My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.40 Ikut ke Kantor


__ADS_3

Kini usia kandungan Tiara sudah memasuki trimester kedua, drama muntah pagi pagi pun semakin berkurang. Hanya saja ia merasa tak bisa jauh dari suaminya Devan.


Seperti pagi ini, ia sedang merengek ingin ikut ke tempat kerja Devan.


"Imut sayang, kamu dirumah aja yaa saya pastikan hari ini saya akan pulang cepat" bujuk Devan.


"Sayang aku gak mau, pokonya aku mau ikut" rengek Tiara yang tak mau melepaskan tautan tangannya pada lengan Devan.


Devan masih tak bergeming, sebenarnya bukan ia tak suka jika Tiara ikut ke tempat kerjanya, hanya saja Devan takut Tiara akan merasa bosan disana.


"Sayang, boleh yaa?? Ini anak kamu loh yang mau" ucap Tiara sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.


"Sudah bos,, ajak saja" ucap Riki yang sedari tadi sudah menunggu didalam mobil.


"Yasudah" ucap Devan menggandeng tangan istrinya Tiara pun tersenyum lebar, bahagia karna kehendaknya dituruti.


******


"Sayang ini kantor kamu???" ucap Tiara yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kantor Devan. Melihat lihat bangunan minimalis namun modern itu.


Devan hanya tersenyum, ia gemas sekali melihat tingkah istrinya. Badannya yang mulai berisi, dan semenjak hamil Tiara menjadi semakin agresif kalau ditempat tidur. Padahal Devan telah mati matian menahan keinginannya, karna takut mengganggu kehamilan Tiara, namun dengan jahilnya Tiara selalu yang memulai duluan.


Hingga tanpa sadar ia terkekeh sendiri saat bayangan malam itu terlintas.


"Sayang kamu kenapa ketawa sendiri???" tanya Tiara heran


"Entahlah imut, kamu itu semakin hari semakin menggemaskan tau gak" ucap Devan seraya mencubit kedua pipi gembul istrinya.


"Iiiihhh sayang sakit lohh!!!" Tiara meringis merasakan sedikit panas dikedua pipinya.


"Maaf imut, habisnya kamu gemesin sih" ucap Devan mengecup kening istrinya.


"Bos kalau mau romantisan jangan disini dong, kasian atuh sama yang jomblo" ucap Riki yang sedari tadi memang berjalan dibelakang mereka.


"Makanya kamu cepat cari jodoh" ucap Tiara.


"Gimana mau cari jodoh kalo tiap hari sibuk ngurusin kerjaan yang suami anda kasih nona" ucap Riki yang tentunya dalam hati.


****


Diruangan Devan


"Imut, kamu duduk saja disitu, kalau bosan atau mau pulang bilang yaa" ucap Devan menunjuk set sofa di ruangan nya.


"Iya sayang,tenang aja aku dan baby kita tidak akan merepotkan kamu ko, yang penting bisa deket terus sama kamu" ucap Tiara kemudian mendudukkan dirinya pada sofa.


Devan nampak sibuk dengan laptop didepannya, sesekali ia melirik wajah serius istrinya yang sedang bermain game di handphone nya.


"Bos, sebentar lagi client kita perwakilan dari supermarket terbesar dikota akan segera tiba" ucap Riki yang baru saja masuk kedalam ruangan Devan.


"Oke, kamu siapkan saja berkas berkas nya" ucap Devan.

__ADS_1


Riki mengangguk patuh kemudian kembali ke ruangannya.


"Sayang, aku disini ganggu kamu ya?" ucap Tiara tak enak, pasalnya suaminya akan bertemu dengan client sebentar lagi diruangan ini.


"Tidak imut, nanti kalo clientnya datang kamu cukup duduk manis aja disamping saya" ucap Devan menghampiri istri gembulnya itu.


"Sayang aku mau ke kamar mandi dulu" ucap Tiara, kemudian disetujui Devan dan menunjukkan dimana letak kamar mandi nya.


*******


Saat Tiara kembali masuk ke ruangan Devan, matanya langsung melotot melihat pemandangan dihadapannya.


Devan sedang berbincang dengan wanita yang menggunakan pakaian kurang bahan, sampai memperlihatkan belahan dadanya yang berukuran sebesar buah melon.


