat nathan mengatakan itu, hujan pun turun dengan derasnya membuat luna terkesima dengan tebakan nathan.
"Apa kau cenayang?" tanya luna dengan polosnya membuat nathan ingin tertawa.
"Aku bukan cenayang, tetapi aku masa depan mu eaa" gombal nathan yang membuat luna salah tingkah seketika.
Jangankan luna, laura yang mendengar gombalan receh dari sang ayah pun menjadi salah tingkah. Padahal ia tak pernah melihat sang ayah menggombal seperti itu.
__ADS_1
"Papa ke toilet dulu yah, kalo ada apa-apa panggil aja" ucap nathan yang tiba-tiba sakit perut.
Luna dan laura pun menganggukkan kepala dan mereka berdua bermain kartu sebagai pengisi luang.
tok tok tok
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu membuat luna dan laura saling pandang seolah-olah apakah mereka harus membukakan pintu?
"Telselah mama aja, kalo mama luna mahu bukain ya bukain aja" ucap laura pada akhirnya.
Luna yang mendapat jawaban seperti itu pun kalang kabut, apakah ia harus membukakan pintunya? Bagaimana kalau itu penjahat? Aaaa kini luna bimbang dan ketakutan.
Hingga pada akhirnya luna pun membukakan pintu rumahnya.
klek
Tubuh luna mematung seketika melihat 4 pria di depannya yang menatapnya dengan tatapan seolah-olah akan menelannya hidup-hidup.
"S-siapa kalian?" tanya luna dengan gemetas karena ketakutan.
Keempat pria di depannya pun saling tatapan dan kemudian
"Dimana tuan nathan?"
Bersambung~
__ADS_1