
"Mama habis ngapain? kenapa kelingetan gitu?" tanya Shaka dengan wajah polosnya.
"Mama habis olahraga tadi sayang, Shaka kenapa bobonya cuma bentar?" tanya Tiara seraya menggendong putranya dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan susu coklat hangat kesukaannya.
"Caka lama ko mah bobonya, papa udah cembuh belum ma?" celotehnya.
"Papa lagi bobo dulu sayang, semoga pas papa bangun nanti udah sembuh ya terus bisa main deh sama Shaka ganteng" ujar Tiara dengan wajah riangnya.
"Yeeyy, Caka udah gak sabal mau main bola sama papa"
Tiara kemudian mendudukkan putranya diatas meja dapur, ia bernafas lega untung saja ia bisa mengalihkan atensi si anak agar tidak banyak bertanya tentang kegiatan yang baru saja ia dan Devan lakukan dikamar.
"Mama caka kapan bisa main sama Delia lagi?" tanya bocah kecil itu.
"Ntar kalo papa libur kita main kerumah Delia ya sambil jenguk nenek yuyut Sakha" ucap Tiara seraya memberikan segelas susu coklat hangat kesukaan putranya. Kebiasaan Sakha setelah ia tidur siang ia pasti meminta susu coklat hangat, karna sudah hafal Tiara langsung membuatkannya tanpa diminta lagi.
Dikamar, Devan merasa badannya jauh lebih baik dari pas pertama ia pulang kerja tadi. Entah karena ia sudah mengisi perutnya atau karena yang dibawah perutnya sudah melepas rindu.
Devan terkekeh sendiri, akhir akhir ini ia memang sering uring uringan. Inginnya terus berada didekat sang istri namun apalah daya kerjaannya sungguh sangat membutuhkan polesan tangannya sendiri.
Setelah pintu kamar tertutup dan Tiara tak kembali lagi ke kamar, Devan segera bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
"Assalamualaikum.."
"Walaikumsalam" jawab Tiara dan Sakha bersamaan.
"Jiddaaahhh" teriak Sakha.
"Cucu jiddah sedang apa??" tanya Lifia seraya mencium gemas cucu pertamanya.
"Minum susu jiddah" jawab Sakha
"Ini tadi bunda bikin puding coklat kesukaan kalian, oiya tumben mobil Devan ada dirumah, apa dia libur?" tanya Lifia pada Tiara, ia meletakkan box berukuran sedang diatas meja mini bar dimana cucu tercintanya sedang duduk manis menghabiskan susunya.
"Iya bund, Devan lagi gak enak badan tadi dia pulang cepat. Sekarang lagi istirahat" jawab Tiara.
__ADS_1
"Apa sudah berobat nak? Kalo belum biar bunda telfonkan dokter"
"Gak usah bunda, Devan cuma kurang istirahat aja. Tadi udah Tiara kasih obat ko, mungkin sebentar lagi dia bangun dan mudah mudahan sih sembuh" sanggah Tiara, bukan Tiara menolak niat baik mertuanya hanya saja situasi dan kondisinya tidak tepat. Ia khawatir Devan malah langsung tidur sebelum berpakaian, kan malu kalo ketauan mereka habis olahraga siang.
"Syukurlah kalau tidak terlalu parah, oiya bunda kesini mau jemput Shaka, kebetulan bunda ada meetung di plaza sekalian bunda mau aja Shaka ke playground, boleh kan nak?" pinta Lifia.
"Boleh dong bund, Shaka mau main ke playground sama jiddah?" tanya Tiara pada putranya.
"Mauu!!!" jawab Shaka dengan ceria.
"Yaudah kalo gitu ayo anak ganteng mama ganti baju dulu" ajak Tiara.
"Emm gak usah nak, bunda udah siapkan baju baru buat Shaka, nanti aja bunda yang gantikan" ujar Lifia dan diangguki menantunya
"Shaka nanti jangan nakal sama jiddah ya sayang" ucap Tiara.
