My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.53 Di Grebeg Warga!!!


__ADS_3

"Om kira kira disana nanti teman teman om bakalan ngeledekin om gak ya" tanya Hanum. Saat ini mereka tengah diperjalanan menuju lokasi pertunangan Yoga dan Laura.


"Memangnya kenapa?" tanya David heran.


"Karena om bawa daun muda hahaha" ledek Hanum.


"Saya belum setua itu juga kali, lagian kita itu serasi tau!!" jelas David dengan senyum hangatnya.


Hanum yang sedang terbahak seketika berhenti kala ia melihat senyuman David, ada desiran aneh dalam hatinya. Tapi ia sendiri tidak tau perasaan apa itu.


"Kenapa diam??" ucap David seraya memandang dalam sang gadis, mobil yang ia kendari pun perlahan terhenti.


"Emm gak apa apa om, ihhh ngapain berhenti sih???" ucap Hanum salah tingkah.


Saat David akan melanjutkan kemudinya, tiba tiba gawainya berdering.


Panggilan masuk bertukiska "Mom" tergambar di layar.


"Hallo mom ada apa?" ucap David.


"Dave mama mendengar kabar, hari ini adalah pertunangan Laura. Apa itu benar???" tanya Sandra dari seberang telfon.


"Benar mom!! Ini Dave sedang menuju kesana" jawab David santai.


"Dave ini tidak bisa dibiarkan! Kamu harus gagalkan acara pertunangan itu. Laura hanya boleh menikah dengan kamu" omel Sandra.


Jika saja saat ini dirinya tidak sedang diluar Negeri, mungkin dia sendiri yang akan menggagalkan acara pertunangan Laura.


"Sudahlah mom, biarkan saja Laura bahagia dengan pilihannya sendiri. Begitu pun Dave" ucap David kemudian memutus panggilan secara sepihak.


Ia muak dengan sikap ibunya itu, yang selalu memaksa dirinya dengan Laura.


Hanum yang melihat perubahan pada wajah David pun hanya memilih diam.


Karena waktu yang mepet David pun melanjutkan kembali perjalan.


*****************************


"Selamat ya bro, cepat cepat dihalalkan" ucap David pada Yoga.


Laura yang berdiri disamping Yoga hanya tersenyum ramah. Sudah tidak ada lagi tatapan mendambanya pada David. Setelah mengenal Yoga lebih dekat, ia merasakan hal yang berbeda, ia menjadi tau bagaimana rasanya dicintai dan diperjuangkan. Hingga ia merasa nyaman dan memutuskan menerima lamaran dari Yoga.


Karena David datang tak sendiri, melainkan bersama seorang gadis yang sama sekali belum mereka kenal. Laura dan Yoga hanya saling pandang heran.


"Dave kamu tidak akan memperkenalkan nya pada kami" ucap Laura.


Hanum hanya diam saja dan sesekali tersenyum, karena untuk pertama kali ia datang ke pesta orang orang kaya. Ia takut kalau salah dalam bersikap akan membuat David malu. Untuk itu ia hanya diam saja dari tadi.


"Ahh iya, perkenalkan namanya Hanum" ucap David.


"Hay Hanum namaku Laura" ucap Laura seraya menjabat tangan Hanum.

__ADS_1


"Hay kak, namaku Hanum. Kakak cantik sekali" ucap Hanum, sedari tadi ia hanya menunduk namun saat melihat wajah Laura ia dibuat terkesima.


"Seperti boneka Barbie" Batinnya.


"Ahh makasih, kamu juga cantik. Masih seger" ucap Laura namaun matanya mengarah ke David seakan meledek.


Kemudian mereka tertawa bersama.


*********


Karena acaranya berlangsung panjang, David memutuskan untuk pulang lebih awal, karena Hanum nampak tak nyaman berada di circle itu.


Mungkin karena terlalu lelah, Hanum ketiduran dimobil David.


Mobil pun berhenti setelah sampai didepan gang yang tak jauh dari kosan Hanum.


Karena tak tega untuk membangunkan gadis itu, David menggendong tubuh ramping Hanum untuk dibawa sampai ke dalam kamar kosnya. Namun sebelumnya, ia sudah mengambil kunci kamar kos Hanum agar nanti lebih mudah.


Beberapa warga yang melihat tindakan David itu merasa curiga.


