My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.57 Call Me Daddy!!!


__ADS_3

Malam telah menjelang, sang surya telah kembali dari peraduannya. Kini saatnya ia menerangi bagian belahan dunia lainnya.


Tadi sore, Hanum unjuk kebolehannya di dapur. Karena ia lumayan lama hidup dengan ibu tiri yang kejam, kalo hanya masak dan melakukan pekerjaan rumah itu bukan perkara sulit baginya.


Awalnya David tak mengizinkan, namun kerana Hanum terus bersikeras ingin memasak untuk suaminya, yaa dengan senang hati David memberikan izin.


Kini David, Hanum dan nek Mawar ketiganya sudah bersiap untuk memulai makan malam.


Sesaat Hanum termenung, ia teringat pada almarhumah ibunya yang sangat perhatian terhadap ayahnya, setiap kali mereka makan bersama ibu dengan sigap selalu mengambilkan nasi dan lauknya untuk ayah. Beda banget dengan ibu tirinya sekarang, apa apa ayah lakukan sendiri. Herannya, ayah Hanum begitu nurut oada istri barunya itu.


"Huffttt" Hanum menghembuskan nafas kasarnya


Ia melirik David masih sibuk dengan gawai ditangannya, padahal dirinya ingin menawarkan diri untuk melayaninya makan. Melihat David yang nampak sibuk kemudian ia mengurungkan niatnya.


"Han kenapa???" tanya David heran, karena sedari tadi ia merasa diperhatikan.


"Eummm Itu om, mau aku ambilkan makan nya?" ucap Hanum ragu.


"Boleh" ucap David dengan senyum hangatnya, ia merasa senang dengan perhatian kecil yang diberikan sang istri, meski hanya sekedar mengambilkan nasi, tapi baginya itu sangat luar biasa.


Setelah semua berpindah kedalam piring makan David, dengan perlahan Hanum memberikan pada suaminya. Tak lupa ia siapkan gelas yang sudah berisi air putih.


"Makasih istriku" ucap David dengan senyuman yang tak luntur dari wajahnya.


"Sama sama om suami" jawab Hanum dengan wajah cerianya.


Tingkah mereka tak luput dari pandangan nek Mawar.


"Hanum, kamu panggil Dave dengan sebutan om??" ucap nenek heran tapi merasa lucu juga, karena cucunya yang tampan itu dipanggil om oleh istrinya sendiri.


"Gak tau tuh nek, masa sama suami gak ada manis manisnya, panggil sayang kek mas atau apa gitu" gerutu David.


"Iya nek, Hanum nyamannya seperti itu. Lagian om Dave sama Hanum kalo jalan berdua aja kaya om sama ponakan, iya kan nek?" ucap Hanum dengan ekspresi yang seolah meledek David.


David hanya tersenyum, apapun yang membuat Hanum nyaman, Ia tidak akan menolaknya.


"Oiya, nenek sama om suami lanjutin aja dulu makannya ya. Hanum dapet panggilan alam nih!! Udah kebelet banget gabisa ditahan lagi" ucap nya buru buru pergi ke toilet.


David hanya geleng geleng kepala melihat tingkah istri kecilnya itu.


"Dia masih butuh banyak bimbingan Dave, kamu harus banyak bersabar lagi" ucap nek Mawar.


"Tentu saja nek!!! Karena Dave yang pilih dia, sudah pasti Dave menerima semua kelebihan dan kekurangan yang ia miliki" ucap David yakin.


"Berapa usianya??? ia masih tampak muda tapi sudah mandiri" ucap nek Mawar, awalnya ia juga sempat meragukan pilihan cucunya itu, namun setelah menyaksikan kepiawaian Hanum dalam memasak ia menjadi takjub dan mendukung pilihan David.


"Sembilan belas tahun nek, ia memang hidup sendiri dikota. Menurut informasi yang didapat orang suruhan Dave. Ayahnya lebih menyayangi ibu tirinya dibanding anaknya sendiri. Dan dari situlah entah mengapa Dave ingin selalu melindungi dia nek" jelas David serius.


Nenek hanya tersenyum.


"Akhirnya kamu menemukan kebahagiaan mu juga Dave" batin nek Mawar.


.


.

__ADS_1


Dari atas tangga, Sandra sedang mengintip ke arah ruang makan.


"Untung si dekil itu tidak ada, lebih baik aku makan dulu dari pada nanti selera makan ku hilang gara gara melihat bocah tengik itu" ucap Sandra dalam hati, kemudian melangkahkan kakinya ke ruang makan.


