
Setelah beberapa saat kemudian paman rendy terbangun dari pingsannya dan menatap sekeliling ruangan yang tak asing untuknya.
"Dimana aku?" tanya paman rendy pada petugas medis yang ada.
"Anda di perusahaan lv company tuan" jawab salah satu perawat yang membuat alis paman rendy mengkerut seketika.
Paman rendy berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi sebelum ia pingsan hingga detik kemudian ia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang membuatnya telah pingsan.
Pandangan mata paman rendy berhenti pada sosok anak kembar yang sedang main sebuah iPad dan piano. Namun detik kemudian ia sadar jika wajah anak laki-laki itu percis seperti keponakannya saat balita.
"glandpa udah banun?" tanya tari yang tak sengaja melihat paman rendy yang sedang mengamati wajah kakaknya.
Nathan yang awalnya fokus pada iPad milik bundanya pun sontak ikutan menoleh ke arah kakeknya.
"Apa kalian…"
"Ya kami anak dari keponakan mu" potong nathan sebelum paman rendy mengajukan pertanyaan nya.
"Bisakah kau sopan sedikit pada kakek mu yang baru sadar dari pingsannya?" tanya bunda nana yang baru saja kembali dari ruang rahasia bersama Adnan.
"Maaf bun" ucap nathan dengan nada yang tampak di paksakan.
"Minta maaf pada kakek mu karena telah tak sopan dan minta maaf lah dengan ikhlas" titah bunda nana lembut namun bagi nathan itu adalah ancaman dari bundanya.
"Iya bund" patuh nathan seraya berjalan ke arah pamannya dengan senyum yang dibuat semanis mungkin.
"Maafkan aku paman" ucap nathan seraya membungkukkan setengah badannya.
Paman rendy hanya mengangguk saja karena belum bisa mencerna semua apa yang terjadi dan menatap keponakannya seolah-olah ia ingin memeluknya.
"Adnan kayaknya paman mu pengen pelukan dari kamu, peluk gih sama kamu" bisik bunda nana di telinga adnan.
Adnan hanya mengangguk patuh dan berjalan mendekati pamannya yang selalu membelanya ketika kecil sampai ia di usir dari rumah.
grep
Adnan memeluk paman yang terasa seperti ayahnya dengan erat dan paman rendy pun membalas pelukan itu sambil menangis sesenggukan.
"Huhuhu maafkan paman karena tak tahu jika kau di usir oleh ayahmu nak" isak paman rendy di pelukan pamannya.
__ADS_1
Adnan mengangguk tak paham dan perlahan-lahan mengendurkan pelukannya.
"Jangan nangis paman, paman kalo nangis kayak adnan yang pengen balon aja hehe" ujarnya seraya menghapus bekas air mata yang berada di pipi sang paman menggunakan kedua telapak tangannya.
Paman rendy terkekeh-kekeh mendengar ucapan adnan yang konyol menurutnya. Lalu ia menatap sang bos yang sudah lama ia tak lihat dari perusahaan itu.
"Apakah aku harus membayar semua biaya yang nyonya keluarkan untuk keponakan saya?" tanya paman rendy konyol membuat bunda nana tertawa.
"Astaga orang macam apa saya jika saya meminta biaya untuk merawat suami saya sendiri tuan rendy? Sungguh pertanyaan itu konyol sekali tuan" gelak bunda nana.
Tari pun ikut ketawa seperti bundanya. Paman rendy yang merasa malu mengusap tengkuknya seraya berdehem.
"Ekhem"
Bunda nana menetralkan kembali suaranya karena tahu bahwa paman dari suaminya itu merasa malu dibuatnya.
"Tari kemari nak" titah bunda nana pada putri nya.
Dengan patuh tari menghampiri bundanya. Bunda nana membisikan sesuatu yang membuat senyum di wajah tari merekah seketika. Lalu ia menarik sang kakak ke arah ruang rahasia untuk memanggil angkasa.
