
"Dadd ngapain kita buru buru pergi sih? Aku kan masih kangen sama nenek" ucap Hanum dengan bibir yang mengerucut.
David sengaja lebih cepat membawa Hanum keluar dari rumah dengan alasan ingin melihat persiapan pesta besok, padahal ia merasa tak nyaman atas kebersamaan keluarganya.
Terutama karena ada Tiara, David khawatir ia masih belum bisa mengendalikan sikapnya yang pastinya akan membuat Hanum salah faham. Apalagi ia sempat mendengar tentang kecemburuan Hanum pada Tiara. Karena itu ia lebih memilih keluar lebih cepat dari rumah utama.
"Saya akan membawamu ke suatu tempat" ucap David dengan senyum manisnya.
"Tapi daddy bilang katanya kita akan memninjau persiapan pesta" ujar Hanum
"Kalau itu, biar jadi kejutan besok nanti" ucapnya.
Hanum yang dapat mengerti suasana hati David saat ini, lebih memlilih diam mengikuti saja kemana sang suami dewasanya ini akan membawa dirinya.
Sekitar 45menit perjalanan, mobil yang mereka tumpangi pun berhenti.
Dari kejauhan terdengar deburan ombak di lautan
"Dad kita dimana? Seperti didekat laut?" tanya Hanum celingukan melihat kearah luar mobil.
"Iya memang kita sedang dipantai baby" ucap David kemudian turun dari mobil mendahului Hanum.
Hanum hanya terpaku melihat suaminya yang keluar begitu saja tanpa menghiraukan dirinya.
Ia menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dengan kasar.
Tak lama terdengar pintu sebelahnya terbuka, ternyata David yang membukanya.
"Hallo my princess mari kita menari diatas dinginnya pasir dan dibawah terangnya sinar bulan malam ini" ucap David dengan tubuh memebungkuk dan sebelah tangannya meraih tangan Hanum bak seorang pangeran yang menyambut kedatangan sang putri.
Hanum masih terpaku, ia tak menyaka jika David akan semanis itu, apalgi raut wajah tampannya nampak berkilau karena pantulan sinar bulan, membuat pesonanya bertambah seribu persen.
"Daddy, kamu so sweet sekali" ujar Hanum dengan mata yang berbinar.
Setelah Hanum meraih tangannya, David langsung menarik istri kecilnya itu dan berlari menuju pantai.
Hanum hanya mengikuti permainan yang dibuat David dengan senang hati.
Setelah sampai dibibir pantai, David menggenggam kedua tangan Hanum dengan tangannya.
Matanya menatap lekat netra hitam milik sang istri.
"Silvya Hanum, meskipun kamu bukan cinta pertama saya. Tapi saya yakin jika kamulah cinta terakhir saya" ucap David
__ADS_1
Hanum hanya menatap wajah David yang jelas lebih tinggi darinya.
"Saya berjanji, selama jantung saya masih berdetak, seluruh nafas yang behembus dari diri saya itu semua milikmu baby" ucap David dengan serius.
"Dad.." ucap Hanum terpotong, karena David tak memberinya kesempatan untuk bicara.
"Silvya Hanum, mau kah kau menjadi istriku mendampingi hidupku hingga akhir nanti?" kini David bersimpuh dengan ditopang sebelah kakinya, sebelah tangannya masih menggenggam tangan kiri Hanum.
"Daddy, aku kan sudah jadi istri daddy!" jawab Hanum
"Sayang jawab ya atau tidak" ucap David seoalah tak ingin menerima bantahan lagi
"Iya Daddy" ucap Hanum.
David langsung membawa tubuh Hanum kedalam pelukannya.
"Aku mencintaimu" bisik David, membuat Hanum meremang.
"Aku juga mencintaimu daddy" ucap Hanum dalam hati.
Jika harus jujur, sebenarnya David kecewa karena Hanum tak membalas ungkapan cintanya. Namun ia mengerti, mungkin Hanum masih butuh waktu untuk bisa mencintai dirinya.
"Baby mari kita berdansa" bisik David pada Hanum yang kini masih membenamkan wajahnya di dada bidang David.
"Ikuti saja gerakan saya" ucap David kemudian Hanum menyanggupinya
Kemudian mereka pun berdansa dibawah terangnya rembulan malam, dengan diiringi alunan debur ombak dan tepukan daun nyiur yang tertiup angin.
Kegundahan dan kegalauan dihati keduanya perlahan memudar seiring gerakan demi gerakan yang membuat mereka nyaman satu sama lain.
Karena malam semakin larut, David pun memutuskan untuk pulang ke hotel tempat acara akan berlangsung.
#*#*#*#*#*#*#*#
Hari telah berganti, kini hari bahagia yang dinanti itu pun tiba.
Dimana pesta resepsi pernikahan seorang pengusaha muda yang sukses mengembangkan bisnis yang dibangun oleh ayahnya hingga menjadi perusahaan termaju nomor dua di Asia,Siapa lagi kalau bukan David Mahendra akan segera digelar.
Sudah banyak media masa menantikan berita bahagia ini, pasalnya David sangat tertutup kalau soal masalah percintaannya.
Mereka pada penasaran, siapa wanita beruntung itu yang mampu memdapatkan hati seorang David Mahendra sang Presdir tampan nan murah senyum.
.
__ADS_1
.
Sementara disebuah kamar hotel
"Untung saja aku hobi membeli barang barang mahal, jadi pas diundang di acara orang kaya sombong itu, penampilanku tidak terlalu mencolok dan tidak nampak ko kalau aku dari kampung" ucap seseorang yang tengah mematut dirinya dimuka cermin.
"Akhirnya baju, tas, dan sepatu mahal ku ini bisa ku pakai juga di acara yang sesuai tentunya" ujarnya dengan pede tingkat dewa
"Bu ayok, acara nya sebentar lagi akan segera dimulai" ucap ayah Hanum.
"Sebentar lagi ini yah, aduh ribet banget sih!! Ayah jangan lupa diminum obatnya, jangan sampai penyakit ayah kambuh disana dan memnuat malu nanti" ujar Maya tanpa menoleh pada suaminya.
"Sudah" ucap ayah Hanum singkat.
"Baguslah, pokonya kalau ayah sudah lelah sebaiknya bilang jangan ditahan tahan kalau pinsan disana nanti malah bikin repot" ucap Maya.
Ayah Hanum hanya diam tak ada niatan ingin menimpali ucapan istrinya itu.
.
.
.
Bersambung..
...Hay guys siapa yang setuju jika Maya ibu tirinya Hanum dipertemukan dengan Sandra??...
...Kira kira Maya mampu gak ya menandingi keangkuhan Sandra?...
...Yuk Jangan Lupa...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
...Biar aurhor tambah semangat lagi buat up!...
...Terimakasih :)...
.
__ADS_1
.