
"Sayang, jadi si cewek sombong itu kecelakaan diarea perkebunan milik kamu ya?" tanya Tiara seraya mengeratkan tangannya pada perut datar Devan, meski pun tak seleluasa dulu karena kini sudah terhalang perut buncitnya.
Saat ini mereka tengah duduk dan bersandar ditempat tidur bersiap untuk mengistirahatkan tubuh dan fikiran setelah melalui hari yang begitu melelahkan.
"Benar, dia mengalami tabrakan dengan salah satu truck pembawa barang milik kita imut sayang" ucap Devan mengelus pucuk kepala sang istri.
"Aneh gak sih, ngapain coba tuh cewek datang ke perkebunan kamu" ucap Tiara dengan memonyongkan bibirnya.
"Mungkin dia ingin menemui dan mengenal saya lebih dalam lagi" jawab Devan sekenanya.
Tiara langsung mendongakkan wajahnya, kedua bola matanya membesar memelototi sang suami, kedua tangannya yang bertaut diperut Devan ia tarik dengan cepat.
"Emm maksud saya lebih dalam mengenal saya supaya lebih mudah mencelaki saya imut" jawab Devan cepat, karena tak ingin sang istri salah mengira.
"Pengen banget ya dikepoin sama cewe angkuh itu?" ucap Tiara kini memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
"Imut sayang, gak gitu maksud saya. Mungkin Alena geram karena tuan Yukas tidak berhasil menghancurkan saya. Makanya dia datang sendiri untuk langsung mengeksekusi saya" jelas Devan memeluk Tiara dari belakang.
"Dapat kesimpulan dari mana?" tanya Tiara ketus.
"Dari logika imut sayang, jangan ngambek lagi dong" Devan kini menaruh dagunya diceruk leher Tiara, sehingga hembusan nafas Devan dapat Tiara rasakan dan menimbulkan gelenyer aneh pada tubuhnya.
"Dari pada ngambek gitu, mending kita enak enak sayang" bujuk Devan.
"Enak enak gimana?" Tiara mulai membalikkan tubuhnya menghadap sang suami.
"Nengokin baby kita" bisik Devan ditelinga Tiara, dengan nakalnya ia mulai menjilati daerah sensitif istrinya itu.
"Akhh sayang" erang Tiara ulah Devan yang terus bermain diceruk leher dan telinganya.
"Masih mau ngambek gak?" bisik Devan dengan suara berat.
"Akh enggak sayang"
Detik berikutnya mereka sudah terbuai dengan sentuhan sentuhan nikmat yang mereka lakukan, hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan masing masing barulah dapat terlelap menuju mimpi yang indah.
**********
__ADS_1
Ditempat lain
Setelah memastikan jika sang ayah sudah keluar dari ruang rawatnya, Alena kembali membuka kedua bola matanya. Kemudian ia meraih segelas air putih yang tersedia diatas nakas, dan menenggaknya hingga tandas guna menambah sedikit kekuatan ditubuhnya.
"Argghhh, ini gak mungkin! Papa pasti bohong!! Bohong kalau aku bukan anak kandungnya, ini gak mungkin!! Tidak, aku tidak percaya"ujar Alena frustasi.
"Aku gak sanggup terima kenyataan ini, lebih baik aku mati saja!" ia mengedarkan pandangannya mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menghilangkan nyawanya, namun nihil. Tak ada satu pun benda tajam yang ia temui.
"Argghhhh" ia berteriak sekencang mungkin, dengan harapan bisa menenangkan kegundahan dihatinya.
Namun ia malah semakin dibuat frustasi, mana kala bayangan bayangan sifat angkuhnya terus berkelebat satu persatu di otaknya.
Saat ia menghina tantenya Elif karena tak memiliki anak, saat ia menolak dengan lisan yang kotor pada beberapa pria yang ingin melamar dirinya karena tidak sederajat, hingga banyak lagi tingkah Alena yang menyakiti hati orang lain.
