
"Baby terimakasih" ucap David mengecup kening Hanum yang penuh dengan peluh.
Hanum hanya mengangguk lemas.
David bangkit dari tempat tidur dengan keadaan masih polos tanpa tertutup sehelai benang pun.
Mata Hanum seketika melotot, melihat sesuatu yang baru pertama kali ia lihat, karena tadi ia tidak terfokus kesana.
"Astaga!! Pantesan sakit banget, ternyata belalai nya sebesar itu" ucap Hanum seraya menutup wajahnya.
"Baby kamu kenapa?" tanya David
"Bisa gak sih pake celana dulu!!" ucap Hanum ketus, membuat David tertawa ringan.
"Baby, bukankah kamu sudah melihatnya bahkan merasakan keganasannya ngapain harus tutup muka segala, lagian celana saya terlempar entah kemana" ucap David seraya melepaskan tangan Hanum yang menutupi wajahnya.
"Mau ke kamar mandi bersama?" tawar David meniakan sebelah alisnya, Hanum menggelang.
Badannya begitu lemas, ibarat handphone mungkin batrainya tinggal tersisa sepuluh persen lagi. Setelah itu David langsung pergi ke kamar mandi.
Hanum yang memandang punggung kekar sang suami dibuat terkejut karena terdapat banyak luka cakaran disana.
"Itu pasti karena aku" gumam Hanum.
Tak lama David kembali setelah membersihkan dirinya.
"Dad aku mau ke kamar mandi, tapi susah sekali untuk jalan, itu ku sakit sekali" ucap Hanum.
Tanpa berbicara lagi David langsung membopong tubuh ramping istri kecilnya itu.
"Maaf yaa baby, gara gara saya kamu jadi kesakitan" ucap David seraya mendudukan Hanum kedalam bathtub.
"Aku juga minta maaf yaa, gara gara aku punggung daddy jadi luka luka gini" ucap Hanum seraya mengusap punggung sang suami yang penuh luka.
David terkekeh
"Ini tidak sebanding dengan yang kamu rasakan" ucap David dengan senyum hangatnya.
"Jadi ini hukuman yang daddy maksud?" tanya Hanum.
"Yes! Hukuman karena kamu sudah berani membohongi saya" ucap David dengan seringai liciknya.
"Kapan aku membohongi sugar daddyku?" ucap Hanum penuh tanya
"Kemarin kamu bilang sedang halangan, tapi tadi pagi saya melihat kamu sembahyang subuh" ucap David.
"Iya memang sebelumnya aku halangan, dan ternyata sudah bersih" jelas Hanum.
"Yaudah keluar dulu sana, aku mau mandi dulu"
"Mau saya mandikan hmm?" ucap David dengan tatapan menggoda.
"Gak perlu"
"Yaudah saya keluar dulu, nanti kalau sudah selesai panggil saja daddy ya sugar baby ku" ucap David, namun sebelum ia keluar dengan jahilnya ia menggigit pucuk bukit cinta milik Hanum sekilas.
"Ahh daddy ini masih kebas tau!!" teriak Hanum
David hanya terkekeh kemudian keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
#*#*#*#*#*#
Setelah berpakaian David memutuskan kebawah untuk mengambil makan malam untuknya dan Hanum. Mereka akan makan malam dikamar saja, karena kondisi Hanum tidak memungkinkan untuk turun kebawah.
"Malam mom" ucap David pada Sandra yang sedang melakukan ritual makan malamnya sendirian.
"Dari mana saja kamu, kenapa baru turun?" ucap Sandra ketus. Ia masih tak terima dan merasa kecewa karena David menikah bukan dengan pilihan dirinya.
"Ketiduran tadi" jawab David sekenanya, sambil menyiapkan dua porsi makanan untuknya dan Hanum.
"Kenapa dibawa keatas?? Keman bocah udik itu?? Manja sekali makan aja harus diambilin suami" ujar Sandra dengan wajah masamnya.
Namun David hanya mengulum senyum, tidak mau terlalu menanggapi ucapan mommy nya itu.
.
.
.
"Baby, kamu sudah selesai?" ucap David saat memasuki kamarnya ia sudah mendapati Hanum sudah selesai berpakaian.
