My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.32 Pulang


__ADS_3

Setelah sarapan Devan dan Tiara menyempatkan diri berkeliling kampung yang penuh dengan kenangan masa kecil mereka.


Tak lupa Devan juga membagikan sedikit rezeki pada warga warga yang kurang mampu. Hal ini sudah menjadi kebiasaan Devan setiap kali datang ke kampung ini.


Tiara tersenyum bangga melihat interaksi suaminya dengan para warga. Wajah datar dan dingin Devan seketika menghilang, yang ada hanya senyuman hangat yang membuat wajah tampannya semakin terpancar.


"Bapak bapak ibu ibu, saya ingin memperkenalkan istri saya pada kalian" ucap Devan dan di sambut antusias para warga.


Devan menggandeng lengan Tiara agar mendekat ke perkumpulan itu.


"Kalian masih ingat tidak, anak pertama pak Munawar yang dulu sering main sama saya, sekarang dia telah menjadi istri saya" ucap Devan dengan bangganya.


"Mutia, ini teh bener kamu??" tanya seorang ibu.


Tiara pun menganggukan kepalanya pelan, jujur ia sudah sedikit lupa pada orang orang dikampung ini.


"MasyaAllah kamu cantik sekali, apa kabar Ambar dan Munawar??? Saya ini teman dekat Ambar dulu" ucap ibu itu.


"Alhamdulillah ibu sama ayah kabarnya baik bu" ucap Tiara ramah.


Obrolan mereka pun berlanjut, membahas masa masa dulu disaat keluarga Tiara masih tinggal dikampung Cibungur ini.


Tak terasa hari pun beranjak siang, Devan dan Tiara pamit untuk pulang.


**********


"Sayang tampaknya kamu sangat akrab yaa dengan mereka??" tanya Tiara yang kini sedang menautkan kedua tangannya diperut rata Devan.


Kini mereka sedang dalam perjalan pulang ke kediaman mereka yang diperkebunan.


"Iya, kadang dua minggu sekali saya kesana. Kamu tau gak untuk apa??" tanya Devan.


"Tidak, memangnya untuk apa?" ujar Tiara.


"Hanya untuk memastikan apakah kamu sudah kembali lagi atau belum ke kampung itu. Meskipun mustahil, tapi saya selalu berharap" ucap Devan seraya mengelus tangan istrinya.


"Makasih ya sayang, selama ini kamu udah setia simpan hati kamu untuk aku, maafin Imut ya yang hampir saja mnghianati kak Vano dengan menikah dengan kakaknya kak Vano sendiri" ucap Tiara lirih.


"Tidak apa Imut sayang, saya percaya tuhan selalu mendengar doa saya dan dikabulkan di waktu yang tepat. Buktinya sekarang kamu bisa memeluk saya degan erat" jelas Devan.

__ADS_1


Tiara tak bergeming, ia membenarkan ucapan suaminya itu lalu selain mengeratkan tautan tangannya.


Karna sang istri tak bersuara lagi, kini Devan lebih fokus pada kemudinya. Ia menambah kecepatan sepeda motor sportnya itu, agar segera tiba ke tempat tujuan.


****************


Tak sampai dua jam, kini mereka telah sampai ditujuan.


"Sayang aku lelah sekali" ucap Tiara langsung menjatuhkan dirinya di sofa.


"Sebaiknya istirahat dikamar Imut" ucap Devan seraya mencolek dagu sang istri. Bagi Devan Tiara selalu saja membuatnya gemas.


"Tapi aku lelah, rasanya badanku serasa remuk saja" ucap Tiara dengan mata yang terpejam. Namun tiba tiba badannya serasa melayang di udara, saat ia membuka mata ternyata Devan telah menggendongnya menuju kamar.


Tiara menatap wajah tampan suaminya itu, Devan yang sedang pura oura fokus pada anak tangga yang tengah ia pijaki sedikit tersenyum kala ia sadar wajahnya sedang diperhatikan.


************


Di tempat lain.


"Baby kamu sudah makan siang?? Ini aku bawakan makanan spesial yang aku buat sendiri loh!!" ucap seorang wanita memasuki ruangan kerja David.


"Taruh saja diatas meja" ucap David cuek.


Dua hari yang lalu, setelah mendapat kabar dari bu Sandra bahwa David akan mencoba menjalani hubungan dengannya, Laura menjadi semakin semangat. Namun lagi lagi yang ia dapatkan hanya sifat acuh dari David.