"Ciapp mama! Ntal bilang cama papa caka pelgi main cama jiddah ya" ujar bocah ceriwis itu.
"Iya sayang nanti mama bilangin ke papa"
Ini bukan pertama kalinya Lifia membawa Shaka pergi main, Tiara dan Devan tidak pernah keberatan selain karena Elifia neneknya juga mereka bisa mencuri waktu untuk sekedar qtime berdua.
***
Saat pintu terbuka, tampak tempat tidur sudah dalam keadaan rapi dan pria tampan yang tadi tengah terkapar tanpa busana sudah tidak ada lagi disana.
Terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, dengan senyuman jahilnya Tiara bergegas menyusul Devan kedalam kamar mandi yang kebetulan pintunya tidak dikunci.
Ckleekkk...
Pintu kamar mandi terbuka, setelah Tiara masuk pintu itu pun ditutup kembali kemudian dikunci, tanpa basa basi Tiara langsung melepas dress rumahan yang pakai nya.
"Imut, sayang mau ngapaian?? Nanti kalo anak kita nyariin gimana?" ujar Devan yang terkejut dengan perilaku sang istri yang tidak biasanya.
Ya, karna biasanya kalau Devan ajak ia untuk mandi bareng Tiara selalu menolak dengan alasan takut putra ceriwisnya nyariin.
"Sstt tenang sayang, putra tampan kita tadi dijemput sama bunda dibawa ke plaza, sekarang ayo kita lanjutkan yang tadi" ucap Tiara dengan senyum nakalnya.
__ADS_1
Tak mau menyia nyiakan kesempatan Devan langsung menarik tubuh istrinya ke bawah guyuran shower, setelah itu hanya mereka yang tau apa yang terjadi selanjutnya. Hehe
*****
Satu jam kemudian, setelah kegiatan mandi plus plus selesai Tiara meminta Devan untuk melanjutkan istirahatnya namun Devan menolak.
"Sayang apa masih lemas dan pusing? sebaiknya papa tidur lagi aja" ucap Tiara.
"Tidak mamut, malah tambah pusing kalo dibawa rebahan lagi. Kecuali kalo..." ucap Devan menggantung seraya mengedipkan sebelah matanya. Mamut adalah panggilan baru untuk Tiara dari Devan yaitu mama imut.
"Isshhhh dasar yaa, siang ini udah dua kali loh! yang katanya lemas" bantah Tiara.
"Hehe becanda sayang, oiya ma tadi papa dapat telfon dari pemilik agen buah dan sayur segar yg dua tahun belakangan ini kita menjalin kerja sama. Kebetulan dia ada didaerah sini, dan ngajak meet up, temenin papa yuk" ajak Devan seraya memeluk pinggang Tiara yang sedeng mengeringkan rambut basahnya.
"Oke, ntar pulang dari sana sekalian kita jemput Shaka. Tapi beneran papa sudah tidak apa apa?" Tiara kini berbalik menatap wajah tampan sang suami.
"Gak apa mamut sayang, kan udah ngecharge tadi jadi dayanya sudah full lagi" ujar Devan dengan kekehan ringan.
***
Tiba di restoran yang disebutkan oleh clientnya, Devan menggenggam tangan wanita tercintanya mencari no meja dimana sang client menunggu kedatangannya.
"Selamat siang pak Arga Satria maaf menunggu lama" ucap Devan pada pria berusia 29 tahun itu.
"Wahh pak Devano tidak apa apa saya juga belum lama, senang sekali bisa bertemu langsung dengan pengusaha sukses seperti anda" ucap Arga seraya menjabat tangan pria jangkung berjambang keturunan timur tengah itu. Lalu atensinya bergeser pada wanita cantik yang digandeng Devan.
"Mutiara..." ucap Arga yang sontak membuat wajah Devan berubah seketika.
Bersambung...
...JANGAN LUPA...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
__ADS_1
...TERIMAKASIH :)...