Setelah kepergian tari dan nathan suara di ruangan itu mendadak hening. Semua orang sibuk dengan pikirannya sendiri kecuali adnan yang tak mau memikirkan apa-apa.
"Iya?" sahut paman rendy.
"Sekarang anda tinggal dimana? Dan bersama siapa?" tanya bunda nana yang tak tahu dimana tempat tinggal paman rendy padahal ia bisa saja menyuruh orang mencari tahunya.
"Sejak perusahaan alvendra bangkrut saya dan juga keluarga saya tinggal di pinggiran kota. Namun karena rumah itu terlalu sederhana adik ipar saya memutuskan hubungan kami dan pergi bersama ketiga anaknya" jelas paman rendy secara rinci.
"Lalu shiera?" tanya bunda yang heran mengapa shiera bisa ada di perusahaan nya.
"Dulu shiera datang padaku dan memohon agar aku mengangkatnya menjadi manajer dan aku pun menyetujui, tapi aku tak tahu jika dia akan bersikap seperti itu. Sungguh atas nama shiera saya minta maaf nona" ujar paman rendy seraya mengatupkan kedua tangannya.
"Kau tak perlu minta maaf tuan rendy, dan satu lagi tolong panggil saya nana saja lagipula anda kan pamannya suami saya" ucap bunda nana seraya melirik adnan yang tersenyum-senyum sendiri entah apa yang ia lihat di layar iPad milik bunda nana.
"B-baik nana" ucap paman rendy canggung.
kruyuk kruyuk
Perut paman rendy berbunyi membuat adnan melongo sedangkan bunda nana hanya tersenyum tipis menahan tawa.
__ADS_1
"Bunyi apa itu? Serem banget bunyinya" celetuk adnan yang tak tahu bahwa itu adalah suara perut pamannya.
Sontak ucapan adnan membuat paman rendy malu seketika. Wajahnya memerah semerah tomat.
"Paman mau makan apa? Biar nana pesenin"
"Tak usah nana, lebih baik paman pulang saja lagipula hari sudah menjelang malam bukan?"
Bunda nana melirik jam yang menempel di tangannya kemudian ia mengangguk.
"Ya sudah saya pamit pulang dulu ya. Oh ya nak adnan paman pulang dulu ya. Besok kita ketemu lagi oke. Oh ya nana tolong titip keponakan saya ya. Saya permisi" pamit paman rendy.
Bunda nana mengangguk dan bangkit dari duduknya.
"Adnan ayo kita lanjutin rencana yang ketunda" ajak bunda nana pada adnan. Entah apa yang ia pikirkan sekarang yang pasti hanya bunda nana saja yang tahu.
"Iya na"
Dengan patuhnya adnan bangkit dari duduknya dan berjalan mengekori bunda nana. Mereka berdua melangkah bersama menuju ruang rahasia dimana semua orang menunggu mereka.
"Nana cepet sini" panggil buna ara ketika melihat bunda nana yang baru saja masuk ke dalam ruangan dengan adnan yang terus menempel padanya.
Bunda nana mengangguk dan duduk di samping buna ara sedangkan adnan ia memilih untuk duduk bersama tari dan ikut bermain bersamanya.
"Ternyata ayahmu masih hidup na" ucap buna ara seraya menunjukkan pesan rahasia yang dikirim oleh raja erwand.
"Dan ini?"
Alis bunda nana mengkerut ketika membaca dokumen yang dikirim oleh sang ayah.
"Yupz ini adalah identitas rahasia dari raja edward kamu harus berhati-hati dengannya karena ternyata dia adalah mafia yang terhebat kelima di alam bawah"
"Kakak sebaiknya berhati-hati karena pasukan tersebut sangat kuat bahkan pasukan mafia ku saja tak bisa mengalahkan mereka" ujar zion yang baru saja tiba di ruang rahasia setelah menjalankan misinya.
"Jadi apakah kita harus memanggil bantuan mafia king and queen?"
deg
Bersambung~
__ADS_1