My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.113 Mas Berjambang


__ADS_3

Dirumah Devan, selepas sarapan pagi David Hanum dan nek Mawar telah bersiap untuk kembali ke kota. Tuntutan pekerjaan tak membiarkan David berlama lama di desa meski pun sebenarnya ia masih ingin berlama lama disana.


Semalam David sudah mengabarkan kalau dia dan Hanum bertemu Sandra di restoran bersama Yukas, makanya saat ini mereka tidak merasa khawatir karena mommynya pasti baik baik saja.


"Daddy yakin kita pulang tanpa mamih?" tanya Hanum menghampiri David yang sedang memasukan koper kedalam mobilnya.


"Kamu tenang saja baby, mommy pasti baik baik saja" timpal David.


Perhatian keduanya teralihkan pada mobil sedan berwarna hitam yang tampak memasuki halaman rumah bercat putih milih Devan.


Melihat David sudah siap memasukan barang barang miliknya kedalam mobil, dengan tergesa Sandra turun dari mobil suaminya.


"Loh kalian mau kemana?" tanya Sandra menghampiri David dan Hanum dengan Yukas menyusul dibelakang nya.


"Kami mau pulang mom, sama nenek juga" jawab David.


"Kenapa kalian gak nungguin mommy! tunggu sebentar mommy packing barang barang mommy dulu" ujar Sandra namun sebelum ia melangkah kedalam rumah tangannya sudah dicekal oleh Yukas.


"Sayang bukankah kita kesini untuk bicara pada anak anak kalau mulai hari ini kamu akan ikut bersama saya kerumah saya dikota B, kenapa malah mau ikut kembali kerumah kamu?" tanya Yukas dengan dahi yang mengkerut heran.


Sandra menggaruk tengkuknya yang tak gatal, barusan ia benar benar lupa kalau dirinya telah bersuami. Dan yang diucapkan Yukas tadi benar, tadi pagi sebelum mereka checkout dari hotel Sandra sempat bertanya mengenai pekerjaan dan kesibukan Yukas yang ternyata suaminya itu seorang manager direstoran ternama milik tuan Erdan di kota B dengan cabang ratusan disetiap daerah.


Setelah mengetahui itu, sesuai tekadnya yang menjadikan ini pernikahan terakhir, maka Sandra akan selalu ikut kemana pun suaminya pergi. Karena dimasa lalu, hubungan jarak jauhlah awal dari kerusakan rumah tangganya.


"Mmm Dave.."


"Benar yang diucapkan papa mom? Kalau begitu tidak masalah, mommy ikuti lah kemanapun papa pergi. Kalau pun mommy ingin pulang rumah kita tetap terbuka lebar untuk mommy sampai kapan pun" ucapan David ini sudah seperti seorang ayah yang melepas putrinya setelah menikah.


Sandra langsung berhambur pada tubuh tegap putra satu satunya itu, tangisnya pun pecah.


"Dave maafkan mommy, sebagai seorang ibu masih kurang dan banyak salah sama kamu nak" isak Sandra didalam dekapan sang putra.


"Tidak mom, mommy adalah ibu terbaik yang Dave punya. Semua mommy perjuangkan untuk kebahagiaan Dave, kini sudah saatnya mommy bahagia" ujar David.


Yukas dan Hanum tampak haru melihat interaksi ibu dan anak itu.


"Ehh ada apa ini? kenapa pengantin baru menangis begitu?" ujar nek Mawar yang baru saja keluar dari dalam rumah bersama Tiara dan Devan dengan baby Ry yang tertidur pulas dilengan kokohnya.


"Mama ini dari kemarin terus aja meledek aku" ucap Sandra seraya menghapus jejak air mata di pipinya.


Nek Mawar hanya terkekeh.


"Akhirnya kalian orang orang yang aku sayangi sudah mendapatkan kebahagiaan kalian. Aku turut bahagia, kini aku sudah bisa tenang jika esok harus pergi" batin nek Mawar dengan senyum tipis dibibirnya.

__ADS_1


"Nenek Tiara masih ingin nenek disini" ujar Tiara memeluk tubuh renta nek Mawar.


"Nenek juga masih mau disini sama kamu dan Ryshaka, tapi sekarang giliran Hanum yang nenek temani. Apalagi Sandra sepertinya akan ikut dengan suaminya, saat Dave kerja kasian Hanum kalau sendiri dirumah. Dua minggu lagi nenek pasti kesini lagi" jelas nek Mawar, Tiara hanya mengangguk mengerti.


Mobil David pun keluar meninggalkan kediaman Devan, disusul mobil Yukas bersama Sandra untuk kembali ke kediaman Yukas dikota B.


"Yahh sepi lagi deh rumah" ucap Tiara membuang nafasnya dengan kasar.


"Tenang mama, kan sekarang ada aku. Jadi mama gak bakalan kesepian lagi deh" ucap Devan dengan suara seperti anak kecil, dan lengan kecil Ry digoyang goyang seolah dia yang bicara.


"Uuhh dua jagoan kesayangan mama" Tiara mencium Devan dan Ry secara bergantian.


