My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.36 Ternyata


__ADS_3

Tanpa kata Laura meninggalkan kamar David dengan perasaan nya yang hancur.


Ketika ia membuka pintu yang tidak tertutup rapat, rupanya bu Sandra sudah menunggu didepan kamar David. Entah tujuannya untuk apa Laura tidak mengerti.


"Laura kamu tidak apa apa??" tanya bu Sandra khawatir. Pasalnya ia sempat mendengar bentakkan yang dilakukan David pada gadis itu.


"Aku tidak apa apa ko tante, emm karna sudah malam aku pamit pulang yaa tante" ucap Laura dengan senyuman yang tak luntur dari wajahnya.


Kemudian ia keluar dari rumah utama keluarga Mahendra.


Untung saja pas ia keluar langsung ada taksi yang kebetulan lewat.


Saat sudah didalam mobil, senyum Laura pun luntur, kali ini ia tidak dapat membohongi dirinya lagi. Ia sedang kenapa napa, hatinya hancur, dan air matanya pun tumpah tak tertahan.


**************


Devan dan Tiara kini sudah sampai dikediaman orang tua Tiara.


Nampak ayah sedang duduk di teras rumah, seolah ia tahu bahwa akan ada tamu spesial datang malam ini.


"Ayaaahhh Tiara kangen!!!" ucap Tiara langsung menghambur ke pelukan ayahnya.


Melihat tingkah istrinya Devan hanya tersenyum samar.


"Sama, ayah juga kangen! Tapi jangan gini juga doang malu diliatin suami kamu tuh" ucap sang ayah.


"Biarin aja" ucap Tiara acuh kemudian melerai pelukannya.


"Ayo masuk, tapo ibumu sudah masuk kamar entah sudah tidur atau belum. Biar ayah panggilkan" ucap pak Munawar.


"Gak usah ayah, biar Tiara aja yang panggil ibu" ucap Tiara kemudian melenggang menuju kamar ibunya.


"Ayah apa kabar???" tanya Devan.


Kini mereka sedang duduk diruang tamu.


"Alhamdulillah kabar ayah baik, kamu sendiri gimana???" tanya ayah balik.


"Seperti yang ayah lihat" ucap Devan.


Pak Munawar tergelak, rupanya menantunya ini tidak juga berubah, masih kaku dan irit bicara.


"Bagaimana, apa Tiara sudah tau kalau kamu adalah Vano, cinta masa kecilnya" tanya pak Munawar.


"Sudah yah, kemarin saya ajak dia ke kampung Cibungur dan saya ceritakan semuanya" ucap Devan kemudian menatap sorot mata yang kini sedang melotot kearahnya.


"Oohh ternyata selama ini ayah sudah tau dan malah merahasiakan ini dari Tiara???" omel Tiara pada sang ayah.


Ia kembali dari kamar orangtuanya setelah mendapati ibunya sudah terlelap, karna tak mau menganggu Tiara pun balik lagi ke ruang tamu.

__ADS_1


Namun tak sengaja ia mendengar obrolan penting dari dua pria kesayangannya itu


Pak Munawar hanya tertawa.


"Sayang jelaskan, kenapa main rahasia rahasian sama ayah dibelakang ku huh??" Tiara kemudian duduk disamping Devan menuntut penjelasan dari suaminya itu.


Devan hanya tersenyum menatap wajah gemas sang istri yang sedang mengomeli dirinya, jika saja tak ada ayah mertuanya tentu saja ia sudah melahap benda pink menggemaskan kesuakaannya itu.


"Sudah sudah, biarkam ayah saja yang menjelaskan nya" ucap pak Munawar.


Tiara langsung menatap serius ke arah sang ayah.


"Sebenarnya ayah sudah cukup lama mengenal nak Devan. Dia itu suplyer 40% beras di toko kita sejak delapan bulan yang lalu. Tak disangka nak Devan ini mengenali ayah, ehh rupanya dia adalah den Vano anak bosnya Hilda dulu. Pacar kamu waktu kecil" jelas sang ayah sambil terkekeh mengingat tingkah konyol anaknya dulu waktu kecil, apa apa kak Vano, dikit dikit kak Vano dan berhenti setelah dia lulus kuliah karna tak kunjung bertemu dengan kak Vano nya itu.


