Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
60 (Revisi)


__ADS_3

Tepat jam 10 malam bunda nana sampai di depan mansion miliknya. Baru saja ia melangkahkan kakinya melewati ruang tamu, ia sudah di sambut oleh ketiga adiknya dan juga buna ara tentunya.


"Loh kalian belum tidur?" tanya bunda nana yang melihat keempat orang tersebut sedang menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.


"Kita lagi nunggu penjelasan dari kamu na" jawab buna ara mewakili ketiga adik bunda nana.


Bunda nana tampak menghela nafas panjang dan ikut duduk bersama mereka berempat.


"Apa kalian ingin memintaku untuk menjelaskan semua yang terjadi? Mulai dari mafia king dan mafia queen yang bersembunyi dibalik identitas mafia king?" tanya bunda nana yang sudah menebak pertanyaan apa saja yang ingin mereka lemparkan padanya.


Keempat orang itu menganggukkan kepalanya dan menunggu bunda nana menjelaskan semua nya secara terperinci.


"Huh baiklah, jadi sebenarnya king mafia adalah pasukan mafia yang di ketuai oleh adnan saat ia berumur enam tahun" ujar bunda nana yang membuat keempat orang itu nampak kaget.


"Jangan bohong loh na, aku kenal betul adnan soalnya kita teman masa kecil, mustahil kalo adnan seorang mafia" ucap buna ara tak percaya.

__ADS_1


"Aku tak bohong, karena memang adnan lah ketuanya. Dia sengaja merahasiakan identitasnya selama ini supaya tak menyelakai kalian" jelas bunda nana dengan helaan nafas di akhir.


"Hhhhh kalian emang hebat menyembunyikan sesuatu" ucap buna ara yang membuat alis bunda nana gugup dan sebisa mungkin biasa saja.


"Hebat gimana?" tanya bunda nana pura-pura tak paham.


"Di depan orang yang kalian sayang maka kalian akan menjadi teladan namun ketika di belakang kalian bakal menjadi iblis yang bisa menghancurkan apapun seperti diriku" ucap buna ara seraya menghela nafas.


"Sudah-sudah, lebih baik kamu istirahat ra. bukankah kamu bakal balik ke negara i?" tanya bunda nana yang langsung diangguki buna ara.


"Bolehkah zion tinggal disini sama kakak?" tanya Zion dengan ragu-ragu.


"Boleh kok, kamu kan adik kakak dek" jawab bunda nana dengan semangat seraya menepuk bahu Zion.


Zion mengangguk seraya tersenyum. Namun berbeda dengan zion, arya dan angkasa malah diam dengan wajah yang tampak ragu untuk mengatakan mereka akan tinggal dimana.

__ADS_1


"Udah kalian jujur aja, kakak ga akan marah kok" ucap bunda nana seraya tersenyum.


"Arya bakal tinggal di negara a buat ngembangin perusahaan arya , gapapa kan kak?" dengan ragu-ragu arya berucap seperti itu.


"Boleh, kakak bakal izinin kamu kok, angkasa juga mau sama kayak kak arya?" tanya bunda nana yang melihat angkasa yang diam dengan kepala yang menunduk.


"Angkasa pengen ikut kak arya aja kak, aku udah terlanjur nyaman tinggal sama kak arya" ucap angkasa tanpa menegakkan wajahnya.


"Iya boleh, tapi kakak punya satu pertanyaan yang bakal nentuin sesuatu" ucap bunda nana dengan wajah yang serius.


"Apa itu kak?" tanya zion, arya dan angkasa bersamaan.


Bunda nana menghela nafas sejenak dan menatap ketiga adiknya dengan tatapan serius. "Siapa di antara kalian yang ingin memimpin kerajaan sekaligus menjadi raja yang adil?" tanya bunda nana yang membuat ketiga pria di depannya diam.


Bersambung~

__ADS_1



__ADS_2