My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.115 Kebahagiaan yang Sempurna


__ADS_3

Berulang kali Alisa bertanya pada Yukas bersama siapa ia datang ke restoran itu, namun tak sepatah kata pun Yukas menjawab. Yukas sungguh sangat kecewa melihat wanita yang dulu sangat ia cintai sepenuh hatinya kini berubah jauh berbeda, tampak seperti wanita yang sudah rusak. Tak ada lagi aura kecantikan dari wajahnya, mungkin karena saat ini rasa itu telah hilang hingga semua keburukan yang ada pada Alisa membuat Yukas merasa jijik. Apa lagi tadi wanita itu terang terangan mengaku baru saja selesai bercinta dengan laki laki yang usianya jauh lebih muda.


Yang saat ini ia fikirkan hanyalah perasaan anaknya Alena, entah bagaimana nanti jika Alena mengetahui perbuatan ibu kandungnya kini. Yang jelas, untuk sekarang Alena masih belum ingin bertemu ibunya karena ia kecewa setelah mengetahui kenyataan bahwa ia bukan anak kadung Yukas.


"Baiklah honey, karena kamu tidak mau menjawab dengan siapa kamu kesini dan aku pun sangat penasaran, aku akan tetap disini hingga partner makanmu itu datang" ujar Alisa.


Rahang Yukas mengeras, baru saja ia akan menghardik wanita tidak tau malu dihadapannya itu namun Sandra keburu kembali dari toilet.


"Siapa wanita ini mas?" tanya Sandra, ia masih menelaah wajah wanita itu yang menurutnya mirip dengan seseorang.


"Ohh jadi mbak ini partner makan mantan suami saya" ucap Alisa dengan tak sopannya menunjuk wajah Sandra dengan senyuman yang seolah mengejek.


"Ohh jadi tante girang ini ibu kandungnya Alena, pantas saja wajahnya sangat sangat mirip. Sialan..!! Wanita jal*ng ini pasti mau menggoda Yukas agar kembali ke dia, aku gak akan biarin. Oke lo jual gue borong sist" ucap Sandra dalam hati, ia mulai mengeluarkan seringai evil miliknya.


Tante girang dihadapannya ini belum tau saja selicik apa seorang Sandra Winata.


"Oh mbak yang habis mesum dikamar mandi ini rupanya mantan istri suami saya? Oh kenalin saya Sandra Winata istri barunya tuan Yukas Mehmed" ucap Sandra dengan nada angkuhnya. Angkuh? Itulah sifat asli Sandra yang sebenarnya.


Yukas terksiap melihat reaksi istri barunya saat menghadapi mantan istrinya yang sudah sedikit kurang waras itu. Kini Yukas bisa bernafas lega, karena Sandra bukanlah wanita lemah sungguh kali ini ia tidak salah memilih istri.


"Honey kamu sudah menikah lagi??" ujar Alisa dengan raut wajah kecewa. Ia kira setelah bercerai darinya Yukas akan semakin terpuruk namun nyatanya hanya berselang beberapa bulan saja laki laki yang mengikrarkan janji akan mencinatinya sampai ajal memisahkan itu malah lebih dulu menikah lagi.


"Apa salahnya Alisa? Saya mencintai istri saya yang sekarang, urusanmu apa?" ucap Yukas, lalu menarik Sandra kedalam rangkulannya.


"Kamu pembohong, katamu kamu akan mencintaiku selamanya.! Kenapa sekarang kamu berikan cintamu ke orang lain huh?" teriak Alisa dengan tak tau malunya.


"Astaga mbak, kenapa menyalahkan suami saya? Asal mbak tau kamu tuh gak pantes ngomongin soal cinta sedangkan kamu saja menghianati suami kamu yang dengan bodohnya ia selalu tulus padamu hingga puluhan tahun" sindir Sandra.


"Yukas kenapa dia bisa tau!!" teriak Alisa tak terima aibnya diketahui orang lain.

__ADS_1


Karena Yukas dari tadi hanya diam saja akhirnya Sandra memutuskan dialah yang bicara.


