My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.105 Sandra Winata


__ADS_3

Sandra Winata, wanita berusia 49 tahun sudah menjanda kurang lebih selama sepuluh tahun karena ditinggal mati oleh suaminya, dengan meninggalkan satu orang anak hasil buah cinta mereka bernama David Mahendra, serta satu orang anak hasil dari pengkhianatan suaminya yang tak lain adalah Devano Mahendra.


Dimasa lalu Sandra dipaksa menikah saat usianya delapan belas tahun, yang saat itu ia baru saja lulus sekolah menengah atas. Karena tak punya pilihan Sandra pun menerima pernikahan itu, menikah dengan laki laki dewasa yang usianya terpaut sepuluh tahun, anak dari rekan kerja sang ayah bernama Dani Mahendra.


Meskipun menikah karena perjodohan, namun pernikahan itu pun berjalan dengan harmonis, Sandra selalu merasa dicintai oleh sang suami. Apalagi saat putra pertama mereka lahir ke dunia.


Hingga saat ayah Dani meninggal dunia dan Dani diharuskan melanjutkan perkebunan milik ayahnya yang berada di Desa, membuat hubungan mereka sedikit merenggang. Dikarenakan Dani harus banyak menghabiskan waktu di desa sedangkan Sandra tak mau ikut dengannya.


Bukan tak beralasan Sandra tak ingin ikut tinggal di desa bersama sang suami, tetapi David yang saat itu berusia dua tahun memiliki kondisi tubuh yang lemah. Akan sulit jika mereka tinggal di desa yang cuacanya dingin, karena akan membuat Dave mudah terserang demam sedangkan akses rumah sakit di desa pun masih terbatas.


Selang setahun Dani mengelola perkebunan, hubungan mereka semakin merenggang dikarenakan Dani semakin jarang pulang. Hal itu pun membuat Sandra curiga dan bertanya tanya ada apa sebenarnya dengan suaminya.


Hingga akhirnya suatu fakta menyakitkan pun terungkap, suami yang amat dicintainya ternyata mengkhianatinya. Diam diam memiliki istri dan anak lain dibelakangnya. Hati wanita mana yang tidak hancur, apa lagi setelah istri muda suaminya itu dinyatakan meninggal.


Dani semakin tidak memperdulikannya, laki laki itu semakin sibuk dan tenggelam dengan penyesalan. Entah menyesal telah menduakannya atau menyesal karena kehilangan sang istri muda sampai sampai ia lalai pada anak istrinya. Namun Sandra tak perduli, mulai saat itu ia berjanji untuk mencintai dirinya sendiri dan juga anak semata wayangnya David yang saat itu memiliki fisik yang lemah dan mudah sakit.


Sebenarnya bisa saja Sandra bercerai dengan Dani, dan semua saham di MRc group akan menjadi miliknya. Sesuai perjanjian pranikah mereka siapa saja yang selingkuh maka perusahaan akan jatuh pada yang diselingkuhi.


Namun Sandra tidak melakukan itu, ia tak ingin anaknya kehilangan sosok ayah. Meski pun jarang diperhatikan setidaknya David merasa jika orang tuanya utuh.


Mengenai anak bayi yang dibawa suaminya dari hasil perselingkuhan, Sandra tak mau tau. Ia tak sudi merawat anak itu, semua urusan merawat ia serahkan pada mertuanya dan pengasuh. Karena setiap kali ia melihat wajah tak berdosa Devan, ia seakan diingatkan bagaimana suami yang amat dicintainya dengan tanpa dosa menduakan cintanya hingga melahirkan seorang anak.


Sepuluh tahun lalu, sang suami Dani Mahendra meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal. Sandra yang sudah mati rasa itu tak merasakan sedih sedikit pun ia beranggapan jika itu hukuman untuk Dani yang lemah dan pengecut.


Jalan jalan keluar negeri, merawat tubuh agar tetap bugar, arisan dengan teman sosialitanya, hingga pamer pamer kekayaan adalah salah satu bentuk Sandra mencintai dirinya sendiri dan mengisi kekosongan dan kehampaan hatinya.

