
"Dad, sini biar aku obatin punggungnya" ucap Hanum dengan membawa obat merah ditangannya.
"Ini tidak apa apa baby, sebentar lagi juga sembuh" ucap David dengan senyum hangatnya.
Namun Hanum tetap bersikeras untuk mengobati luka ditubuh suaminya.
"Baby makasih ya, kamu sudah perhatian sama saya" ucap David memandang wajah polos istrinya dengan tangan kanannya mengusap pucuk kepala Hanum.
Hanum hanya menganggu kan kepalanya, wajah David mulai mendekat ke wajah Hanum.
"Baby" bisik David ditelinga Hanum, membuat bulu kuduk istri kecilnya itu meremang.
Tanpa kata lagi David langsing merebahkan tubuh Hanum kedalam kungkungannya
"Dad tapi ini masih perih" lirih Hanum
"Pelan pelan sayang" bisik David dengan suara parau. Hasrat dalam dirinya seakan ingin terus tersalurkan lagi dan lagi.
Pergulatan panas itu pun terjadi lagi, dengan semangat David terus meggerakkan tubuh nya.
"Baby, gantian kamu yang megang kendali ya" ucap David seraya membalikan posisi mereka, kini Hanum duduk diatas sugar daddy nya itu.
"Tapi dadh ahhh" ucap Hanum tertahan karena David langsung menggenggam bukit cinta miliknya.
Tak berselang lama Hanum sudah mampu mengendalikan permainan mereka.
"Ahhh daddyy" Hanum mendapatkan pelepasannya, dengan mata yang tertutup setengah dan bibir yang terbuka, ia menatap sayu ke arah suaminya.
"Kamu cantik banget baby" puji David, dan kembali menukar posisi mereka. Kini waktunya ia yang menjemput puncak kenikmatannya.
"Ughhh" David bergetar diatas tubuh Hanum, mengeluarkan benih benih cinta kedalam tubuh sang istri.
"Dady aku lelah" ucap Hanum dengan mata setengah terpejam, karena ia merasakan ada sentuhan hangat pada bukit cintanya.
"Baby, biarkan seperti ini" ucap David dengan posisi mulutnya yang menempel di dada Hanum, persis seperti malam sebelumnya.
*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#
"Selamat pagi sugar baby ku" ucap David mencium pipi gembul Hanum, yang baru saja terjaga dari tidurnya. Tubuhnya benar benar lelah sampai sampai ia tidur dalam waktu cukup lama. Sedangkan David sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
"Dady mau ke kantor?" tanya Hanum
"Iya, sekaligus saya mau memantau persiapan pernikahan kita" ucap David.
"Dad sebaiknya tidak perlu mengadakan pesta resepsi, yang penting kita sah secara hukum dan agama" ucap Hanum
"Tidak baby, saya mau memperkenalkan kamu ke seluruh dunia. Jika akulah lelaki beruntung yang bisa mendapatkan kamu" ucap David dengan senyum hangatnya.
"Aku yang beruntung bertemu om daddy" ucap Hanum dengan tatapan nanar
"Kita sama sama beruntung sayang" David merengkuh tubuh polos istrinya yang hanya tertutup selimut kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Oh iya saya lupa bertanya, semalam saya lihat helm kamu ada sama mommy, ko bisa?" tanya David.
"Kemarin waktu aku pulang dari kantor Daddy, aku ketemu nyonya mami dijalan, mobilnya mogok yaudah aku ajak aja nyonya mami pulang naik si mona" ucap Hanum
"Terus mommy mau???" tanya David dengan dahi yang mengkerut
"Buktinya, helm nya ada di nyonya mami kan?" ucap Hanum tersenyum lebar.
"Kamu hebat baby!! Saya yakin perlahan kamu pasti bisa melunakkan hati mommy" ucap David mengelus pucuk kepala Hanum.