Sebenarnya saat kuliah dulu Laura dan David bisa dikatakan sangat dekat, bahkan keduanya hampir saja jadian. Namun disaat David ingin menyatakan cintanya, ia ketikung oleh laki laki lain, yang sialnya Laura malah menerimanya.


Namun kenyataannya Laura salah memilih, laki laki yang ia terima waktu itu tidak tulus mencintainya yang hanya manfaatkan harta dan kemewahan yang Laura punya.


Dan disaat ia menyadari kesalahnnya dan ingin kembali pada David, namun David telah berubah. Seperti tidak mengharapkan dirinya lagi, bahkan Laura harus bersabar karna selama ini David hanya menganggap dirinya teman biasa tak pernah lebih. Dan penyesalan itu malah berubah menjadi obsesi, obsesi untuk mendapatkan David kembali padanya. Hingga sampai saat ini ia belum juga menikah, karna masih mengharapkan David.


Sedikit gambaran tentang Laura.


Nama lengkapnya adalah Laura Clarisa, putri satu satunya dari Riana teman sosialita bu Sandra. Usianya kini sama dengan David kurang lebih 30 tahun, namun diusianya yang sudah berkepala tiga itu Laura masih nampak seperti anak kuliahan karna ia sangat memperhatikan penampilannya.


Sejak kecil ia hanya dibesarkan oleh ibunya, karna ayahnya lebih memilih istri tua. Pada saat itu Riana adalah istri kedua ayah Laura. Sampai saat ini Mama nya tidak pernah memberitahu dimana ayahnya itu berada, paling kalau Laura bertanya mamanya akan menjawab bahwa ayahnya sudah lama meninggal tanpa mau memberitahu kuburannya dimana.


Sebenarnya Laura tidaklah jahat, tapi karna obsesinya yang tinggi pada David maka ia menyetujui rencana demi rencana yang diberikan bu Sandra, salah satunya membatalkan pernikahan David dengan Tiara. Bahkan ia tak tahu, bahwa bu Sandra melakukan itu karna dirinya kalah saat berjudi dengan Riana, mamanya.

__ADS_1


.


.


Laura menatap wajah acuh David, ia sadar David pasti sangat marah padanya apalagi setelah David tau bahwa ia terlibat dalam rencana bu Sandra.


Melihat kemarahan David dua hari yang lalu, membuat Laura putus asa dan rasanya ingin mundur saja, tapi lagi lagi bu Sandra mengompori dirinya untuk tetap berusaha mendapatkan hatinya David.


"Sabar Laura, kamu sudah biasa diperlakukan seperti ini sama dia, ayok Laura semangat mungkin sebentar lagi dia akan menjadi milikmu" ucap setan yang berada di kanan Laura.


"Sudahlah Laura sebaiknya kamu mundur saja, dia tidak akan pernah tertarik padamu" ucap setan yang berada di kiri Laura.


Seketika Laura pun pusing dengan bisikan bisikan tidak jelas yang mendarat di telinga nya itu.


Diliriknya lagi David masih sibuk dengan berkas berkas yang menumpuk dan masih tidak memperdulikan dirinya.


"Baby nampaknya kamu sangat sibuk, kalau begitu aku pulang dulu yaa. Jangan lupa dimakan makanannya, aku masak spesial untuk kamu" ucap Laura yang akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangan kerja David.


Setelah kepergian Laura, David langsung menghentikan pekerjaannya. Pandangannya kini tertuju pada sebuah tas berwarna ungu muda yang bertengger diatas mejanya.


Ia pun mengambil tas itu, kemudian membukanya.


Isinya kotak makan dan botol minum serta satu kotak transparan yang berisi potongan buah buahan segar.


Pertama David membuka kotak makan berwarna ungu putih, berisikan nasi, rendang, serta sayur sayur yang lain.


Rendang adalah makanan kesuakaan David, sejak dulu Laura bersikeras belajar masak masakan yang David sukai meskipun belum juga mendapatkan respon balik.


Dan ini bukan pertama kalinya Laura mengantar makanan ke kantor David.


Namun setelah mengenal Tiara, David hampir tidak pernah mau memakan makanan yang dibawa Laura, karna ia akan memilih makan diluar bersama Tiara.


Dan saat ini, untuk pertama kalinya lagi David memakan masakan Laura.


"Masakannya selalu enak" ucap David tak terasa kotak makan itu pun sudah tak berisi lagi.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2