
"Tiara ada yang ingin saya ceritakan padamu" ucap Devan.
Tiara semakin merapatkan dirinya pada sang suami.
"Tentang apa sayang??" tanya Tiara.
"Tentang pernikahan kita" jawab Devan yang seketika wajahnya berubah menajdi dingin kembali.
Perubahan itu membuat Tiara cemas.
"Apa sebenarnya yang mau Devan katakan, kenapa harus seserius itu" batin Tiara.
Tiara menatap wajah dingin sang suami seolah meminta penjelasan.
"Tapi kamu harus janji, apapun yang saya katakan nanti kamu harus tetap cinta sama saya" ucap Devan.
"Tentu saja kak Vanoku sayang, kamu kan suami aku" jawab Tiara, ia sudah tidak sabar ingin mengetahui apa maksud suaminya. Ada apa dengan pernikahan mereka.
"Saya akan membuka sebuah rahasia" ucap Devan dan semakin membuat Tiara penasaran.
"Rahasia apa lagi sih sayang??" ujar Tiara.
"Apa kamu tahu siapa dalang dibalik gagal nya pernikahan kamu dengan kak David??" tanya Devan.
Tiara menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka ternyata yang akan dibahas suaminya adalah tentang kejadian menyakitkan itu. Seketika wajah Tiara berubah muram.
"Imut, are you oke???" tanya Devan khawatir dengan perubahan raut wajah Tiara.
"Aku tidak apa apa sayang, teruskan saja ucapanmu itu" ujar Tiara seraya memaksakan senyumnya, karna ia masih penasaran dengan kelanjutan cerita sang suami.
"Dalang dari kejadian itu ialah momy Sandra" ucap Devan seakan berbisik ditelinga Tiara.
Tiara membulatkan matanya, ia tau sejak awal memang bu Sandra seperti tidak menyukainya. Tapi ia tidak menyangka kalau bu Sandra akan melakukan hal menyakitkan itu pada dirinya dan keluarga.
"Sayang dari mana kamu tau jika nyonya Sandra dalangnya?? Jangan bilang kalau kamu juga ikut terlibat??" cecar Tiara.
__ADS_1
Sorot matanya kini menatap tajam pada sang suami.
Devan hanya diam.
"Sayang jawab aku!!!" ucap Tiara, kali ini suaranya agak meninggi.
"Iyaa" jawab Devan singkat.
"Tapi kenapa????" kini air mata Tiara sudah tak bisa dibendung lagi.
Devan dengan segera merengkuh Tiara kedalam pelukannya.
"Maaf kalau saya egois, tapi hanya dengan cara itu saya bisa merebut dirimu kembali pada saya imut" ucap Devan seraya mengelus rambut sang istri yang kini dalam pelukannya.
"Apa kak David sudah tau yang sebenarnya?" ujar Tiara.
"Saya tidak tau" ucap Devan.
Tiara tak berkata apa apa lagi, ia masih larut dalam tangisnya.
"Imut kenapa kau masih menangis?? Atau kamu masih ada perasaan pada kak David dan kecewa pada saya setelah mengetahui semua??" Devan mulai kebingungan dengan Tiara yang terus saja menangis, karna dia benar benar tidak tahu bagaimana caranya menenangkan perempuan.
"Ti..tidak aku sudah tidak ada perasaan lagi pada kak David" jawab Tiara.
"Terus kenapa masih menangis" ucap Devan seraya mengernyitkan dahinya.
"Imut lagi nungguin kak Vano nenangin imut kaya dulu gitu" ucap Tiara terisak isak sambil memonyongkan bibirnya.
"Astagaa sayang kamu baru saja membuat saya cemas, saya fikir kamu kecewa pada saya" ucap Devan sedikit terkekeh melihat wajah sembab Tiara yang baginya sangat lucu dan imut.
"Tiaraku yang imut, kamu tau sendiri kan saya tidak tahu caranya menenangkan perempuan" jelas Devan.
"Peyuuuk" ucap Tiara manja.
Sejak kecil Tiara memang sering menunjukan sifat manjanya hanya pada Devan, karna baginya hanya sosok Devan lah yang faham cara memanjakannya.
__ADS_1
Meskipun sekarang Devan sudah berbeda karna sifat dinginnya.
"Sini, akan saya beri lebih dari sekedar pelukan, kebetulan disini dingin sekali" Devan langsung menarik Tiara agar lebih mendekat padanya.
Tiara membulatkan mata sebelum akhirnya ia merasakan benda kenyal nan hangat menyentuh bibirnya. Ia pun membalas sentuhan yang memabukan dari suaminya, saling menautkan lidah, mengabsen deretan gigi masing masing hingga terdengar lenguhan pelan dari mulut Tiara, karna Devan mulai beraksi menajamah benda kesukaannya yang ada pada Tiara.
Malam yang teramat dingin itupun terlewati dengan keringat yang bercucuran dari dua insan yang sedang saling memberi kehangatan. Pergulatan yang begitu panjang, seolah ingin menumpahkan segala rasa cinta dan rindu yang telah bertahun tahun lamanya mereka simpan, ya meskipun bukan lagi yang pertama bagi mereka.
Sampai pada keduanya medapatkan pelepasan secara bersamaan.
"ahhhh sayang" lenguh Tiara.
"akhh kamu selalu membuat saya candu dan rasanya tak ingin mengakhiri Tiara" ucap Devan lalu ambruk diatas Tiara.
"tapi aku cape sayang" ucap Tiara seraya memejamkan matanya.
Devan pun membaringkan dirinya disamping Tiara. Ia nenarik selimut dan menutupi tubuh polos sang istri yang kini sudah terlelap.
"Terimaksih sayang, saya sangat bersyukur memiliki kamu" Ucap Devan seraya mengecup kening dan bibir sang istri.
Setelah itu ia pun turut memejamkan kedua matanya menjemput mimpi yang indah.
.
.
.
Bersambung.....
Jangan lupa yaa suport terus author dengan cara klik tombol jempol, masukan paforit, kasih author hadiah dan vote cerita author ya genks...
Untuk redaers ku yang setia, terimakasih karna sudah mau baca novel author sampai disini, jangan pernah bosan yaa.. 😊😊😊
.
__ADS_1
.