Pasalnya, akhir akhir ini mereka mendapat laporan dari warga sekitar bahwa ada anak kost yang sering membawa pria menginap dikamar kosannya.


Dan mereka fikir itu adalah Hanum, padahal bukan.


Karena merasa curiga, mereka pun mengikuti langkah David.


David tetap merasa tenang, tanpa perasaan cemas atau pun khawatir, karena ia tidak tau menau tentang kondisi warga didaerah sini.


Matanya mengedar, mengelilingi setiap ruangan.


"Kamu hebat Hanum, bisa bertahan dalam kondisi seperti ini sendirian" ucap David memandang wajah polos Hanum yang tengah terlelap tanpa terusik.


Saat David akan bergegas pulang, tiba tiba hujan turun dengan sangat deras. Dengan sangat terpaksa David harus menunda kepulangannya, karena jarak dari kos Hanum ke mobilnya lumayan jauh. Dan sepertinya Hanum tidak memiliki payung.


Hujan yang terlalu deras mengakibatkan air menyiprat kedalam kamar, jika terus dibiarkan maka kamar kos Hanum akan basah. Mau tidak mau David harus menutup pintu kamar itu.


"Tuh kan pak, pintunya ditutup" ucap salah satu warga yang sejak tadi mengintai mereka.


"Sekarang sedang hujan deras, setelah hujan sedikit reda kita grebeg mereka" ucap pak RT yang kebetulan ada disana.


"Langsung dinikahkan saja pak, daripada terus berbuat zina" ucap warga yang lain.


"Iya pak betul, kami setuju" ucap warga yang lainnya.


Jumlah mereka saat ini lima orang, mereka memang sedang berencana akan menggrebek anak kost yang katanya sering membawa pria menginap itu.


Setelah hujan mereda meraka pun memulai aksinya.


Toktoktok!!


Hanum terusik dengan suara ketukan pad pintu kamarnya. Saat ia membuka mata, ia sangat kaget saat mendapati David sedang menatap dalam dirinya.

__ADS_1


"Om kenapa bisa ada disini" ucap Hanum panik.


"Saya tadi menggendong kamu sampai sini, saat saya mau pulang malah hujan deras lagian kamu sih gak punya payung" ucap David.


Hanum semakin panik, diluar sepertinya sedang banyak orang yang salah satunya mengetuk pintu kamarnya sejak tadi


"Itu siapa sih, tengah malam begini ketuk ketuk pintu kamar kamu" ucap David tanpa dosa.


Hanum mulai kalut, pasalnya ia sudah tau tentang desas desus gosip tentang wanita yang sering membawa pria menginap.


"Jangan jangan warga mengira itu aku" batinnya cemas.


"Om kenapa tidak bangunin aku aja sih tadi?? kenapa malah gendong aku sampai sini" ucap Hanum marah.


"Lah kok kamu marah, bukannya terimakasih" ucap David tak mengerti.


"Heyy buka pintunya, kalau tidak kami akan mendobraknya" teriak salah satu warga dari luar.


Mendengar teriakan itu, David segera membuka pintu, membuat perasaan Hanum semakin kalut dan pasrah apapun yang akan terjadi nanti


Saat pintu terbuka, alis David terangkat sebelah, ia bingung melihat beberapa orang dengan wajah dan tatapan yang seolah menghakiminya.


"Kalian kalau mau zina jangan di wilayah kami" ucap pak Rt.


"Hah zina?" ucap David tak mengerti.


"Berdua dengan seseorang yang bukan mukhrim dalam satu ruangan yang tertutup apa namanya kalau bukan zina? kumpul kebo???" ucap salah satu warga.


David mulai mengerti arah pembicaraan mereka.


"Bapak bapak saya bisa jelaskan semuanya, kami tidak zina" ujar David mencoba menjelaskan.


"Tidak perlu mencari alasan, kami sudah dari tadi mengintai kalian. sebaiknya kalian dinikahkan saja dan pergi dari kampung ini" ucap salah satu warga.


"Hahh dinikahkan" ucap David dalam hati.


Namun tiba tiba ia menyeringai


"Baiklah saya akan mengikuti kemauan bapak bapak sekalian" ucap David.


Mata Hanum membulat sempurna, bagaimana mana bisa David malah menyetujui keputusan warga yang salah faham itu, bukannya membuat pembelaan agar mereka tidak menghakiminya.


David tersenyum kearah Hanum yang masih dengan wajah terkejutnya.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2