"Sudah dad, kenapa repot repot bawa makanan kemari. Kita kan bisa makan dibawah" ucap Hanum mengambil alih nampan yang dibawa David
"Kita makan dibalkon aja yuk, sambil melihat langit malam" ucap Hanum, dan disetujui David.
"Baby, apa kamu masih sakit, sini biar saya aja yang bawa makanannya" ujar David.
"Sudah mendingan ko dad, tenang aja" ucap Hanum santai dengan senyum hangatnya.
"Kata orang begituan tuh enak, enak apanya sakit gitu" gerutu Hanum, seraya meletakkan makanan yang ia bawa keatas meja yang ada di balkon.
Hanum hanya membuang muka, untuk menyembunyikan pipi semerah tomat pada wajahnya.
"Yasudah, ayok kita makan dulu. Isi amunisi biar nanti malam tambah semangat mencari enaknya" goda David
"Ishhh Daddy" Hanum melotot ke ada David yang sedang tergelak menertawakan wajah Hanum yang menggemaskan.
*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#
Ditempat lain.
Setelah selsai makan malam, Devan, Tiara dan nek Mawar kini berbincang diruang keluarga. Banyak sekali yang mereka bahas, dari perkembangan usaha Devan hingga cerita saat Devan bertemu dengan ibu kandungnya.
"Nenek tidak mengerti bagaimana fikiran papa kamu saat itu, bisa bisanya dia mengaku yatim piatu pada bundamu sedangkan nenek masih hidup" ucap nenek.
Devan dan Tiara hanya diam menyimak ucapan sang nenek.
"Belajar dari perbuatan papamu Devan, jangan pernah main main dengan pernikahan. Jagalah istrimu baik baik, jika cintamu telah hilang, pulangkan ia secara baik baik pada orangtuanya jangan kamu sakiti dengan pengkhianatan" jelas sang nenek.
Tiara meremas lengan suaminya.
"Nenek tenang aja, Devan tidak akan pernah mengecewakan Tiara. Butuh perjuangan yang panjang untuk mendapatkannya, bahkan Devan harus menikung kak David. Masa iya Devan sia siakan begitu saja" ucap Devan seraya menatap serius wajah imut istrinya yang tersenyum manis padanya.
Nenek hanya tersenyum bangga.
"Oh iya berbicara soal kakakmu David, nenek hampir saja lupa, dia sudah menikah" ucap nenek.
"Jadi kakak sudah menikah nek, kenapa tidak mengundang kita?" tanya Devan.
__ADS_1
"Apa ini karena Tiara?" tanya Tiara ragu.
"Bukan, tapi kakak mu nikah karena salah faham. Dan nenek mendapatkan amanat untuk menyampaikan undangan pada kalian" ucap sang nenek.
Nek Mawar pun menceritakan tentang ke salah fahaman yang terjadi hingga mengakibatkan David menikah secara mendadak secara detail pada Devan dan Tiara. Darimana nenek tau? Tentu saja dari David, hanya saja dialognya tidak author tulis. Hehe
"Jadi kapan acaranya nek?" tanya Devan
"Kakakmu bilang dua minggu lagi" ucap sang nenek.
"Yasudah, nenek mau istirahat dulu, udara disini semakin malam semakin dingin" ucap nenek kemudian bangkit dari tempat duduknya untuk pergi ke kamar beristirahat .
"Selamat istirahat nenek" ucap Tiara lembut.
Nenek hanya tersenyum.
.
.
Dikamar
"Sayang coba kamu pegang deh, ini baby kita sedang main bola kayanya" ucap Tiara mengerahkan tangan Devan untuk menyentuh perutnya.
"Anak papa aktif sekali, kangen yaa mau papa tengokin" ucap Devan matanya melirik ke wajah sang istri yang matanya melebar.
"Papa modus deh" ucap Tiara dengan suara bak anak kecil.
Devan langsung menyambar bibir manyun Tiara.
"Imut, ini kamu semakin besar" ucap Devan kala meraba dada sang istri.
"Mhhh sayang" desah Tiara.
Menit selanjutnya mereka pun terus melanjutkan kegiatan yang kata Devan menengok baby. Tentunya dengan hati hati agar tak menganggu buah hati mereka, meskipun perut Tiara semakin membesar, namun bagi Devan justru malah lebih menggairahkan.
.
.
.
Bersambung.....
Jangan lupa
LIKE
KOMEN
VOTE
Terimakasih
.
.
.
__ADS_1