"Selamat malam Dave, Mah" ucap Sandra kemudian langsung memulai kegiatan makan malamnya.


"Tumben banget mbak Siti masaknya enak banget" ucap Sandra makan dengan lahap, sampai sampai ia lupa jika dirinya sedang diet.


Sontak Nenek dan David beradu pandang, pasalnya mereka tau, jika makanan yang terhidang malam ini adalah hasil masakan Hanum. Namun mereka memilih diam dan membiarkan Sandra memakan makanannya sampai habis.


"Ehh nyonya mami udah turun" ucap Hanum yang baru saja kembali dari toilet, kemudian duduk di bangku sebelah David. Tepat dihadapan mertuanya.


Sandra langsung mendelikkan kedua bola matanya malas. Ingin rasanya ia menyudahi kegiatan makannya, namun sayang untuk dilewatkan karena masakannya enak.


"Gimana nyonya mami, masakan Hanum enak tidak?" ucap Hanum sumringah, ia sangat senang karena sang mertua nampak suka dengan masakan yang ia buat


Ukhukk uhukkk


Sandra langsung tersedak.


"Air mana air" pintanya.


David langsung menyodorkan segelas air pada sang ibu.


Setelah tandas air putih satu gelas, Sandra kemudian bangkit dari posisi duduknya.


"Saya udah kenyang" ucap Sandra ketus.


"Momy mau kemana, katanya masakannya enak tapi tapi tidak dihabiskan" ucap David yang tak dihiraukan oleh sang momy.


"Saya memang tidak salah memilih kamu Han, kamu wanita hebat, wanita kuat!!" ucap David dalam hati, seraya menatap istrinya yang sedang serius makan.


"Dave, nenek besok mau ke Desa. Nenek kangen sama Devan dan Tiara kemungkinan nenek akan nginap disana"


Ucap nek Mawar.


"Apa perlu Dave antar nek" ujar David.


"Tidak perlu, nanti orang suruhan Devan akan jemput nenek kesini" jelas sang nenek.


"Om, Devan itu siapa??" bisik Hanum.


"Devan itu adik saya" ucap David.


Hanum membulatkan bibirnya seperti huruf O.


Kemudian mereka melanjutkan acara makannya.


*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#


Setelah menyelesaikan pekerjaannya yang tadi siang sempat terabaikan, David kembali ke kamarnya untuk istirahat.


Ceklekk


Pintu kamar terbuka, ia mendapati istri kecilnya itu tengah asyik bermain game ular di hp kentang nya sambil tiduran membelakangi pintu. Saking seriusnya bermain game, sampai ia tak sadar jika David telah merangsek mendekatinya.

__ADS_1


"Sugar baby ku sedang apa???" ucap David, tangannya merambat ke pinggang ramping Hanum.


Mendengar bisikan ditelinga serta gerakan tangan David yang mencoba memeluknya,


kedua mata Hanum membulat sempurna.


"Ihhh om ganggu aja deh, tuh kan ularku mati" gerutu Hanum merasa terganggu dengan kedatangan David.


"Ularku yang hidup" ucap David spontan.


"Astagaa!! Kenapa bisa keceplosan" batin David.


Untung saja Hanum tidak faham, ia masih kesal karena permainannya telah game over.


"Hanum" ucap David dengan suara yang terdengar berat.


"Apasih om, aku masih sebal yaa!! Lepasin ini tangan om" ucap Hanum seraya menepis tangan David yang melingkar diperutnya.


Namun karena terlalu kencang, tangannya terpental menyentuh benda keras diantara paha atas David.


"Ahh" ringis David dengan mata yang terpejam


Hanum terkejut, namun tak berniat menarik tangannya dari sana.


David mati matian menahan gejolak dalam dirinya. Ia laki laki normal, dan baru kali ini ia berdekatan seintim ini dengan lawan jenis.


David langsung menarik tubuh Hanum, dengan memposisikan dirinya berada diatas tubuh istrinya, Ia lahap dengan rakus benda kenyal berwarna pink yang tadi siang sudah ia cicipi.


Pagutan yang awalnya kasar karena dikuasai nafsu kini perlahan menjadi ******an l*matan lembut.


Kedua tangannya menahan tangan Hanum agar tidak memberontak, semakin lama ciumannya berpindah ke leher jenjang Hanum.


"Emhh om"


"Panggil saya Daddy" bisik David.


"Ahh daddyy"


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa


LIKE


KOMEN


VOTE


ya bunda bunda syantik dan baik hati, biar author tambah semangat lagi update ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2