Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
56 (Revisi)


__ADS_3

Belum sempat mendapatkan jawaban atas pertanyaan dari benaknya, dave malah di serang habis-habisan oleh arya dan zion. Tentu saja dave kalah karena mereka berdua sedangkan ia sendirian.


"Kakak apakah kau tak apa-apa?" tanya arya seraya membantu kakaknya untuk bangun.


"Gapapa kok de, cuman ke gores sedikit" jawab bunda nana seraya tersenyum.


Arya menganggukkan kepalanya dan memapah kakaknya menuju pohon yang terletak tak jauh dari sana.


"Kakak kita diam disini dulu ya, karena keadaan kakak ga memungkinkan kita untuk tetap di pertarungan itu" ujar arya seraya melihat ke arah tempat pertempuran dimana zion dan yang lainnya sedang bertarung.


Bunda nana mengangguk menyetujui ucapan adiknya dan ikut memperhatikan yang lain.


Seketika suasana diantara arya dan bunda nana hening. Baik bunda nana maupun arya mereka berdua memutuskan untuk diam dengan pandangan yang terus lurus kearah pertempuran.


"De" panggil bunda nana memecahkan keheningan yang tercipta setelah beberapa menit berlalu.


"Iya kak?"


"Jika seandainya raja edward yang menang, apakah kamu akan ikut dengannya?" tanya bunda nana yang membuat arya menatapnya.

__ADS_1


"Tentu ngga lah kak, orang raja edward memang salah karena telah membunuh ibu kita dan ingin mencelakakan kakak demi harta dan tahta" jawab Arya menggebu-gebu.


Arya sangat benci dengan raja edward karena baginya ayahnya lah penyebab masalah ini terjadi!! Dan karena ayah nya juga ia kehilangan ibu kandungnya. Bukankah tidak ada masalah tanpa penyebab? Lantas apakah raja edward pantas di sebut sebagai seorang ayah setelah membun*h wanita yg telah melahirkannya?


"Jangan terlalu membencinya karena bagaimanapun ia tetap ayahmu" ucap bunda nana bijak.


"Apakah kakak sudah memaafkan raja edward hingga kakak bisa berbicara seperti itu?" tanya arya yang tak habis pikir dengan kakaknya itu.


Putri evelyn menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. "Tentu kakak sudah memaafkannya, namun kakak tidak akan pernah lupa dengan perbuatannya dek. Memaafkan bukan berarti melupakan" jawab bunda nana bijak.


"Hm aku salut sama kakak" ucap arya seraya tersenyum tipis.


Tiba-tiba teriakan raja edward menggema membuat arya dan bunda nana langsung bangkit dari duduknya.


"Apa maksudmu?" tanya raja erwand dengan napas terengah-engah.


Raja edward mengambil sesuatu dari sakunya dan mengarahkannya kearah bunda nana. Tanpa aba-aba raja edward langsung menarik pelatuk dan menembakkan nya ke arah bunda nana.


dor

__ADS_1


Sebagai seorang ayah tentu saja ia ingin menyelamatkan putrinya. Dengan nafas yg terengah-engah raja erwand berlari ke arah putrinya dan menahan pelatuk itu supaya tak mengenai putrinya.


jleb


"AYAH" teriak bunda nana histeris melihat sang ayah yang bersimbah darah karena telah melindunginya.


Dengan kaki yg terluka, bunda nana berusaha meraih tubuh sang ayah.


"Nak maafkan ayah, waktu ayah sudah tak lama lagi. Tolong sampaikan permintaan maaf ayah pada ketiga adikmu. Jika bukan karena perbuatan ayah mereka tak akan menderita di luaran sana dan maafkan ayah yang telah tega membuang kedua adik kembarmu" ujar raja erwand dengan terbata-bata.


"Ayah jangan ngomong gitu, ayah pasti bakal selamat hiks dan untuk adik kembar, apa yang sebenarnya terjadi ayah?"


"Karena di anggap pembawa si*l, pamanmu menyuruh ayah untuk membuang mereka dan menyisakan kamu. Dan ayah hanya menurutinya. Tolong cari adikmu dan maafkan ayah. Ayah menyayangi kalian semua"


"Ayah aku menyayangimu, dan aku telah memaafkan mu dengan setulus hatiku. Ku mohon bertahanlah" ujar bunda nana seraya menggenggam tangan sang ayah yang berlumuran darah.


Raja erwand tersenyum pada putri nya sebelum akhirnya ia menutup matanya untuk selama-lamanya.


Bersambung~

__ADS_1



__ADS_2