My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.33 Undangan Dinner


__ADS_3

"Imut tadi momy Sandra nelfon saya, ia mengundang kita untuk makan malam dirumah utama" ucap Devan menghampiri istrinya yang sedang tiduran santai diatas ranjang lalu duduk disisi Tiara.


Devan baru saja masuk kamar, karna sebelumnya ia ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan diruang kerjanya.


"Kapan sayang?" tanya Tiara seraya menyandarkan kepalanya keatas pangkuan Devan.


"Besok" jawab Devan singkat menatap wajah cantik sang istri yang juga menatap wajahnya dari bawah.


"Wahhh kebetulan sekali ya, besok kan kita juga mau ke kota jenguk nenek, ayah sama ibu" ucap Tiara senang.


Namun Devan hanya mengernyitkan dahinya, merasakan ada sesuatu yang menggelitik dadanya.


"Imut, apakah kamu sedang menggoda saya???" tanya Devan manakala memergoki tangan nakal Tiara yang bermain di dadanya.


Namun si tersangka hanya nyengir kuda saja ke arahnya, kemudian kembali melanjutkan kenakalannya itu.


"Imut, kau yang memulai yaa awas aja kalau sampai bilang ampun" ucap Devan kemudian balik menerkam sang istri.


Niat Tiara hanya menggoda sang suami, apalah daya pada akhirnya ia hanya bisa pasrah ketika suaminya meminta lebih.


Satu jam kemudian...


"Huhhh sayang, kamu ini benar benar keterlaluan!!! tak pernah sehari aja memberikan aku libur" ucap Tiara dengan nafas yang terengah engah usai pertempuran panas mereka.


"Awalnya malam ini saya akan membiarkan mu libur, karena kelihatannya tadi siang kamu lelah sekali imut. Tapi kan kamu sendiri yang mancing mancing, yaudah di gas aja langsung" ucap Devan dengan tawa ringannya.


Tiara hanya diam saja, badannya benar benar lelah, sungguh tiada hal lain yang ia butuhkan saat ini selain satu kata yaitu tidur.


Devan tersenyum melihat wajah polos istrinya kini tengah terlelap dalam pelukannya.


"Terimakasih imutku sayang telah kembali kedalam kehidupan ku yang hampa setelah berpisah darimu, tapi kini kembali berwarna" ucap Devan kemudian mencium kening Tiara.


***********


Keesokan harinya..


Devan nampak sudah pulang dari kantornya, ia sengaja pulang cepat selain karna hari weekend ia juga akan melakukan perjalanan ke kota.


"Sayang kamu udah pulang, ayo makan aku baru saja selesai masak. Mumpung msih hangat" ucap Tiara kala menyambut suaminya datang.

__ADS_1


"Iya imutku sayang, ayok!!" ucap Devan seraya mengecup pucuk kepala Tiara, lalu menuruti langkah istrinya itu menuju ruang makan.


Setelah selesai makan, Devan beristirahat sebentar sebelum akhirnya mereka berangkat ke kota.


.


.


*****


Di tempat lain..


David menatap ke arah pintu ruangan kerjanya, sesekali ia juga melihat jam yang bertengger dilengannya.


Ini sudah waktunya makan siang, namun ia enggan keluar dari ruangannya, seakan menunggu seseorang.


Ckleekkk


David terperanjat ketika pintu ruangannya terbuka. Dan orang yang ia tunggu akhirnya datang juga, David segera mengambil beberapa berkas seolah olah ia sedang sibuk.


"Hay baby! Apa kau masih sibuk?" ujar Laura yang kini sedang duduk di kursi sebrang dirinya.


Namun David tak menjawab.


"Seharusnya kau tak perlu repot repot memasak untukku" ucap David tanpa melihat kearah lawan bicaranya.


"No problem Dave!!! Aku pasti selalu sempatkan memasak untuk makan siangmu" ucap Laura kemudian menyodorkan tas bekal yang ia bawa.


"Letakkan di meja sofa, dan tunggu aku disitu" ucap David kemudian di iya kan oleh Laura.


Sebelum David beranjak, handphone nya berdering menandakan ada panggilan masuk tak lain dari Bu Sandra, momy nya.


"Hallo mom??" ucap David.


"Halo Dave, bisakah nanti kau ajak Laura dinner dirumah utama" ujar bu Sandra dari seberang terlfon.


Tatapan David mengarah pada Laura yang sedang duduk tenang disofa ruangannya.


"Iya mom" jawab David.

__ADS_1


"Oke, nanti malam momy tunggu yaa byee"


Telfon terputus, David beranjak menghampiri Laura yang sejak tadi menunggunya.


"Kau sudah makan???" tanya David.


"Sudah baby" ucap Tiara senang, mendengar David bertanya begitu ia seolah merasa diperhatikan, baru begitu saja Laura lanhsung salah tingkah. Rasanya sudah lama ia menantikan moment ini, moment dimana David bertanya tentang dirinya, namun ia tak bisa berlama lama berada disitu karna di butiknya sedang banyak pelanggan.


Laura akan merasa puas kalau dirinya langsung yang melayani costumernya. Laura memang sejak kecil bergelimang kemewahan, dan fashion yang dipakainya selalu modis dan glamour namun Laura tetap senang bekerja keras karena termotivasi dari David.


"Mmm baby, sepertinya aku harus kembali ke butik" ucap Laura bergegas akan segera pergi, namun tangannya dicekal oleh David.


Meskipun waktu itu ia sempat mencuri ciuman saat David tidak sadar, tapi tetap saja sentuhan David membuat perasaannya tak menentu, antara kaget atau mungkin sedikit senang karena David mulai merespon dirinya.


"Apakah penantian ku selama 10 tahun akan segera berakhir dengan indah" batin Laura harap harap cemas.


"Momy mengundangmu untuk dinner dirumah nanti malam" ucap David kemudian melepaskan cekalan tangannya.


"Oke baby" ucap Laura tenang, padahal hatinya bergemuruh hebat.


Setelah Laura pergi, David mulai memakan makan siang yang dibawa Laura tadi.


.


.


.


Bersambung..


Hayy para Readers terlove, makasih karena udah setia membaca sampai part ini.


Dukung terus author yaa, jangan lupa tinggalkan Like, Komen dan Vote untuk Author.


Oiya jangan lupa kasih bintang juga yaa buat my cold husband 😉 biar authirnya tambah semangat lagi buat up.


Terimakasih....


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2