"Karena kami saling terbuka, tidak ada kebohongan sekecil apapun yang kami tutupi mbak" jawab Sandra dengan suara datar.


"Kalian..! Aku pastiin kalian tidak akan bisa bahagia!" ujar Alisa kemudian pergi dari hadapan Yukas dan Sandra.


"Sayang kamu gak papa???" tanya Yukas khawatir.


Sandra langsung melepas rangkulan sang suami dari bahunya dengan sedikit kasar. Wajah congkak dan sombongnya kini telah berubah menjadi masam.


"Sayang.."


"Cukup..! Gak usah banyak bicara lagi, aku lapar" ucap Sandra kemudian memulai kegiatan makan yang tadi sempat tertunda akibat keributan yang dibuat Alisa, untung saja tempat itu tidak terlalu ramai sehingga tidak disaksikan oleh banyak orang.


Yukas menganggukkan kepalanya, melihat perubahan ekspresi diwajah istrinya Yukas menjadi gusar dan merasa bersalah.


Hingga selesai makan, Sandra tak juga membuka suaranya semakin membuat Yukas tak enak hati.


"Aku marah sama kamu mas, kamu kelihatan sekali masih sayang sama mamanya Alena" ucap Sandra.


"Sayang gak begitu.."


"Sikap kamu yang banyak diam tadi buktinya, tapi tenang aja aku akan buat kamu bisa melupakan wanita j*lang itu secepatnya" ucap Sandra, wajahnya yang tadi terlihat masam kini tersenyum lebar seolah olah tidak terjadi apa apa sebelumnya.


Yukas terkesiap namun akhirnya bisa bernafas lega. Ia kira Sandra akan benar benar marah padanya.


Setelah kegiatan makan selesai, mereka melanjutkan perjalanan kembali menuju rumah kediaman Yukas untuk segera beristirahat karena selamam sepasang pengantin baru itu hanya tertidur sebentar saja.


***

__ADS_1


"Sayang gak nyangka ya, kita yang dulu hanya bisa berangan jika sudah dewasa nanti bisa tinggal satu rumah. Dengan kuasanya tuhan benar benar mengabulkan impian kita, bahkan kebahagiaan kita semakin lengkap dengan hadirnya Ryshaka didalam hidup kita" ucap Tiara, ia sedang menggendong buah hatinya yang sedang terlelap diatas pangkuan suami tercintanya.


Dari belakang Tiara,Devan mengelus pucuk kepala buah cintanya sedangkan dagunya bertengger di bahu Tiara dan tangan satunya lagi memeluk erat pinggang sang istri.


"Benar imut sayang, aku sangat bersyukur sekali karena tuhan mengabulkan doa doaku, karena dulu kita sempat terpisah aku selalu berdoa agar kita bisa bertemu lagi dan dipersatukan bagaimana pun caranya. Dan ternyata akibat doaku itu kamu sempat terluka karena harus terpaksa menikah denganku sebagai mempelai pengganti, maaf ya sayang" tutur Devan.


"Sayang kenapa minta maaf, ini memang sudah jalannya tau. Kalau aku tidak terluka mungkin imutmu ini tidak akan sebahagia dan se bersyukur sekarang sayang" jawab Tiara, ia meletakkan bayinya keatas tempat tidur agar tidurnya semakin lelap. Kemudian Tiara duduk dipangkuan suaminya dan mengecup mesra bibir merah yang sedikit tebal kesukaannya itu, tentu saja dengan senang hati Devan membalasnya dengan tak kalah panas.


"Jadi, kapan aku bisa buka puasa?" bisik Devan disela kegiatan mereka.


"Sabar sayang baru juga seminggu, tunggu tiga puluh hari lagi" jawab Tiara.


"Apaa??selama itukah??" ujar Devan tak terima.


Tiara hanya menganggukan kepalanya pertanda mengiyakan ucapan suaminya.


"Ahh aku tidak tahan sayang" desah Devan.


Bersambung..


...Jangan Lupa...


...LIKE...


...KOMEN ...


...VOTE...


...TERIMAKASIH :)...

__ADS_1


.


__ADS_2