"Terus kenapa ayah tidak cerita ke Tiara?" tanya Tiara kemudian ka menatap wajah datar suaminya.


"Itu karna nak Devan yang minta, dan yang membuat ayah kaget ternyata nak Devan ini adiknya nak David. Ayah baru tahu pas hari pernikahan kalian. Makanya ayah langsung setuju saat nak Devan akan menjadi mempelai pria pengganti. Karna ayah tau kamu tidak akan menyesal. Buktinya sekarang???" jelas ayah lagi.


"Ishh sayang!!! Ayah!! kalian keterlaluan!!" ucap Tiara memasang wajah ngambeknya.


Namun yang dituju hanya tersenyum manis kepadanya.


"Yaudah lebih baik kalian istirahat, ayah juga sudah ngantuk nih" ucap ayah kemudian pergi meninggalkan pasangan itu. Membiarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri.


"Imut ayok" ajak Devan


Tanpa aba aba Devan langsung menggendong tubuh mungil Tiara seperti koala.


"Ishh sayang aku masih ngambek yaa" ucap Tiara.


"Iya, saya tau" jawab Devan seraya mengecup pipi gembul istrinya.


Setibanya dikamar, Devan langsung mendudukan dirinya diatas tempat tidur dengan Tiara yang masih dalam gendongannya, kini sedang menatap kearah dirinya.


Dengan tak sabar Devan langsung menyambar benda kenyal berwarna pink kesukaannya itu.


Semakin lama permainan mereka semakin panas. Kini Tiara sudah berbaring dibawah kungkungan Devan, tangan Devan sudah tak bisa diam mencari kesukaannya yang lain.


Namun belum juga sampai ke tujuan, tangan Devan sudah ditahan oleh Tiara.


Devan melepas pagutannya, bibir keduanya terlihat bengkak. Tatapannya tertuju pada manik coklat sang istri.


"Sayang katanya kamu mau ngasih aku libur" ucap Tiara manja.


Devan sebenarnya kasihan pada Tiara, tapi bagaimana lagi lagi keinginannya selalu tak bisa dibendung.


"Imut sayang, menolak suami hukumnya dosa" ucap Devan to the point.


Akhirnya Tiara pun pasrah, sekuat apapun ia menolak pasti kalah dengan sentuhan lembut suaminya.

__ADS_1


.


.


.


********


Setelah kepergian Laura, bu Sandra menerobos masuk ke kamar David.


"Dave kamu keterlaluan!!! kamu membentak Laura kan barusan???" ucap bu Sandra berapi api pada anak kesayangan nya yang kini sedang duduk termenung diatas tempat tidur.


"Cukup mom! kalau momy kesini hanya untuk menyuruh Dave memaksakan perasaan Dave pada Laura, sebaiknya momy keluar saja. Dave sedang tidak ingin di ganggu!!". Ucap David tanpa menoleh pada momy nya.


"Dave kamu lihat sendiri kan tadi bagaimana harmonisnya Tiara dan Devan? Kalau kamu masih berharap Tiara akan kembali padamu, itu hanya ada dalam mimpimu Dave!!!" ucap bu Sandra tegas.


"Momy cukup!!! sebaiknya momy keluar dari kamar Dave" ucap David.


"Ingat Dave kamu pasti menyesal karna mengabaikan perasaan cinta yang tulus dari Laura" Ucap bu Sandra kemudian pergi dari kamar anaknya dengan hati dongkol.


******


"Sial!!! semua tidak sesuai rencanaku!!" ucap bu Sandra setelah keluar dari kamar David.


.


.


.


.


Bersambung.........


.


.


Hai my readers ayo dong ramein kolom komentar author. ngasih kritik dan saran pun pasti author terima. 🤭


Untuk yang udah baca sampai part ini, author ucapkan terimakasih.. pokonya jang pernah bosan dukung author terus. Tinggalkan jejak jempol, komentar, serta vote buat author ya genks!!!!!


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2