Saat itu hanya satu yang ia banggakan selain ia cantik, yaitu ia merupakan cucu dan pewaris satu satunya tuan Erdan Mehmed. Seorang pengusaha terkaya dikota yang mereka tinggali. Namun kini kanyataannya berbalik, semua ucapan hina yang pernah ia lemparkan ke orang lain seolah mental kembali pada dirinya.
"Tidak bisa! Aku tidak sanggup menerima hinaan dari mereka jika tau aku bukanlah cucu dan pewaris opa Erdan! Lebih baik aku mati, ya aku harus mati" gumamnya seakan membulatkan tekadnya untuk menghilangkan nyawanya sendiri.
Dengan kasar ia melepas segala alat medis yang menempel ditubuhnya, sambil tertatih ia menuruni brangkar tempat ia berbaring.
Alena melangkahkan kakinya dengan gontai keluar dari kamar rawatnya. Kemana ia akan pergi, hanya dirinyalah tau.
.
.
Namun sorot matanya menajam mana kala mendapati seseorang keluar dari ruang rawat Alena dengan tertatih memegang kepalanya yang dililit perban.
"Nona Alena, mau kemana dia?" gumam Riki, namun ia masih tetap diposisinya dan mengawasi gerak gerik Alena dari kejauhan.
*****
"Ma, ini semua gara gara mama!! Seharusnya aku lahir dari hasil buah cinta mama sama papa! Ternyata aku hanyalah anak haram" teriak Alena dengan air mata yang berderai dikedua pipinya, dirinya kini telah berapa dilantai paling tinggi rumah sakit dan berdiri di tepian, sekali hembus saja angin kencang menerpa tubuhnya maka ia akan terjatuh dari lantai lima belas rumah sakit tersebut.
"Papa, terimakasih karena sudah menyayangi Ale dengan tulus. Ale sayang sama papa, dan untuk semua orang yang pernah aku sakiti dengan lisanku, aku harap kalian semua memaafkan segala kesalahanku" Alena mulai memejamkan matanya dan bersiap untuk menjatuhkan diri.
Namun belum sempat ia terjatuh, tangannya sudah ditarik kebelakang oleh seseorang.
__ADS_1
"Akhhh Sialan..!! siapa kamu? Kenapa kamu menggagalkan rencanaku hah!!!" teriak Alena pada lelaki muda nan tampan dihadapannya.
Laki laki itu hanya menyunggingkan bibirnya kesamping.
"Seharusnya saya tidak perlu menyelamatkan mu saat kecelakaan kemarin. Rupanya kamu ingin mati toh?" ucap Riki dengan senyum jahilnya.
"Jadi kamu yang sudah memebawaku kerumah sakit?" tanya Alena dengan mata yang memicing.
"Benar, tak disangka saya sudah dua kali menyelamatkan nyawa kamu" ucap Riki.
"Aku gak butuh kamu selamatkan!! Aku hanya ingin mati!" ucap Alena membalikkan badannya dan berjalan ke tepi gedung dan melanjutkan niat menghilangkan nyawanya sendiri.
"Ehh nona tunggu" ucap Riki seraya menarik kembali tangan Alena.
Karena terlalu kencang, membuat Alena tersungkur kedalam pelukannya dan kepalanya terbentur dada bidang milik Riki.
"Akhh kepalaku pusing sekali" ucap Alena sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri.
"Dasar wanita lemah, gayanya aja ingin menjatuhkan diri dari gedung lantai lima belas, baru nabrak dada saya aja udah kliyengan" gerutu Riki kemudian membawa tubuh lemah Alena dengan gaya bride style nya untuk kembali ke ruang rawat.
.
.
Bersambung...
...Jangan Lupa...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
...Kalau Like nya tembus seratus author janji bakal double up :)...
...Terimaksih...
__ADS_1
.
.