__ADS_1


Sandra bukan tak mau membuka hati untuk lelaki lain, hanya saja ia sudah mati rasa. Tak ada kepercayaan dihatinya atas kesetiaan laki laki, setelah ayahnya yang berselingkuh dengan pembantu dan suaminya berselingkuh dengan gadis desa itu benar benar membuat dirinya trauma.


Itulah alasan Sandra sangat pemilih dalam mencari menantu, ia tak mau David memiliki istri dari kalangan bawah karena dianggap hanya mengincar harta dan kekayaan saja. Tapi kini Sandra sadar, bahwa tak semua orang seperti itu.


****


"Selagi belum manopouse masih bisa ko jadi istri saya" ujar Yukas yang membuat kegiatan makan malam itu sejenak terhenti dan semua atensi tertuju padanya.


"Apa itu artinya kamu setuju Yukas?" tanya tuan Erdan dengan wajah heran, padahal ucapan yang sebelum nya mengsulkan mereka dinikahkan hanya gertakkan saja agar keduanya akur.


"Iya ba, kebetulan saya sedang mencari istri karena saya gak mau kesepian dihari tua saya nanti" ujar Yukas melirik sekilas kearah Sandra yang masih bengong mencerna semuanya.


"Mommy gak apa apa???" tanya Tiara akhirnya, karena ia khawatir dengan ibu mertuanya yang sejak tadi hanya bengong dengan bola mata yang hampir keluar.


"Astaga..!! Apa yang kalian bicarakan?? Siapa juga yang mau menikah dengan pak tua seperti dia, lagi pula di hidup saya tak butuh yang namanya laki laki, saya gak mau menikah lagi. Titik!!!" bantah Sandra.


***


Malam kian larut, Lifia tuan Erdan dan Yukas sedang bersiap untuk pulang kerumah Lifia.


Saat melewati Sandra, Yukas seolah berbisik yang akhirnya membuat Sandra ingin mencakar wajah pria dewasa keturunan Turki itu.


"Kamu boleh pertimbangkan lagi pembicaraan di meja makan tadi, saya masih kuat loh memuaskan hasrat kamu sampai kamu berteriak meminta ampun" ujar Yukas dengan nada sensual yang hanya bisa didengar oleh Sandra, kemudian melangkah keluar menyusul ayah dan adiknya yang sudah menunggu dimobil.


Sebenarnya tadi Yukas sudah siap dengan kemudinya, namun dengan alasan handphonenya tertinggal ia pun kembali turun dari mobil dan berhasil membuat darah tinggi Sandra kambuh.

__ADS_1


"Dasar pria tua gak tau diri..!!! Sudah bangkotan begitu masih aja mikirin selangkang*n!! Sialaaan" decak Sandra dengan sebisa mungkin menahan suaranya agar tidak didengar oleh yang lain.


Malam ini ia memutuskan untuk menginap di desa, dan sepertinya bukan hanya malam ini tapi beberapa hari ke depan juga. Udara yang sejuk, serta banyaknya orang berkumpul membuat dirinya betah, apalagi ada anak bayi, sungguh Sandra sangat menyukai bayi.


"Seandainya saja papanya Dave gak main serong mungkin saja anakku sudah selusin sekarang" kekeh Sandra sambil menyisir rambut hitam panjangnya yang mengkilau dan terawat.


***


Sedangkan ditempat lain, tepatnya diatas hamparan kebun teh dengan panorama lautan lampu dari setia penjuru desa dua sejoli tengah saling menatap dengan nafas yang memburu, bibir merah si wanita nampak membengkak akibat hisapan panas yang diberikan sang pria.


"Aku cinta kamu" bisik sang pria dan kembali meraup bibir chery milik wanita cantik didepannya.


Bersambung....


Kira kira siapa hayooo dua sejoli itu??


...Jangan Lupa...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Ditunggu komentarnya dibawah ya bestie!!...

__ADS_1


...Terimakasih ;)...


.......


__ADS_2