"Yasudah saya berangakat ke kantor dulu ya, nanti saya suruh mbak Siti untuk antar sarapan kamu kesini, soalnya saya buru buru ada meeting penting" ucap David.
"Tidak perlu dad, biar nanti aku turun sendiri"
"Yasudah kalau begitu. nanti kalau kenapa napa hubungi saya ya baby!" David mengecup kening dan bibir istrinya sekilas, kemudian keluar dari kamarnya.
.
"Awhhh, perih sekali" ucap Hanum kala menggerkan kakinya.
"Berendam di air hangat enak kali ya" ia pun bergegas membersihkan diri.
*#*#*#
"Kamu turun sendiri lagi Dave? Punya istri masih bocah gak guna kan? belum pandai melayani suami" ucap Sandra pada David yang baru saja turun dari kamarnya.
"Hanum lagi sakit mom, justru karena ia terlalu pandai melayani Dave. Terus semalam Dave mainnya terlalu ganas sampai bikin dia tidak kuat berjalan mom, mommy tunggu saja sebentar lagi mommy akan jadi oma" bisik David pada telinga mommnya, kemudian berlalu dari harapan sang ibu.
Sandra melotot mendengar bisikan laknat dari putra semata wayangnya itu.
.
.
.
"Sandra lihat deh cucu ku lucu sekali kan?" ucap Hellen, salah satu teman sosialita Sandra, ia tengah memangku bayi yang kurang lebih berusia enam bulan dibawanya kehadapan Sandra
Kini mereka tengah berada di kediaman Hellen, dalam rangka arisan bulanan rutin mereka.
"Cucuku saja sudah dua, kamu kapan Sandra?" tanya si A
Sandra hanya diam memaku
"Jangankan cucu, anaknya Sandra kan masih bujang!" ucap si B
"Ehh perlu dipertanyakan tuh, jangan jangan anakmu belok Sandra" ucap si C menimpali
Yang kemudian mengundang tawa semua orang yang berada disitu.
"Enak aja anakku belok, asal kalian tau ya anakku David Mahendra dia sudah menikah, sebentar lagi acara resepsinya akan digelar. Aku harap kalian semua datang!!" ucap Sandra geram.
__ADS_1
"Benarkah???" tanya si B
"Benar lah, akan ku buktikan dalam waktu dekat akau juga akan punya cucu, seperti kalian" ucap Sandra ketus.
"Yasudah kalau acaranya sudah selesai, aku pulang duluan" ucap Sandra kesal dan meninggalkan tempat berkumpulnya ibu ibu sosialita itu.
"Enak aja mereka menghina putra kesayangan ku" gerutunya saat keluar dari tempat itu.
.
.
Diperjalanan Sandra mampir ke supermarket, tiba tiba matanya tertuju pada salah satu produk yang terpajang disana.
"Sepertinya aku harus memebeli itu" ucap Sandra kemudian mengambil beberapa kotak kemasan produk yang ia tuju.
*#*#*#*#*#*#
Sesampainya dirumah Sandra langsung mencari Hanum.
Kebetulan Hanum sedang memakan buah dimeja makan.
"Heh bocah! Nih buat kamu" ucap Sandra seraya meletakkan sebuah paperbag kehadapan Hanum dengan kasar.
"Apa ini nyonya mami?" tanya Hanum
"Gak usah banyak tanya!! kamu harus banyak minum susu agar cepat mengandung" ucap Sandra dengan nada ketus kemudian berlalu dari hadapan menantunya.
Hanum membuka paper bag itu, dahinya mengkerut kala melihat isi didalamnya.
"Susu persiapan hamil" ucap Hanum kala mendapati lima kotak berukuran sedang susu persiapan hamil dengan berbagai varian rasa.
"Ternyata dibalik keangkuhannya, ada suatu kebaikan yang tersembunyi" Matanya berkaca kaca, ia terharu mendapat perlakuan mengejutkan dari sang mertua.
"Makasih mami" ucapnya lirih.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
Terimakasih
.