"Imut kamu sudah kembali, kemari" ucap Devan sambil menepuk sofa kosong tepat disebelahnya.


Tiara langsung duduk disebelah Devan dengan wajah masam tak bersahabat.


Devan faham, mungkin istrinya itu sedang cemburu.


"Maaf pak Devano inikan meeting penting yang seharusnya tidak ada orang lain diruangan ini" ucap wanita itu, yang ternyata orang yang dimaksud Riki tadi.


Tiara memelototkan matanya sebal, tadinya ia akan pergi karna tersinggung oleh ucapan wanita itu namun Devan menahan pergelangan tangannya.


"Tidak masalah bu Maria, sekalian saja saya perkenalkan ini istri saya namanya Tiara" ucap Devan dengan tanpa ekspresi.


Tiara hanya tersenyum masam pada perempuan dewasa yang keganjenan itu seraya menatapnya dari atas sampai bawah.


Namun wajahnya tetap ia tekuk.


"Tidak bisa pak Devano, ini mengenai hal hal penting sangat besar resikonya kalau ada orang lain diantara kita" ucap wanita dewasa itu.


"Yasudah, kalau anda tidak suka silahkan anda keluar dan kerja sama kita batal" ucap Devan tegas.


Maria langsung memegang, kalau perjanjian itu dibatalkan bisa bisa dirinya dipecat oleh direktur.


"Bbb baiklah, mari kita lanjutkan meeting kita" ucap Maria yang sesaat melirik tajam kearah Tiara.


Namun dengan tanpa dosa Tiara membalas tatapan itu seraya mengejek.


Membuat Maria semakin naik pitam, namun ditahan nya karna ada Devan disitu.


Tiara pun tersenyum menang.


Mereka pun larut dalam obrolan bisnis, Tiara hanya bisa mendengarkan tak faham apa yang mereka perbincangkan itu, membuatnya beberapa kali menguap kemudian tertidur.


"Terimakasih atas kerja sama nya" ucap Maria. Sekilas menatap sinis kearah perempuan hamil yang sedang tertidur pulas disebelah Devan.


"Kalau sudah tidak ada kepentingan lagi, silahkan keluar" ucap Devan dingin.


Perempuan itu pun beranjak pergi dari ruangan Devan dengan hati yang dongkol, karena tujuannya untuk merayu dan menggoda Devan gagal total.

__ADS_1


Devan tersenyum menatap wajah polos istrinya yang kini sedang tertidur pulas disebelahnya.


"Imut bangunlah, ini sudah waktunya makan siang" ucap Devan seraya mencolek colek pipi istrinya.


"Hmmm" Tiara pun membuka mata mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


"Di mana si tante girang itu???" Tiara melotot kearah suaminya.


"Dia sudah pulang" jawab Devan.


"Oohhh jadi ini alasan kamu tadi pagi tidak ngebolehin aku ikut kesini huh? Karna kamu mau ketemu tante girang yang dadanya segede buah melon itu" racau Tiara sambil berdiri berkecak pinggang didepan suaminya.


Devan pun berdiri menyesuaikan dengan istrinya, alisnya terangkat sebelah. Ia bingung harus ngomong gimana, ia sendiri pun tidak tau kalau perwakilan dari supermarket kota ternyata perempuan.


"Kenapa diam??? Benar kan?" tanya Tiara dengan esmosi.


"Imut sayang, mana saya tau kalau client saya modelannya begitu, setau saya biasanya yang datang laki laki" ucap Devan mencoba menjelaskan.


"Bohong, terus tadi waktu aku ketiduran kamu ngapain aja sama dia" cerocos Tiara.


"Tidak ngapa ngapain kita hanya ngobrolin kerja sama" ucap Devan setenang mungkin.


Sebelum Tiara melanjutkan omelannya, dengan cepat Devan menyambar bibir merah muda yang dari tadi ngoceh ngoceh teru itu.


Dilahapnya dengan ganas, membuat hasrat keduanya mulai naik.


Devan membaringkan tubuh Tiara diatas sofa dan ia di atas nya.


Sedang asyik berpagutan menyatukan bibir tiba tiba.


Cklekk


Pintu terbuka...


.


.


.


Bersambung...


.


.


Kira kira siapa yang datang yaa??? 😅😅


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2