***


"Sayang kita mampir kerumah Elif dulu ya, tanya Alena mau ikut pulang dengan kita atau masih mau disini, sekalian pamit sama baba" jelas Yukas.


"Iya terserah kamu aja, aku sih gimana kamu aja" jawab Sandra matanya masih fokus pada hamparan hijau kebun teh milik anak tirinya, Devan.


"Oiya kok kamu gak ada panggilan sayang sih buat aku"


"Apa sih udah tua juga, harus banget apa pake panggilan sayang segala" ujar Sandra tanpa melihat sang lawan bicara


"Harus dong, biar makin mesra hehe" kini sebelah tangan Yukas menggenggam tangan Sandra yang akhirnya membuat atensi Sandra beralih padanya.


"Mau dipanggil apa?" tanya Sandra.


"Dihh, lebay!! Ingat usia mas" jawab Sandra spontan.


"Nah itu!! Aku suka panggilan itu" jelas Yukas dengan mata yang berbinar.


"Apa??" tanya Sandra heran.


"Panggil aku mas"


"Tapi kamu bukan orang jawa, wajah kamu seperti orang timur tengah masa dipanggil mas, gk cocok!!" jelas Sandra seraya melirik pada jambang lebat dibagian pinggir wajah Yukas.


"Tapi aku maunya dipanggil itu, apa lagi saat kita bercinta nanti, ahh enak mas terus mas" ucap Yukas seolah menirukan ******* dari kegiatan mereka semalam.


Blusshh.


Pipi Sandra memerah


"Apaan sih" kini ia membuang muka.

__ADS_1


"Pokonya aku gak mau tau, mulai sekarang panggil aku mas titik!!" ucap Yukas.


Sandra tak menjawab ia kembali memandang pemandangan indah yang mereka lalui.


**


"Kebetulan sekali kamu kesini Yukas, ada beberapa hal yang ingin baba sampaikan kepadamu" ucap tuan Erdan.


Saat ini mereka tengah berkumpul dirumah Elifia. Yukas, Sandra, Lifia dan Alena pun tampak serius menyimak apa yang akan disampaikan oleh tuan Erdan.


"Mulai saat ini semua tanggung jawab bisnis restoran yang selama ini baba bangun, baba serahkan semua padamu Yukas, sepertinya tubuh baba sudah ingin istirahat lebih banyak, lagi pula baba akan menetap lebih lama disini dengan Elif supaya bisa lebih dekat lagi dengan Devano dan juga anaknya. Baba juga percaya kalau istri kamu yang sekarang akan mampu mendampingi kamu dengan baik" ujar tuan Erdan dihadapan anak menantu serta cucunya itu.


"Tapi ba, saya merasa tidak pantas mengingat semua perbuatan saya selama ini" tutur Yukas, dulu dia sangat berambisi ingin menguasai bisnis dan usaha milik ayahnya yang tak kunjung diserahkan kepadanya oleh tuan Erdan. Namun pada saatnya tiba, Yukas malah merasa tidak pantas mendapatkan itu semua.


"Semua itu salah baba yang selama ini selalu menunda pemindahan kekuasaan atas nama kamu sehingga membuat kamu melakukan berbagai cara, maafkan baba Yukas" ucap tuan Erdan.


"Sesuai dengan yang aku ucapkan tempo hari, kalau namaku akan dihapus dari hak waris itu benar kak. Jadi semua aset milik baba akan berubah atas nama kakak" sambung Lifia.


"Tidak bisa begitu Elif, bagaimana pun juga kamu anak kandung baba. Saya semakin merasa tidak pantas" ucap Yukas dengan raut wajah penuh sesal.


"Kamu pantas mendapatkannya kak" ujar Lifia.


Sandra hanya diam menyimak obrolan keluarga yang baru baginya itu, yang dia tangkap bahwa mereka sedang membicarakan warisan kurang lebih seperti itu.


"Jujur ya Yukas, sebenarnya baba tidak segera melepas usaha baba pada kamu karena baba tidak suka dengan istri kamu yang suka menghambur hamburkan uang dan juga sangat sombong dan angkuh"


Mendengar ucapan tuan Erdan, Alena hanya bisa menunduk. Hatinya tertohok, karena yang sedang dibicarakan adalah ibu kandungnya. Dimasa lalu ia pun sama dengan ibunya, suka menghambur hamburkan uang dan juga angkuh.


"Tapi sekarang baba yakin, bersama Sandra kamu akan menjadi lebih baik" ucap Tuan Erdan dengan mengulas senyum tipis dibibirnya ditujukan pada Sandra.


"Saya juga tak sebaik itu tuan, tapi saya akan berusaha menjadi lebih baik kedepannya bersama mas Yukas" ujar Sandra.


Orang orang yang berada disitu pun tersenyum mendengar penuturan Sandra, karena ada yang unik, yaitu panggilan mas untuk pria berjambang lebat keturunan Turki jawa itu.


Bersambung....


...JANGAN LUPA...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...

__ADS_1


...TERIMAKSIH :)...


.


__ADS_2